UNPERUNPER

JURNAL EKONOMI PERJUANGANJURNAL EKONOMI PERJUANGAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi serta menganalisis sejauh mana kualitas layanan yang diberikan oleh Samsat Kabupaten Tasikmalaya berpengaruh terhadap kepuasan wajib pajak dalam melakukan pembayaran pajak kendaraan bermotor. Dengan pendekatan deskriptif kuantitatif, studi ini menggambarkan fenomena yang terjadi secara sistematis dan terukur. Data diperoleh melalui tiga metode utama: wawancara, penyebaran kuesioner, dan telaah pustaka, guna memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai persepsi dan tingkat kepuasan para wajib pajak. Metode pengambilan sampel menggunakan rumus Sugiyono. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan terhadap kepuasan wajib pajak dalam pembayaran pajak kendaraan bermotor di Samsat Kabupaten Tasikmalaya menyebabkan lebih banyak orang memilih atau menyatakan setuju terhadap kepuasan wajib pajak. Kualitas pelayanan juga diuji dengan uji t yang menunjukkan korelasi signifikan, dan uji F menunjukkan bahwa kualitas pelayanan juga berdampak signifikan terhadap kepuasan wajib pajak dalam pembayaran pajak kendaraan bermotor.

Hasil uji korelasi menunjukkan hubungan yang kuat antara kualitas pelayanan dan kepuasan wajib pajak dengan nilai 0,70, serta hasil uji t sebesar 9,498 lebih besar dari nilai tabel 2,012, sehingga pengaruhnya signifikan.Uji F juga menunjukkan bahwa kualitas pelayanan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan wajib pajak karena nilai F hitung (22,68) lebih besar dari F tabel (4,04).Koefisien determinasi sebesar 49,00% menunjukkan bahwa variabel kualitas pelayanan menjelaskan hampir setengah dari variasi kepuasan wajib pajak, sedangkan 51,00% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model.

Pertama, perlu diteliti bagaimana pengaruh penerapan teknologi digital layanan Samsat berbasis mobile terhadap peningkatan kepuasan wajib pajak, terutama bagi generasi muda dan masyarakat perkotaan. Kedua, perlu dikaji dampak perbedaan karakteristik demografi wajib pajak—seperti usia, jenis kelamin, dan tingkat pendidikan—terhadap persepsi mereka terhadap kualitas layanan publik di Samsat, karena faktor ini mungkin memengaruhi ekspektasi dan pengalaman layanan. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi pengaruh fasilitas pendukung seperti kenyamanan ruang tunggu, ketersediaan informasi digital secara real-time, dan layanan ramah disabilitas terhadap kepuasan secara keseluruhan, karena aspek-aspek ini turut membentuk pengalaman pelanggan meskipun tidak langsung terkait dengan interaksi petugas. Penelitian lanjutan yang menggabungkan ketiganya dapat memberikan gambaran holistik tentang transformasi layanan publik yang berbasis pada kebutuhan nyata masyarakat, bukan hanya dari sisi prosedural tetapi juga dari dimensi pengalaman pengguna.

Read online
File size458.61 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test