KAMPUNGJURNALKAMPUNGJURNAL

International Journal Of The WorldInternational Journal Of The World

Era disrupsi pendidikan yang dipicu oleh Revolusi Industri Keempat dan pandemi COVID-19 telah mengubah paradigma pengembangan kurikulum secara radikal, memaksa guru untuk mengintegrasikan teknologi digital sembari menjaga nilai-nilai pendidikan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tantangan utama yang dihadapi guru dalam merancang kurikulum inovatif dan merumuskan strategi efektif untuk mengatasinya, khususnya dalam konteks pengembangan kurikulum pendidikan Islam. Metode yang digunakan adalah studi literatur melalui tinjauan artikel jurnal nasional berakreditasi Sinta, jurnal internasional terkemuka, prosiding ilmiah, peraturan pemerintah, dan dokumen kebijakan pendidikan yang relevan dengan tema selama 10 tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menghadapi berbagai tantangan, seperti literasi digital rendah, fasilitas teknologi terbatas, dan kompleksitas kebutuhan siswa. Sebagai respons, guru menerapkan berbagai strategi inovatif, termasuk integrasi teknologi pendidikan, pembelajaran diferensiasi, rekontekstualisasi materi, dan kolaborasi profesional. Strategi-strategi ini berkontribusi pada peningkatan kualitas proses belajar, menjadikannya lebih adaptif, interaktif, dan kontekstual. Penelitian ini menegaskan bahwa kemampuan guru untuk merespons tantangan era disrupsi melalui pengembangan kurikulum inovatif merupakan faktor penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Era disrupsi membawa perubahan signifikan pada proses pengembangan kurikulum.Guru menghadapi tantangan seperti literasi digital rendah, keterbatasan sumber daya teknologi, dan kebutuhan siswa abad ke-21 yang kompleks, sehingga mereka memerlukan peran sebagai perancang, pengembang, dan penilai kurikulum.Strategi inovatif yang diterapkan—termasuk integrasi teknologi, pembelajaran diferensiasi, rekontekstualisasi materi, dan kolaborasi profesional—meningkatkan adaptabilitas, keterlibatan, dan relevansi kurikulum, yang pada akhirnya meningkatkan kualitas belajar.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan studi ini, tiga arah penelitian lanjutan dapat dikembangkan: pertama, menggali secara empiris dampak jangka panjang integrasi teknologi pada pembelajaran berbasis kurikulum Islam di sekolah menengah di daerah terpencil, dengan menilai perubahan kompetensi digital siswa; kedua, menyusun framework kolaborasi profesional yang berkelanjutan bagi guru dalam konteks Kurikulum Merdeka, dan mengevaluasi efektivitasnya melalui studi kasus multi sekolah; ketiga, meneliti peran rekontekstualisasi materi dalam memperkuat identitas budaya lokal sambil menyesuaikan standar kompetensi abad ke-21, melalui eksperimen desain kurikulum yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memperkaya teori dan praktik pengembangan kurikulum adaptif di era disrupsi, sekaligus memberikan rekomendasi kebijakan yang konteks-spesifik bagi pembuat kebijakan pendidikan.

Read online
File size187.84 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test