UINSUNAUINSUNA

Al Mabhats : Jurnal Penelitian Sosial AgamaAl Mabhats : Jurnal Penelitian Sosial Agama

Perpecahan umat Islam yang dimotivasi oleh politik kekuasaan menumbuhkan perbedaan epistemologi dalam memahami agama, khususnya Alquran dan hadis. Syiah dan Khawarij memiliki kerangka epistemologi berbeda: Syiah menegaskan legitimasi hadis yang diriwayatkan oleh dua belas imam secara ilham, sedangkan Khawarij menetapkan standar ketat dalam menerima tradisi dan hanya menerima hadis yang selaras dengan keyakinan mereka. Penelitian ini membandingkan dan menganalisis cara kedua kelompok memandang hadis, serta implikasinya terhadap pengembangan ilmu hadits mereka.

Syiah menganggap hadis shahih berasal dari dua belas imam yang memperoleh ilham, sehingga semua tulisan imam dianggap sah.Khawarij mensyaratkan ketat atas sanad dan kesesuaian teks dengan keyakinan mereka, sehingga mereka menolak hadis yang tidak memenuhi kriteria tersebut.Perbedaan epistemologi ini menghasilkan praktik hadits yang divergen, dengan Syiah memperluas ruang legitimasi dan Khawarij membatasi kepada sumber yang konform dengan doktrin mereka.Perbedaan ini menandai dinamika internal Islam yang kompleks dan perlu dikaji lebih lanjut untuk memahami hubungan antara akidah dan hadits dalam berbagai komunitas.

Penelitian selanjutnya dapat meneliti bagaimana perbedaan epistemologi Syiah dan Khawarij memengaruhi interpretasi teks suci dalam rangka menyelidiki pengaruhnya terhadap praktik keagamaan; studi komparatif antara kritik hadits di kalangan Syiah dan Khawarij dapat memperjelas mekanisme seleksi sanad dan validasi narasi; analisis dampak perbedaan epistemologi terhadap hubungan intra‑komunitas dalam konteks konflik sosial dan politik juga layak diinvestigasi untuk menilai potensi dialog dan rekonsiliasi di antara kelompok-kelompok ini.

Read online
File size418.04 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test