INSURIPONOROGOINSURIPONOROGO

QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan AgamaQALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama

Penerapan metode pidato dianggap sebagai sebuah cara baik untuk meningkatkan kemampuan berbahasanya mahasiswa. Dengan menyampaikan pidato di depan banyak orang, mahasiswa diharapkan memiliki kemampuan berbahasa yang lebih baik. Penelitian ini diadakan dengan menggunakan penilitian deskriptif kualitatif untuk meneliti dan mendapatkan persepsi mahasiswa tentang metode pidato. Peneliti menggunakan 12 mahasiswa sebagai peserta yang sekaligus mengikuti mata kuliah Speaking IV. Peneliti menggunakan kuesioner dan wawancara sebagai teknik pengambilan data yang konkrit, kesimpulan yang dapat diambil bahwa adanya penggunaan metode pidato dapat meningkatkan kemampuan berbahasa bagi mahasiswa. Hal tersebut dibuktikan oleh 93% peserta yang setuju terhadap pendapat tersebut. Sayangnya, terdapat beberapa kesulitan yang didapatkan oleh mahasiswa, salah satu diantaranya adalah banyak mahasiswa yang merasa gugup disaat mesampaikan pidatonya dan mereka juga memiliki keterbatasan kosa kata yang membuat mereka tidak dapat berbahasa inggris dengan lancer di depan penonton. Meski begitu, para mahasiswa menganggap bahwa adanya metode pidato dapat meningkatkan kemampuan berbahasa mahasiswa teteapi mahasiswa masih membutuhkan tantangan lebih lain seperti mendapatkan latihan yang lebih banyak untuk berpidato sehingga mereka dapat belajar berbahasa Inggris dengan lancar.

Berdasarkan temuan, metode pidato terbukti meningkatkan keterampilan berbicara mahasiswa semester enam di Universitas Banyuwangi, dengan 92% responden merasakan peningkatan.Selain itu, metode ini turut memperkaya kosakata dan mendorong mahasiswa untuk berani berbicara, meskipun sebagian masih memerlukan bantuan teks.Meskipun demikian, efektivitas metode ini diakui, namun terdapat ketidakpuasan terhadap cara implementasinya dalam pembelajaran.

Penelitian selanjutnya dapat menjelajahi lebih dalam bagaimana metode pidato bisa lebih efektif dan menyenangkan bagi mahasiswa. Pertama, ada baiknya meneliti dampak perubahan gaya mengajar dosen, misalnya dengan menambahkan humor, kegiatan interaktif, dan lebih banyak contoh langsung, tidak hanya berfokus pada slide presentasi. Bisakah pendekatan yang lebih dinamis ini meningkatkan keterlibatan mahasiswa dan kepercayaan diri mereka, sekaligus mengukur sejauh mana peningkatan kemampuan berbicara mereka secara nyata, bukan hanya berdasarkan persepsi? Kedua, penelitian dapat berfokus pada cara mengatasi kesulitan yang sering dialami mahasiswa, seperti kegugupan dan kurangnya kosakata. Bagaimana jika ada program tambahan yang dirancang khusus untuk membangun kosakata atau sesi latihan pidato tanpa teks yang lebih sering? Penting untuk melihat apakah intervensi seperti ini benar-benar membantu mahasiswa menjadi lebih percaya diri dan mampu berbicara bahasa Inggris dengan lancar tanpa terbebani. Ketiga, mengingat keluhan tentang durasi metode pidato yang singkat, studi jangka panjang bisa membandingkan efek metode ini jika diterapkan di setiap semester dibandingkan hanya satu semester. Apakah pengulangan dan paparan yang lebih lama akan menghasilkan peningkatan keterampilan berbicara yang lebih signifikan dan bertahan lama? Studi ini juga bisa membandingkan metode pidato dengan teknik belajar berbicara lainnya, seperti debat atau presentasi kelompok, untuk menemukan cara terbaik mengembangkan kemampuan berbahasa mahasiswa.

  1. The Students’ Perception of Speech Method toward The University Students’ Speaking Skill... ejournal.insuriponorogo.ac.id/index.php/qalamuna/article/view/577The StudentsAo Perception of Speech Method toward The University StudentsAo Speaking Skill ejournal insuriponorogo ac index php qalamuna article view 577
Read online
File size329.14 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test