JOURNAL IASSSFJOURNAL IASSSF
Journal of Earth KingdomJournal of Earth KingdomLatar Belakang: Hewan peliharaan memainkan peran penting dalam kehidupan manusia. Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa kehadiran hewan peliharaan dapat meningkatkan kesehatan fisik dan mental pemiliknya. Hubungan antara pemilik dan hewan peliharaan cenderung menghasilkan perilaku yang lebih positif dari pemilik terhadap hewan lain. Kebun binatang adalah salah satu lokasi di mana manusia berinteraksi dengan berbagai hewan, namun kehadiran manusia (pengunjung) di kebun binatang dapat merugikan kesejahteraan hewan di lokasi tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh kepemilikan hewan peliharaan terhadap persepsi kesejahteraan hewan di kebun binatang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan survei untuk mengumpulkan data persepsi publik, baik pemilik hewan peliharaan maupun non-pemilik, mengenai kesejahteraan hewan di kebun binatang. Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilik hewan peliharaan memiliki nilai HAIS yang lebih tinggi dan cenderung memiliki persepsi kesejahteraan hewan yang lebih rendah dibandingkan non-pemilik hewan peliharaan. Ditemukan korelasi negatif yang rendah antara tingkat kedekatan hubungan manusia dengan hewan peliharaan (nilai HAIS) dan persepsi kesejahteraan hewan di kebun binatang, menunjukkan bahwa semakin tinggi nilai HAIS, semakin rendah persepsi kesejahteraan. Pemilik hewan peliharaan cenderung lebih sensitif terhadap kondisi hewan yang kurang ideal, dan interaksi positif mereka dengan hewan peliharaan mendorong perilaku positif terhadap hewan lain. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemilik hewan peliharaan memiliki persepsi yang lebih kritis terhadap kesejahteraan hewan di kebun binatang dibandingkan pengunjung yang tidak memiliki hewan peliharaan, dan tingkat kedekatan interaksi ini memengaruhi perilaku kritis tersebut. Kebaruan penelitian ini terletak pada identifikasi persepsi pengunjung kebun binatang melalui tingkat interaksi mereka dengan hewan peliharaan, menjadikannya unik dalam penggunaan tingkat kedekatan interaksi untuk memahami persepsi kesejahteraan hewan di kebun binatang.
Pemilik hewan peliharaan menilai tingkat kesejahteraan hewan di kebun binatang secara lebih kritis dibandingkan mereka yang tidak memiliki hewan peliharaan, yang dipengaruhi oleh intensitas interaksi mereka dengan hewan peliharaan sendiri yang menghasilkan ikatan emosional, sensitivitas, dan empati.Sebaliknya, pengunjung tanpa hewan peliharaan cenderung menganggap kondisi hewan di kebun binatang baik karena kurangnya pengetahuan dan interaksi yang membuat mereka kurang kritis dalam menilai pemenuhan kebutuhan.Oleh karena itu, penelitian selanjutnya dapat berfokus pada bagaimana mendorong pemilik hewan peliharaan untuk berkontribusi dalam peningkatan kesejahteraan hewan di kebun binatang melalui pendidikan atau gerakan aksi.
Saran penelitian lanjutan haruslah menjawab pertanyaan yang belum terjawab atau mengembangkan area yang telah diidentifikasi dalam penelitian ini. Berdasarkan temuan bahwa pemilik hewan peliharaan memiliki persepsi yang lebih kritis terhadap kesejahteraan hewan di kebun binatang, terutama terkait lingkungan fisik, serta adanya saran untuk mendorong kontribusi mereka, penelitian selanjutnya dapat menggali lebih dalam aspek-aspek ini. Pertama, mengingat temuan bahwa domain nutrisi dan kesehatan hewan di kebun binatang tidak memiliki korelasi signifikan dengan tingkat kedekatan hubungan pemilik hewan, studi di masa depan dapat menyelidiki bagaimana informasi dan isyarat visual yang disajikan di kebun binatang memengaruhi persepsi pemilik hewan peliharaan terhadap aspek kesejahteraan yang mungkin kurang kentara ini. Pertanyaan penelitian dapat mencakup: Apakah transparansi mengenai diet dan program perawatan kesehatan hewan di kebun binatang dapat meningkatkan persepsi pemilik hewan peliharaan terhadap kesejahteraan nutrisi dan kesehatan hewan? Kedua, untuk mengembangkan gagasan mengenai kontribusi pemilik hewan peliharaan, penelitian kualitatif mendalam akan sangat bermanfaat. Studi ini bisa mengeksplorasi motivasi intrinsik dan ekstrinsik, serta hambatan yang dihadapi oleh pemilik hewan peliharaan yang peduli, untuk secara aktif terlibat dalam upaya peningkatan kesejahteraan hewan di kebun binatang. Memahami faktor-faktor ini, seperti persepsi mereka tentang efektivitas intervensi atau peran mereka dalam perubahan, akan krusial untuk merancang strategi keterlibatan yang efektif. Terakhir, melihat hubungan antara nilai HAIS yang tinggi pada pemilik hewan peliharaan dan pandangan kritis mereka, penelitian dapat menyelidiki apakah ada korelasi antara tingkat kedekatan interaksi manusia-hewan peliharaan dengan kesediaan mereka untuk mendukung kebijakan atau inisiatif spesifik yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan hewan di kebun binatang. Ini bisa mencakup dukungan terhadap pendanaan fasilitas yang lebih baik, program pengayaan hewan, atau advokasi untuk standar kesejahteraan yang lebih tinggi, sehingga dapat mengidentifikasi potensi pemilik hewan peliharaan sebagai agen perubahan yang berpengaruh.
- PeerJ Relationship between emotional intelligence and empathy towards humans and animals. peerj relationship... peerj.com/articles/11274PeerJ Relationship between emotional intelligence and empathy towards humans and animals peerj relationship peerj articles 11274
- Pet Owners’ Attitudes and Opinions towards Cat and Dog Care Practices in Aotearoa New Zealand.... doi.org/10.3390/vetsci10100606Pet OwnersAo Attitudes and Opinions towards Cat and Dog Care Practices in Aotearoa New Zealand doi 10 3390 vetsci10100606
- Updating Animal Welfare Thinking: Moving beyond the “Five Freedoms” towards “A Life... doi.org/10.3390/ani6030021Updating Animal Welfare Thinking Moving beyond the AuFive FreedomsAy towards AuA Life doi 10 3390 ani6030021
| File size | 548.17 KB |
| Pages | 18 |
| DMCA | Report |
Related /
JOURNAL IASSSFJOURNAL IASSSF Latar Belakang: Disparitas gizi masih menjadi tantangan utama dalam pengembangan sumber daya manusia di Indonesia, karena prevalensi stunting dan wastingLatar Belakang: Disparitas gizi masih menjadi tantangan utama dalam pengembangan sumber daya manusia di Indonesia, karena prevalensi stunting dan wasting
BSIBSI Hasilnya menunjukkan bahwa sistem mencapai akurasi rata-rata 87,32% saat beroperasi pada CPU yang meningkat menjadi 91,30% saat menggunakan GPU. KinerjaHasilnya menunjukkan bahwa sistem mencapai akurasi rata-rata 87,32% saat beroperasi pada CPU yang meningkat menjadi 91,30% saat menggunakan GPU. Kinerja
JURNALASPIKOMJURNALASPIKOM Artikel ini mengusulkan pendekatan kritis reflektif yang menekankan teori komunikasi adaptif, konvergen, dan kontekstual, memastikan disiplin tetap relevanArtikel ini mengusulkan pendekatan kritis reflektif yang menekankan teori komunikasi adaptif, konvergen, dan kontekstual, memastikan disiplin tetap relevan
AKRABJUARAAKRABJUARA Namun, dalam pelaksanaannya terjadi tindakan kekerasan terhadap sapi yang merupakan pelanggaran hukum yang masih berlangsung hingga kini. Penelitian iniNamun, dalam pelaksanaannya terjadi tindakan kekerasan terhadap sapi yang merupakan pelanggaran hukum yang masih berlangsung hingga kini. Penelitian ini
Tel-UTel-U Banyak masyarakat belum menyadari atau peduli terhadap isu ini. Karya seni lukis pop surealisme ini dibuat sebagai bentuk kritik terhadap produk kosmetikBanyak masyarakat belum menyadari atau peduli terhadap isu ini. Karya seni lukis pop surealisme ini dibuat sebagai bentuk kritik terhadap produk kosmetik
JOURNAL IASSSFJOURNAL IASSSF Metode: Kemiripan obat (drug-likeness) dievaluasi menggunakan Aturan Lima Lipinski melalui pkCSM, sementara profil farmakokinetik dan toksisitas diprediksiMetode: Kemiripan obat (drug-likeness) dievaluasi menggunakan Aturan Lima Lipinski melalui pkCSM, sementara profil farmakokinetik dan toksisitas diprediksi
ISI DPSISI DPS Pendekatan desain biofilik yang digunakan dengan memaksimalkan unsur alam ke dalam tiap elemen interior bangunan berupa tanaman, warna, material, sirkulasiPendekatan desain biofilik yang digunakan dengan memaksimalkan unsur alam ke dalam tiap elemen interior bangunan berupa tanaman, warna, material, sirkulasi
UNWAHAUNWAHA Selain itu juga ada metode yang harus diterapkan, yaitu metode keteladanan, metode nasehat, metode pembiasaan. Dengan adanya metode yang digunakan olehSelain itu juga ada metode yang harus diterapkan, yaitu metode keteladanan, metode nasehat, metode pembiasaan. Dengan adanya metode yang digunakan oleh
Useful /
JOURNAL IASSSFJOURNAL IASSSF Analisis induktif menghasilkan kerangka kerja komprehensif yang mencakup akses air bersih, sistem manajemen, keberlanjutan finansial melalui pembiayaanAnalisis induktif menghasilkan kerangka kerja komprehensif yang mencakup akses air bersih, sistem manajemen, keberlanjutan finansial melalui pembiayaan
AKRABJUARAAKRABJUARA Demokrasi menciptakan stabilitas, transparansi, dan kebijakan yang efektif. Namun, korupsi yang tampaknya mempercepat proses birokrasi tidak memberikanDemokrasi menciptakan stabilitas, transparansi, dan kebijakan yang efektif. Namun, korupsi yang tampaknya mempercepat proses birokrasi tidak memberikan
AKRABJUARAAKRABJUARA Sementara itu, tafsir modern berkembang sebagai respons terhadap perubahan sosial, politik, dan intelektual pada abad ke-19 dan 20, dengan tokoh sentralSementara itu, tafsir modern berkembang sebagai respons terhadap perubahan sosial, politik, dan intelektual pada abad ke-19 dan 20, dengan tokoh sentral
JOURNAL IASSSFJOURNAL IASSSF Oleh karena itu, diperlukan strategi yang dapat diterapkan oleh mahasiswa sebagai upaya menjaga kesehatan jantung. Salah satu caranya adalah dengan memodifikasiOleh karena itu, diperlukan strategi yang dapat diterapkan oleh mahasiswa sebagai upaya menjaga kesehatan jantung. Salah satu caranya adalah dengan memodifikasi