SIMPADUSIMPADU

ELIPS: Jurnal Pendidikan MatematikaELIPS: Jurnal Pendidikan Matematika

Kemampuan numerasi matematis mencakup kemampuan untuk memahami, menerapkan, dan mengkomunikasikan matematika secara efektif kepada orang lain, serta kemampuan menggunakan konsep bilangan dan operasi hitung dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah siswa yang menggunakan model Problem Based Learning berbantuan media Lumio by Smart dapat meningkatkan kemampuan numerasi matematis. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest. Penelitian melibatkan 124 siswa dari kelas X SMK Sariwangi, dengan sampel sebanyak 32 siswa dari kelas X TKJ A yang dipilih secara simple random sampling. Instrumen penelitian berupa soal tes kemampuan numerasi matematis dalam bentuk uraian. Analisis data dilakukan menggunakan statistika deskriptif dan inferensial, termasuk uji N-Gain, uji normalitas Chi-Kuadrat, dan uji hipotesis Paired-Samples t-Test. Hasil analisis menunjukkan bahwa kemampuan numerasi matematis siswa yang menggunakan model Problem Based Learning berbantuan media Lumio by Smart meningkat dengan kategori tinggi.

Kemampuan numerasi matematis siswa SMK yang menggunakan model Problem Based Learning berbantuan media Lumio by Smart mengalami peningkatan dengan rata-rata N-Gain sebesar 0,728, yang termasuk dalam kategori tinggi.Peningkatan ini disebabkan oleh kombinasi model pembelajaran yang berpusat pada pemecahan masalah dan media pembelajaran interaktif yang mendukung keterlibatan aktif siswa.Penggunaan media Lumio by Smart memberikan dampak positif dalam proses pembelajaran, sehingga dapat direkomendasikan sebagai pendukung model pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan matematis siswa.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengevaluasi efektivitas model Problem Based Learning berbantuan Lumio by Smart pada materi matematika yang berbeda, seperti geometri atau statistika, guna melihat apakah peningkatan kemampuan numerasi juga terjadi pada konten yang lebih kompleks. Kedua, penelitian dapat dikembangkan dengan membandingkan penggunaan Lumio by Smart terhadap media interaktif lainnya, seperti Kahoot atau Quizizz, dalam konteks yang sama untuk menilai efisiensi dan daya tarik media terhadap hasil belajar siswa. Ketiga, perlu dikaji pula bagaimana model pembelajaran ini berdampak pada siswa dengan latar belakang kemampuan awal yang rendah, apakah dapat mengecilkan kesenjangan pencapaian numerasi antar kelompok siswa. Penelitian-penelitian tersebut dapat memberikan gambaran lebih komprehensif tentang potensi Lumio by Smart dalam berbagai konteks pendidikan vokasional. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi integrasi model ini dengan asesmen formatif secara real-time untuk melihat pengaruhnya terhadap umpan balik dan motivasi belajar. Studi lanjutan juga dapat melihat durasi optimal pelaksanaan pembelajaran berbasis masalah menggunakan media digital agar tidak menimbulkan kelelahan kognitif. Dengan menguji variasi dalam pelaksanaan, guru dan peneliti dapat mengembangkan panduan praktis yang adaptif. Penelitian yang melibatkan lebih banyak sekolah juga diperlukan untuk melihat generalisasi temuan. Pendekatan mixed methods dapat digunakan untuk memahami tidak hanya peningkatan skor, tetapi juga persepsi siswa terhadap pembelajaran. Dengan demikian, pengembangan model pembelajaran dapat lebih holistik dan berbasis bukti.

  1. PENGARUH MODEL INQUIRY BASED LEARNING SECARA DARING TERHADAP KEMAMPUAN NUMERASI DITINJAU DARI LOCUS OF... doi.org/10.24127/ajpm.v11i3.5492PENGARUH MODEL INQUIRY BASED LEARNING SECARA DARING TERHADAP KEMAMPUAN NUMERASI DITINJAU DARI LOCUS OF doi 10 24127 ajpm v11i3 5492
  2. Efektivitas Pembelajaran Statistika Pendidikan Menggunakan Uji Peningkatan N-Gain di PGMI | Jurnal Basicedu.... doi.org/10.31004/basicedu.v5i2.845Efektivitas Pembelajaran Statistika Pendidikan Menggunakan Uji Peningkatan N Gain di PGMI Jurnal Basicedu doi 10 31004 basicedu v5i2 845
Read online
File size319.31 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test