DARUNNAJAHDARUNNAJAH

Cendekia: Jurnal Penelitian Mahasiswa Sosial dan PendidikanCendekia: Jurnal Penelitian Mahasiswa Sosial dan Pendidikan

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pemberian reward (penghargaan) dan punishment (hukuman) sebagai strategi dalam pengelolaan kelas di tingkat Sekolah Dasar, dengan pendekatan penelitian kualitatif dan teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan) dan analisis data bersifat induktif. Reward, yang dalam tradisi pendidikan Islam dikenal sebagai targhib, berfungsi untuk meningkatkan prestasi dan membangun kebiasaan positif melalui penghargaan verbal, nonverbal, materi ringan, hingga penghargaan formal. Sebaliknya, punishment, atau iqāb, digunakan sebagai metode korektif untuk mencegah pelanggaran dan menjaga kedisiplinan. Keberhasilan penerapan kedua strategi ini sangat bergantung pada keseimbangan, relevansi, ketepatan waktu, serta sifat edukatif tanpa dipengaruhi emosi. Pengelolaan kelas yang efektif memerlukan pendekatan tertib dan berbasis kesepakatan antara guru dan siswa untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Hasil penelitian ini merekomendasikan agar guru mengutamakan penghargaan terhadap proses belajar, menghentikan pemberian reward materi setelah perilaku positif menjadi kebiasaan, serta menerapkan punishment secara proporsional dan bertahap. Lebih lanjut, penting untuk melibatkan siswa dalam kesepakatan mengenai bentuk reward dan punishment, serta melakukan evaluasi berkelanjutan untuk menyesuaikan strategi pengelolaan kelas agar lebih efektif dan bermakna.

Reward dan punishment merupakan strategi penting dalam pengelolaan kelas di Sekolah Dasar yang mampu meningkatkan motivasi belajar dan kedisiplinan siswa.Keberhasilan penerapannya bergantung pada keseimbangan, ketepatan waktu, sifat edukatif, serta keterlibatan siswa dalam menentukan aturan dan konsekuensinya.Evaluasi rutin dan pelatihan guru diperlukan untuk menyesuaikan strategi agar tetap efektif dan mendukung perkembangan karakter siswa.

Pertama, perlu diteliti bagaimana pengaruh sistem reward non-materi, seperti pengakuan sosial atau kebebasan memilih aktivitas, terhadap motivasi intrinsik siswa dalam jangka panjang dibandingkan dengan reward materi. Kedua, penting untuk mengkaji efektivitas model punishment yang sepenuhnya tidak menggunakan hukuman fisik maupun hukuman verbal negatif, melainkan hanya menggantinya dengan tugas reflektif seperti menulis esai atau membuat proyek perbaikan diri. Ketiga, perlu dikembangkan penelitian tentang sistem manajemen kelas kolaboratif di mana siswa dari berbagai latar belakang sosial-ekonomi terlibat aktif dalam merancang dan mengevaluasi aturan kelas bersama guru, untuk melihat bagaimana partisipasi tersebut memengaruhi rasa tanggung jawab dan kedisiplin kolektif. Penelitian-penelitian ini dapat dilakukan secara longitudinal di beberapa sekolah dasar untuk melihat perkembangan sikap dan perilaku siswa secara mendalam. Hasil temuan dapat membantu merancang pendekatan yang lebih manusiawi, inklusif, dan berkelanjutan dalam pengelolaan kelas. Selain itu, perlu dieksplorasi bagaimana guru merespons kesepakatan kelas yang dibuat siswa, dan apakah mereka konsisten menerapkannya tanpa bias. Sistem evaluasi yang partisipatif juga perlu diteliti agar guru dan siswa bisa saling memberikan masukan. Model seperti ini dapat mengurangi ketergantungan pada hukuman eksternal dan membangun disiplin internal. Penelitian lanjutan juga bisa menguji peran orang tua dalam mendukung penerapan kesepakatan kelas di rumah. Dengan pendekatan holistik, sekolah dapat menciptakan budaya yang lebih positif dan mendukung pertumbuhan karakter siswa secara utuh.

Read online
File size215.76 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test