USUUSU

KomunikaKomunika

Artikel ini membahas konsep diri perempuan setelah menjadi orang tua tunggal melalui empat aspek konsep diri menurut Berzonsky: fisik, sosial, moral, dan psikologis. Fenomena perceraian atau kematian suami seringkali berdampak pada psikologi keluarga, terutama istri yang ditinggalkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep diri perempuan setelah menjadi orang tua tunggal di Kota Jambi, dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan fenomenologi serta metode snowball untuk pemilihan informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep diri perempuan setelah menjadi orang tua tunggal cenderung positif. Informan tetap percaya diri dengan penampilan mereka, meskipun merasa perlu menjaga sikap agar tidak disalahpahami oleh orang lain. Hubungan mereka dengan anak cenderung semakin erat, meskipun ada beberapa masalah di awal adaptasi. Secara spiritual, informan merasa perlu lebih dekat dengan Tuhan dan yakin bahwa mereka kuat dan mampu menghidupi anak-anaknya. Secara psikologis, kebanyakan informan merasa stres dan sedih setelah berpisah dengan suami mereka.

Penelitian ini menemukan bahwa konsep diri perempuan setelah menjadi orang tua tunggal cenderung positif.Perempuan tetap percaya diri dengan penampilan mereka, meskipun merasa perlu menjaga sikap agar tidak disalahpahami.Hubungan dengan anak cenderung semakin erat, dan secara spiritual, informan merasa lebih dekat dengan Tuhan.Secara psikologis, sebagian besar informan mengalami stres dan kesedihan setelah berpisah dari suami mereka, namun secara keseluruhan, mereka menunjukkan ketahanan dan kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan.

Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang memengaruhi ketahanan psikologis perempuan menjadi orang tua tunggal, seperti dukungan sosial, sumber daya ekonomi, dan keyakinan spiritual. Hal ini penting untuk memahami bagaimana perempuan dapat mengembangkan strategi koping yang efektif untuk mengatasi stres dan menjaga kesehatan mental mereka. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada dampak menjadi orang tua tunggal terhadap perkembangan anak-anak, dengan mempertimbangkan aspek emosional, sosial, dan akademik. Pemahaman yang lebih mendalam tentang hal ini dapat membantu mengembangkan program intervensi yang tepat untuk mendukung kesejahteraan anak-anak. Ketiga, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk menguji hubungan antara konsep diri, dukungan sosial, dan kesejahteraan psikologis perempuan menjadi orang tua tunggal, dengan menggunakan sampel yang lebih besar dan beragam. Hasil penelitian ini dapat memberikan bukti empiris yang lebih kuat untuk mendukung pengembangan kebijakan dan program yang berfokus pada pemberdayaan perempuan dan keluarga.

  1. Pengaruh Konsep Diri dan Kontrol Diri Dengan Perilaku Konsumtif Terhadap Gadget | Nurhaini | Psikoborneo:... e-journals.unmul.ac.id/index.php/psikoneo/article/view/4532Pengaruh Konsep Diri dan Kontrol Diri Dengan Perilaku Konsumtif Terhadap Gadget Nurhaini Psikoborneo e journals unmul ac index php psikoneo article view 4532
Read online
File size336.42 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test