UGMUGM
PCD JournalPCD JournalArtikel ini berusaha memahami hubungan antara vigilantisme, bentuk tertentu dari kewarganegaraan, dan politik identitas dalam kelompok Islamis yang aktif di Yogyakarta pada era pasca-Suharto. Seperti yang telah terungkap dalam berbagai studi, demokrasi di Indonesia pasca-Suharto ditandai oleh kehadiran yang terus-menerus dari milisi, geng, vigilantisme, dan politik jalanan. Kelompok-kelompok ini telah banyak memeluk etnis, agama, dan lokalitas sebagai simbol yang mereka klaim untuk mempertahankan dan mewakili komunitas tertentu. Kebangkitan kelompok-kelompok berbasis identitas, yang sering kali melanggar hukum dan mengganggu ketertiban umum, telah digambarkan sebagai munculnya elemen-elemen masyarakat tidak beradab yang menantang otoritas negara dan mengancam nilai-nilai demokrasi serta fondasi masyarakat sipil. Tanpa menolak fakta tertentu dalam studi-studi tersebut, artikel ini menyarankan bahwa penjelasan-penjelasan tersebut gagal memahami kompleksitas kelompok-kelompok tersebut dan alasan mengapa mereka tetap bertahan di lanskap politik lokal.
Narasi di atas telah berusaha memahami hubungan yang rumit antara munculnya kelompok-kelompok Islamis vigilante, peran mereka dalam komunitas lokal, dan interaksi mereka dengan institusi negara.(1) daya tarik kelompok-kelompok Islamis vigilante di Yogyakarta terletak pada kemampuan mereka untuk memberikan manfaat instrumental kepada anggota mereka, yang tercermin dalam bisnis keamanan dan kegiatan pengembangan mereka.(2) kelompok-kelompok ini mampu menggabungkan penyediaan manfaat material dengan penerapan versi lokal dari populisme Islam.(3) hubungan mereka dengan negara jauh lebih kompleks daripada sekadar menantang negara.mereka mungkin lebih baik dianggap sebagai institusi twilight yang beroperasi di batas antara negara dan masyarakat, legal dan ilegal, publik dan privat.
Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang bagaimana kelompok-kelompok Islamis vigilante memanfaatkan dan memanipulasi identitas lokal untuk memperkuat dukungan sosial dan legitimasi mereka di masyarakat. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk menyelidiki bagaimana kelompok-kelompok ini berinteraksi dengan institusi negara secara lokal, termasuk bagaimana mereka memanfaatkan celah-celah dalam sistem hukum dan politik untuk mencapai tujuan mereka. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis bagaimana kelompok-kelompok ini menggunakan narasi dan retorika populisme Islam untuk memperkuat identitas dan solidaritas komunitas mereka, serta bagaimana narasi ini mempengaruhi persepsi publik tentang kelompok-kelompok tersebut.
| File size | 226.51 KB |
| Pages | 25 |
| DMCA | Report |
Related /
IFRELRESEARCHIFRELRESEARCH Kesimpulannya, strategi kebijakan perpajakan yang holistik dan adaptif, mempertimbangkan konteks lokal dan global, dapat menciptakan lingkungan perpajakanKesimpulannya, strategi kebijakan perpajakan yang holistik dan adaptif, mempertimbangkan konteks lokal dan global, dapat menciptakan lingkungan perpajakan
HIPKIN JATENGHIPKIN JATENG Studi ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan analisis dokumen dan literatur. Hasil analisis menunjukkan bahwa Kurikulum 1947 lebih berorientasiStudi ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan analisis dokumen dan literatur. Hasil analisis menunjukkan bahwa Kurikulum 1947 lebih berorientasi
IFRELRESEARCHIFRELRESEARCH Penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa peraturan yang mengatur tentang Justice Collaborator namun belum rigid dan akhirnya mengalami perluasanPenelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa peraturan yang mengatur tentang Justice Collaborator namun belum rigid dan akhirnya mengalami perluasan
IFRELRESEARCHIFRELRESEARCH OJK memiliki wewenang luas dalam perbankan, termasuk perizinan, pengawasan, dan penegakan hukum sesuai standar perbankan. OJK juga menekankan perlindunganOJK memiliki wewenang luas dalam perbankan, termasuk perizinan, pengawasan, dan penegakan hukum sesuai standar perbankan. OJK juga menekankan perlindungan
STAIN KEPRISTAIN KEPRI Konteks pramodern menempatkan mufasir klasik pada penafsiran tunggal atas term ibnu sabil dalam Al-Quran. Mereka hanya memaknai ibnu sabil sebagai musafirKonteks pramodern menempatkan mufasir klasik pada penafsiran tunggal atas term ibnu sabil dalam Al-Quran. Mereka hanya memaknai ibnu sabil sebagai musafir
IKMEDIAIKMEDIA Analisis Overlay menunjukkan bahwa Pajak Bumi dan Bangunan serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan termasuk kategori prima, sementara Pajak Hotel,Analisis Overlay menunjukkan bahwa Pajak Bumi dan Bangunan serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan termasuk kategori prima, sementara Pajak Hotel,
STAIN KEPRISTAIN KEPRI Hasil menunjukkan enkulturasi dilakukan melalui alek batagak penghulu, batamat kaji/Khatam Quran, Malapeh paga, dan badoa bajamba. Faktor yang mempengaruhiHasil menunjukkan enkulturasi dilakukan melalui alek batagak penghulu, batamat kaji/Khatam Quran, Malapeh paga, dan badoa bajamba. Faktor yang mempengaruhi
STAIN KEPRISTAIN KEPRI Manuskrip adalah salah satu bentuk peradaban Islam di Palembang yang masih bisa dikaji sampai saat ini. Manuskrip yang dikaji dalam riset ini adalah ManuskripManuskrip adalah salah satu bentuk peradaban Islam di Palembang yang masih bisa dikaji sampai saat ini. Manuskrip yang dikaji dalam riset ini adalah Manuskrip
Useful /
UGMUGM Penelitian ini menganalisis Candi Kalasan sebagai entitas keagamaan dan politik yang mengartikulasikan dan memobilisasi ideologi Buddha Mahayana untukPenelitian ini menganalisis Candi Kalasan sebagai entitas keagamaan dan politik yang mengartikulasikan dan memobilisasi ideologi Buddha Mahayana untuk
UGMUGM Penelitian ini menjadi kontribusi baru dengan menganalisis secara komprehensif hubungan timbal balik antara penegakan keamanan, sistem informasi, dan pelaporanPenelitian ini menjadi kontribusi baru dengan menganalisis secara komprehensif hubungan timbal balik antara penegakan keamanan, sistem informasi, dan pelaporan
STAIN KEPRISTAIN KEPRI Masyarakat Indonesia telah hidup berdampingan dalam konteks sosial-keagamaan yang damai, penuh toleransi dalam kerangka keberagaman, dan mengedepankanMasyarakat Indonesia telah hidup berdampingan dalam konteks sosial-keagamaan yang damai, penuh toleransi dalam kerangka keberagaman, dan mengedepankan
ERAPUBLIKASIERAPUBLIKASI Tujuan penelitian adalah menggambarkan karakteristik dan jenis makna interpersonal: mood dan modalitas; serta jenis proses transitivitas. Desain penelitianTujuan penelitian adalah menggambarkan karakteristik dan jenis makna interpersonal: mood dan modalitas; serta jenis proses transitivitas. Desain penelitian