UGMUGM

PCD JournalPCD Journal

Penelitian ini mengkaji wacana umat Kristen tentang sesama Muslim di Surakarta, Jawa Tengah, melalui delapan diskusi kelompok terfokus (FGD) yang melibatkan 39 peserta. Penelitian ini menggunakan teori dan metode analisis wacana Norman Fairclough, berfokus pada analisis suara dan perjuangan untuk mendefinisikan apa yang dianggap Muslim “[ab]normal. Peserta Kristen mengidentifikasi Muslim ekstremis (fanatik, fundamentalis) sebagai abnormal, memposisikan mereka sebagai orang luar biasa. Dengan demikian, mereka mengidentifikasi ekstremisme sebagai pengecualian dari norma agama. Dalam membedakan antara “normal dan “ekstrem, peserta terutama memposisikan diri mereka sebagai orang beragama yang moderat.

Penelitian ini mengungkapkan perjuangan wacana hegemonik antara suara dominan dan periferal untuk mendefinisikan apa yang dianggap Muslim “[ab]normal.Peserta Kristen mengidentifikasi Muslim ekstremis sebagai abnormal, memposisikan mereka sebagai orang luar biasa.Dengan demikian, mereka mengidentifikasi ekstremisme sebagai pengecualian dari norma agama.Dalam membedakan antara “normal dan “ekstrem, peserta terutama memposisikan diri mereka sebagai orang beragama yang moderat.Penelitian ini juga menyoroti pentingnya memahami bagaimana wacana tentang agama dapat membentuk persepsi dan hubungan antar kelompok dalam masyarakat multikultural.

Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi bagaimana media sosial dan platform daring lainnya memengaruhi pembentukan dan penyebaran wacana tentang identitas Muslim di Surakarta. Hal ini penting karena media sosial dapat menjadi ruang di mana stereotip dan misinformasi berkembang biak, yang pada gilirannya dapat memperburuk ketegangan antar kelompok. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada peran tokoh agama dan pemimpin masyarakat dalam mempromosikan dialog antaragama dan membangun jembatan pemahaman antara umat Kristen dan Muslim. Dengan melibatkan tokoh-tokoh kunci ini, penelitian dapat memberikan wawasan tentang strategi yang efektif untuk mengatasi polarisasi dan mempromosikan koeksistensi damai. Ketiga, penelitian dapat menyelidiki bagaimana pengalaman pribadi dan interaksi sehari-hari memengaruhi persepsi individu tentang identitas Muslim. Dengan memahami bagaimana individu membentuk pandangan mereka berdasarkan pengalaman langsung, penelitian dapat memberikan informasi tentang cara-cara untuk mengatasi bias dan membangun empati.

Read online
File size268.35 KB
Pages25
DMCAReport

Related /

ads-block-test