RISETPRESSRISETPRESS

Journal of Business Management and Economic DevelopmentJournal of Business Management and Economic Development

Industri perabot merupakan salah satu sektor industri kecil dan menengah dengan potensi besar menciptakan lapangan kerja, khususnya di daerah perkotaan yang terbatas mendapatkan pekerjaan formal. Di Kota Jayapura, pengembangan bisnis perabot berperan signifikan dalam menyerap tenaga kerja lokal, namun dinamika ini terjalin di tengah ketidakstabilan akibat fluktuasi permintaan pasar, keterbatasan modal, bahan baku, dan teknologi produksi. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika absorpsi tenaga kerja di industri perabot Kota Jayapura, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya, memeriksa strategi yang diadopsi oleh pelaku bisnis untuk meningkatkan peluang kerja, serta memahami hubungan antara pengembangan bisnis perabot dan peluang kerja bagi komunitas lokal. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus ganda. Data dikumpulkan melalui wawancara semi‑struktur mendalam, observasi lapangan, dan dokumen pendukung dari pelaku bisnis, pekerja, serta informan terkait. Data dianalisis menggunakan analisis tematik reflektif melalui tahapan pengkodean, pengembangan tema, dan interpretasi makna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa absorpsi tenaga kerja di industri perabot Kota Jayapura berfluktuasi, tidak berhubungan linier dengan pertumbuhan bisnis, dan dipengaruhi secara kuat oleh pola produksi berbasis pesanan. Tenaga kerja lokal menjadi potensi penting, namun masih menghadapi hambatan terkait keterampilan, disiplin, dan keberlanjutan pekerjaan. Di tengah keterbatasan sumber daya, pelaku bisnis mengembangkan strategi adaptif melalui tim inti, tenaga proyek tambahan, pelatihan informal, diversifikasi produk, dan memanfaatkan jaringan sosial pelanggan. Temuan ini menegaskan bahwa absorpsi tenaga kerja dalam industri perabot perlu dipahami sebagai proses sosial‑ekonomi kontekstual, dan memperkuat sektor ini memerlukan dukungan modal kerja, akses bahan baku, pengembangan keterampilan, serta penguatan ekosistem usaha kecil lokal.

Absorpsi tenaga kerja di industri perabot Kota Jayapura tidak mengikuti pola linier pertumbuhan bisnis.lebih bersifat fluktuatif dan dipengaruhi oleh permintaan pasar, pola produksi berbasis pesanan, serta keterbatasan modal, bahan baku, dan teknologi.Tantangan utama bagi pekerja lokal meliputi kebutuhan pelatihan, disiplin kerja, dan ketidakpastian ketenagakerjaan.Pelaku bisnis mengadopsi strategi adaptif seperti menjaga tim inti, menambah tenaga proyek, pelatihan informal, dan diversifikasi produk untuk menjaga kelangsungan usaha dan lapangan kerja.Oleh karena itu, peningkatan absorpsi tenaga kerja memerlukan intervensi terfokus pada pendanaan modal kerja, fasilitas bahan baku, program pelatihan keterampilan, serta penguatan jaringan dan ekosistem usaha kecil.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji efektivitas program pelatihan keterampilan kerja informal bagi tenaga kerja lokal dalam industri perabot, membandingkan dinamika absorpsi tenaga kerja antar kota di Papua dengan kota industri perangkat keras lain di Indonesia, dan mengembangkan model penyaluran modal kerja mikro berbasis jaring sosial untuk mendukung pelaku usaha kecil perabot dalam meningkatkan daya saing dan stabilitas lapangan kerja.

  1. Technology is not enough: Potential job displacement in an AI-driven future | HSTalks. technology potential... doi.org/10.69554/favx7910Technology is not enough Potential job displacement in an AI driven future HSTalks technology potential doi 10 69554 favx7910
  2. Exploring Ethnomethodology: A New Framework for Analyzing Human Resource Practices | Kurniawan | Jurnal... journal.um.ac.id/index.php/jph/article/view/25149Exploring Ethnomethodology A New Framework for Analyzing Human Resource Practices Kurniawan Jurnal journal um ac index php jph article view 25149
Read online
File size390.01 KB
Pages28
DMCAReport

Related /

ads-block-test