UNISMUHUNISMUH

Kolaborasi : Jurnal Administrasi PublikKolaborasi : Jurnal Administrasi Publik

Aturan dan kebijakan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2008 beserta turunan-turunannya tentang Pengelolaan Sampah telah membawa sistem pengelolaan sampah yang lebih komprehensif dan terintegrasi di Kota Palembang dari hulu hingga hilir, yang mencakup kegiatan pengurangan dan pengolahan sampah. Namun, masih terdapat masalah dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan. Pengembangan lingkungan yang berkelanjutan membutuhkan optimasi pengelolaan sampah dari hulu (pengurangan, pemanfaatan kembali, dan daur ulang) hingga hilir. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat dan kualitas kesadaran pengelolaan sampah di kalangan siswa pendidikan anak usia dini di Kota Palembang, serta menilai peran kurikulum berbasis sekolah dan partisipasi orang tua dalam membentuk kesadaran tersebut. Penelitian ini secara spesifik bertanya: (1) Seberapa jauh siswa di Palembang memahami konsep inti pengelolaan sampah (pengelompokan, pengurangan, daur ulang, dan komposting)? (2) Bagaimana faktor institusional dan orang tua memediasi atau membatasi pemahaman tersebut? (3) Apa yang terungkap dari kerangka kerja pemberdayaan Paulo Freire tentang potensi transformasi dan keterbatasan praktik pedagogis saat ini?.

Berdasarkan hasil identifikasi dan analisis beberapa sekolah pendidikan anak usia dini, menunjukkan kesiapan sekolah dalam menumbuhkan kesadaran pengelolaan sampah yang berkelanjutan di kalangan anak-anak sebagai berikut.Dalam kurikulum dan pembinaan karakter, beberapa sekolah telah memperkenalkan pengelolaan sampah dan cinta lingkungan.Beberapa tahap telah dilakukan, mulai dari penyampaian materi hingga praktik mewarnai, sebagai upaya memberikan pengalaman belajar tentang pengelolaan sampah kepada siswa.Selain melalui kurikulum, bentuk konsisten dalam meningkatkan pemahaman anak adalah melalui kegiatan praktis sehari-hari.Berdasarkan hasil survei, menunjukkan masih adanya beberapa keterbatasan dalam pemahaman anak tentang pengelolaan sampah.Pemahaman anak tentang pengolahan sampah, terutama produk seperti kompos, masih sangat terbatas.Kondisi ini disebabkan oleh keterbatasan anak-anak pendidikan anak usia dini dalam memahami pengelolaan sampah secara komprehensif.Selain peran pendidikan dan praktik di sekolah, kehadiran orang tua sebagai komunitas terdekat sangatlah krusial.Semua orang tua telah memberikan pendidikan di rumah kepada anak-anak mereka tentang praktik pengelolaan sampah.Kehadiran orang tua dan anak-anak yang sadar dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan menjadi modal sosial positif dalam mendukung pengembangan berkelanjutan.Peran pendidikan anak usia dini dalam menumbuhkan kesadaran pengelolaan sampah di Kota Palembang telah menunjukkan kesuksesan berdasarkan upaya yang telah dilakukan.Meskipun masih terdapat beberapa kondisi yang belum sepenuhnya dilaksanakan oleh anak-anak usia dini, beberapa aspek yang teridentifikasi menunjukkan bahwa anak-anak memahami pengelolaan sampah yang berkelanjutan.Dalam pengembangan dan peningkatan yang signifikan yang diberikan, diperlukan intensifikasi media pembelajaran yang lebih menarik untuk memudahkan pemahaman.Peran pendidikan anak usia dini dalam menumbuhkan kesadaran pengelolaan sampah di Kota Palembang telah menunjukkan kesuksesan berdasarkan upaya yang telah dilakukan.Meskipun masih terdapat beberapa kondisi yang belum sepenuhnya dilaksanakan oleh anak-anak usia dini, beberapa aspek yang teridentifikasi menunjukkan bahwa anak-anak memahami pengelolaan sampah yang berkelanjutan.Dilihat melalui kerangka pemberdayaan Freire, temuan penelitian ini mengungkapkan sistem yang masih dalam tahap awal pembentukan.Bukti dialog terlihat dalam interaksi guru-siswa dan penguatan orang tua di rumah, meskipun masih bersifat satu arah (dari guru ke anak) daripada dialog yang benar-benar dialogis.Refleksi kritis, yaitu kemampuan untuk memahami penyebab struktural masalah sampah dan peran seseorang di dalamnya, masih dalam tahap awal.anak-anak menunjukkan kesadaran akan konsekuensi (hampir semua memahami bahaya membuang sampah sembarangan) tetapi kurang dalam kedalaman konsep di bidang pengkategorian sampah dan praktik ekonomi sirkular.Aksi kolektif paling terlihat dalam kemitraan tingkat komunitas antara sekolah, orang tua, dan HIMPAUDI.Untuk maju dari kepatuhan ke kesadaran kritis, inisiatif masa depan harus memprioritaskan pedagogi penempatan masalah, dialog iteratif dengan keluarga, dan pengalaman langsung dengan sistem pemulihan sampah seperti bank sampah.Investasi pemerintah daerah yang berkelanjutan dalam infrastruktur, khususnya dalam meningkatkan kualitas dan ketersediaan tempat sampah, adalah prasyarat yang diperlukan, meskipun tidak cukup, untuk transformasi ini.

Berdasarkan hasil penelitian ini, kami merekomendasikan beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesadaran pengelolaan sampah di kalangan anak-anak usia dini. Pertama, perlu ada pengembangan media pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif untuk membantu anak-anak memahami konsep pengelolaan sampah dengan lebih mudah. Kedua, penting untuk melibatkan orang tua dalam kegiatan pengelolaan sampah di sekolah, sehingga mereka dapat mendukung dan mengawasi anak-anak mereka dalam praktik pengelolaan sampah yang benar. Ketiga, penelitian lanjutan dapat fokus pada evaluasi efektivitas program-program pendidikan lingkungan yang sudah ada di sekolah-sekolah pendidikan anak usia dini, serta mengidentifikasi strategi-strategi baru yang dapat meningkatkan kesadaran dan perilaku pengelolaan sampah di kalangan anak-anak.

  1. Repercussions of the COVID-19 pandemic on medical waste management | Atthar | International Journal of... doi.org/10.11591/ijphs.v11i3.21517Repercussions of the COVID 19 pandemic on medical waste management Atthar International Journal of doi 10 11591 ijphs v11i3 21517
  2. Knowledge-attitude-practice method analysis as a guide for Kasomalang Kulon Village waste bank planning... iopscience.iop.org/article/10.1088/1755-1315/737/1/012074Knowledge attitude practice method analysis as a guide for Kasomalang Kulon Village waste bank planning iopscience iop article 10 1088 1755 1315 737 1 012074
Read online
File size706.49 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test