UNDHIRA BALIUNDHIRA BALI

Jurnal Teknologi Informasi dan KomputerJurnal Teknologi Informasi dan Komputer

Teknologi informasi sangat berperan penting dalam berbagai macam instansi, salah satunya adalah koperasi. Koperasi Bina Kasih Sejahtera Universitas Dhyana Pura merupakan koperasi yang mempunyai dua bidang usaha yaitu usaha dagang dan simpan pinjam. Akan tetapi, terdapat beberapa masalah yang sering dihadapi dalam kegiatan penjualan, pengadaan barang dan pelaporan. Masalah terjadi pada proses pencatatan yang masih dilakukan dengan manual. Sehingga sering kali menghabiskan banyak buku setiap kali ada transaksi serta ketelitian yang kurang dalam pendataan transaksi dan pengadaan barang, data barang dan transaksi tidak akurat dan berdampak pada proses pembuatan laporan keuntungan.Penelitian ini menggunakan beberapa metode diantaranya, metode deskriptif yang digunakan dalam pengumpulan data baik secara literatur maupun studi lapangan. Metode Waterfall dipakai untuk menganalisis dan perancangan aplikasi yang dimana tahapannya mengambil kegiatan dasar yang digunakan dalam hampir semua pengembangan prangkat lunak, sehingga dapat lebih mudah untuk dipahami. Metode FIFO (First In First Out) diimplementasikan dalam proses pembuatan laporan pada aplikasi.Hasil penelitian ini adalah Aplikasi Point Of Sale (POS) Menggunakan Barcode Pada Koperasi Bina Kasih Sejahtera Berbasis Dekstop Dengan Metode First In First Out (FIFO) dalam pembuatan laporannya, sehingga memudahkan pengurus atau petugas dalam melayani konsumen dalam hal bertransaksi.

Penelitian ini telah berhasil merancang desain sistem aplikasi Point of Sale (POS) yang komprehensif, mencakup proses penjualan, pengadaan, dan pencatatan barang untuk Koperasi Bina Kasih Sejahtera.Sistem ini dibangun untuk mengatasi kendala pencatatan manual, yang sebelumnya menyebabkan inakurasi data dan inefisiensi waktu.Aplikasi POS berbasis desktop ini diharapkan dapat mempermudah pengurus dan karyawan koperasi dalam melayani konsumen serta mengelola data transaksi dan laporan secara lebih efektif dan akurat.

Melihat potensi pengembangan aplikasi Point of Sale (POS) ini, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dieksplorasi untuk meningkatkan fungsionalitas dan relevansinya. Pertama, bagaimana jika aplikasi ini dikembangkan menjadi platform berbasis web atau mobile, serta dimodernisasi menggunakan teknologi pemrograman yang lebih mutakhir dan sistem basis data yang lebih skalabel? Penelitian dapat difokuskan pada perancangan dan implementasi aplikasi POS lintas platform yang memungkinkan akses data penjualan dan inventaris secara real-time dari berbagai perangkat, memberikan fleksibilitas lebih bagi pengurus koperasi. Hal ini juga akan membahas tantangan migrasi data dari sistem lama dan integrasi dengan infrastruktur TI modern. Kedua, mengingat Koperasi Bina Kasih Sejahtera memiliki dua bidang usaha, yaitu dagang dan simpan pinjam, bagaimana jika sistem POS ini diintegrasikan secara komprehensif dengan modul pengelolaan simpan pinjam? Penelitian ini dapat menguji efektivitas pengembangan sistem terpadu yang mampu mengelola kedua aspek bisnis koperasi dalam satu platform, termasuk potensi berbagi data anggota dan laporan keuangan gabungan. Integrasi ini diharapkan dapat menyederhanakan administrasi dan memberikan pandangan keuangan yang lebih holistik. Ketiga, untuk memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi pengambilan keputusan manajemen, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi penambahan fitur analisis data penjualan dan inventaris yang lebih canggih. Pertanyaan penelitiannya bisa berupa: bagaimana sistem dapat menganalisis pola pembelian, memprediksi permintaan barang, atau mengidentifikasi tren produk terlaris dan paling lambat terjual, untuk mendukung strategi pengadaan dan penetapan harga yang lebih optimal? Pendekatan ini akan mengubah aplikasi dari sekadar pencatat transaksi menjadi alat pendukung keputusan yang strategis, membantu koperasi mengoptimalkan keuntungan dan efisiensi operasional.

Read online
File size637.97 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test