UNIPASBYUNIPASBY

EMBRIO: Jurnal KebidananEMBRIO: Jurnal Kebidanan

Dysmenorrhea adalah masalah yang sering terjadi pada wanita yang dialami sebelum ataupun saat menstruasi berlangsung. Dismenore dapat ditangani dengan metode farmakologi dan non farmakologi untuk dapat meminimalkan rasa nyeri. Intervensi farmakologi, seperti pemberian obat anti nyeri. Sedangkan teknik non farmakologi, di antaranya berupa senam Dysmenorrhea dan kompres hangat. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat perbedaan efektivitas senam Dysmenorrhea dan kompres hangat terhadap penurunan nyeri haid. Desain penelitian menggunakan quasi‑experiment dengan two‑group post‑test. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 20 responden terbagi dalam 2 kelompok. Analisis data menggunakan uji statistik Mann‑Whitney. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan efektivitas yang signifikan antara senam Dysmenorrhea dan kompres hangat terhadap penurunan nyeri haid, dengan nilai p‑value 0,127 ≥ 0,05. Kesimpulan tidak terdapat perbedaan efektivitas antara senam Dysmenorrhea dan kompres hangat, namun berdasarkan skor kompres hangat lebih efektif dalam menurunkan nyeri haid dibandingkan senam Dysmenorrhea.

Temuan penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan dalam efektivitas senam dysmenorrhea dan kompres hangat untuk meredakan nyeri haid (p = 0,127, α = 0,05).Hal ini berarti kedua terapi tersebut memiliki efektivitas yang setara dalam mengurangi nyeri dysmenorrhea, sehingga dapat diterapkan oleh wanita yang mengalami dysmenorrhea.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji pengaruh faktor predisposisi seperti usia, riwayat keluarga, dan durasi siklus menstruasi terhadap efektivitas senam dysmenorrhea dan kompres hangat, sehingga dapat diidentifikasi subkelompok yang paling diuntungkan. Selain itu, studi dapat membandingkan terapi kombinasi (senam kompres hangat) dengan masing‑masing terapi tunggal untuk menilai apakah kombinasi memberikan manfaat tambahan dalam mengurangi nyeri haid. Selanjutnya, diperlukan penelitian longitudinal dengan sampel yang lebih besar dan beragam untuk mengevaluasi efek jangka panjang, tingkat kepatuhan, dan kualitas hidup wanita yang menggunakan intervensi non‑farmakologis ini.

  1. PENGARUH TERAPI RELAKSASI BENSON TERHADAP SKALA NYERI DISMENORE PADA MAHASISWI KEPERAWATAN STIKES St.... journal.ppnijateng.org/jikm/en/article/view/1012PENGARUH TERAPI RELAKSASI BENSON TERHADAP SKALA NYERI DISMENORE PADA MAHASISWI KEPERAWATAN STIKES St journal ppnijateng jikm en article view 1012
Read online
File size320.19 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test