UNISMUHUNISMUH

Otoritas : Jurnal Ilmu PemerintahanOtoritas : Jurnal Ilmu Pemerintahan

Area wisata Labuan Bajo, yang ditetapkan sebagai destinasi super prioritas nasional teratas, saat ini mengalami dinamika kompleks dalam pengembangan pariwisata, ditandai oleh percepatan investasi, peningkatan kedatangan wisatawan, serta tekanan lingkungan dan sosial budaya yang terus meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik tata kelola kebijakan pariwisata terintegrasi di Labuan Bajo dan mengkaji peluang struktural serta kendala institusional dalam mencapai pembangunan pariwisata yang berkelanjutan dan inklusif. Pendekatan studi kasus kualitatif digunakan, dengan mengandalkan wawancara mendalam, analisis dokumen kebijakan, dan observasi lapangan. Temuan menunjukkan bahwa penyelarasan kebijakan nasional dan pembangunan berbasis infrastruktur telah meningkatkan daya saing destinasi dan pencitraan global. Namun, fragmentasi tata kelola masih terjadi karena hubungan antar-pemerintah yang tidak seimbang, sentrisitas sektoral, dan sinkronisasi institusional yang lemah. Studi ini mengidentifikasi tiga celah tata kelola utama: (1) disonansi vertikal antara implementasi kebijakan pusat dan lokal, (2) fragmentasi horizontal antarlembaga sektoral, dan (3) tata kelola partisipatif yang terbatas, yang meminggirkan keterlibatan masyarakat lokal. Temuan-temuan ini menunjukkan bahwa integrasi kebijakan tetap bersifat prosedural daripada substantif. Studi ini berkontribusi dengan mengusulkan model tata kelola pariwisata terintegrasi yang menjembatani perspektif tata kelola multi-level dan integrasi kebijakan, menekankan mekanisme adaptif dan kolaboratif dalam mengelola destinasi prioritas.

Meskipun kebijakan tata kelola pariwisata terintegrasi di Labuan Bajo telah ditetapkan secara formal, implementasinya masih sangat terfragmentasi dan kurang terkoordinasi, ditandai oleh tumpang tindih kebijakan, implementasi program yang tidak efektif, dan sinergi yang lemah antaraktor.Fragmentasi ini disebabkan oleh kendala struktural seperti mekanisme koordinasi yang lemah, pembangunan infrastruktur yang tidak merata, partisipasi masyarakat yang terbatas, dan asimetri kekuasaan, diperparah oleh tekanan lingkungan di Taman Nasional Komodo.Untuk mencapai pariwisata yang terintegrasi dan berkelanjutan, diperlukan reorientasi tata kelola ke pendekatan holistik dan adaptif, termasuk penguatan koordinasi lintas sektoral, pemberdayaan masyarakat, dan penanaman prinsip keberlanjutan lingkungan.

Mengingat tantangan fragmentasi kebijakan dan asimetri kekuasaan dalam tata kelola pariwisata Labuan Bajo, penelitian lanjutan dapat berfokus pada pengembangan dan pengujian model koordinasi lintas-sektoral yang inovatif. Model ini perlu secara spesifik mengatasi hambatan kelembagaan dan kepentingan sektoral yang ada, mungkin dengan mengeksplorasi peran fasilitator independen atau platform digital kolaboratif yang mendorong dialog partisipatif. Selanjutnya, studi dapat menganalisis secara mendalam dampak kumulatif investasi pariwisata berskala besar terhadap daya dukung lingkungan, khususnya ekosistem laut dan darat yang sensitif di sekitar Taman Nasional Komodo, serta kesejahteraan ekonomi dan sosial komunitas lokal. Penting untuk mengidentifikasi indikator keberlanjutan yang dapat diukur dan ambang batas ekologis yang kritis, guna merumuskan kebijakan berbasis bukti yang menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan. Terakhir, untuk meningkatkan kapasitas adaptif tata kelola, riset dapat mengevaluasi efektivitas penerapan sistem informasi geografis (SIG) dan teknologi big data dalam memantau secara real-time perubahan lingkungan, pola kedatangan wisatawan, serta persepsi masyarakat, sehingga memungkinkan penyesuaian kebijakan yang responsif dan proaktif. Dengan demikian, penelitian masa depan tidak hanya mengidentifikasi masalah, tetapi juga menawarkan solusi praktis yang dapat diimplementasikan untuk mencapai tata kelola pariwisata yang benar-benar terintegrasi, adil, dan berkelanjutan di Labuan Bajo.

  1. Handbook on Theories of Governance | Elgar Online: The online content platform for Edward Elgar Publishing.... elgaronline.com/view/edcoll/9781800371965/9781800371965.xmlHandbook on Theories of Governance Elgar Online The online content platform for Edward Elgar Publishing elgaronline view edcoll 9781800371965 9781800371965 xml
  2. Aquatic Conservation: Marine and Freshwater Ecosystems | Aquatic Journal | Wiley Online Library. aquatic... doi.org/10.1002/aqc.3791Aquatic Conservation Marine and Freshwater Ecosystems Aquatic Journal Wiley Online Library aquatic doi 10 1002 aqc 3791
  3. ANALISIS KEBIJAKAN PARIWISATA TERHADAP PENGELOLAAN OBJEK WISATA DI KABUPATEN SAMOSIR | Saputra | Warta... jurnal.dharmawangsa.ac.id/index.php/juwarta/article/view/889ANALISIS KEBIJAKAN PARIWISATA TERHADAP PENGELOLAAN OBJEK WISATA DI KABUPATEN SAMOSIR Saputra Warta jurnal dharmawangsa ac index php juwarta article view 889
Read online
File size745.39 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test