UNISSULAUNISSULA
International Conference on Education, Technology, and Social SciencesInternational Conference on Education, Technology, and Social SciencesStudi ini bertujuan untuk mengeksplorasi inovasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis blended learning bagi siswa kelas V di SD Negeri Kunci 02, Sidareja, Cilacap. Model blended learning menggabungkan pembelajaran tatap muka dan online dengan memanfaatkan teknologi digital, menciptakan pengalaman belajar yang fleksibel, interaktif, dan adaptif terhadap tantangan era digital. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes hasil belajar. Hasil studi menunjukkan bahwa implementasi blended learning di SD Negeri Kunci 02 berjalan baik. Guru menggunakan berbagai media digital seperti video pembelajaran, Google Classroom, dan grup WhatsApp. Pembelajaran tatap muka digunakan untuk memperkuat konsep, sementara pembelajaran online digunakan untuk mendalami materi dan aktivitas mandiri siswa. Faktor pendukung keberhasilan termasuk kesiapan guru dalam literasi digital, ketersediaan perangkat teknologi di sekolah, dan dukungan orang tua. Namun, ada juga hambatan seperti akses internet terbatas di rumah siswa, meningkatnya beban kerja guru, dan rendahnya literasi digital di kalangan sebagian orang tua. Dalam hal efektivitas, implementasi blended learning telah terbukti meningkatkan hasil belajar siswa. Rata-rata skor siswa meningkat signifikan, serta keterampilan afektif dan psikomotor juga berkembang. Siswa lebih aktif dalam diskusi online, menunjukkan antusiasme terhadap pembelajaran, dan menerapkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, blended learning tidak hanya meningkatkan pemahaman akademik, tetapi juga mendukung pembentukan karakter religius.
Implementasi blended learning dalam pembelajaran PAI di SD Negeri Kunci 02 berjalan optimal.Model ini menggabungkan pembelajaran tatap muka dan online melalui media digital seperti video pembelajaran, Google Classroom, dan grup WhatsApp.Pembelajaran tatap muka digunakan untuk memberikan dasar konsep agama, sementara pembelajaran online digunakan untuk mendalami materi dan memotivasi siswa belajar mandiri di rumah.Faktor pendukung utama meliputi ketersediaan infrastruktur teknologi di sekolah, kesiapan guru yang telah menerima pelatihan literasi digital, dan dukungan aktif dari orang tua dalam mengawasi anak saat belajar di rumah.Namun, hambatan utama termasuk akses internet terbatas di rumah sebagian siswa, rendahnya literasi digital di kalangan sebagian siswa dan orang tua, serta meningkatnya beban kerja guru dalam menyiapkan materi tatap muka dan online sekaligus.Efektivitas blended learning terbukti meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan, baik dalam aspek kognitif, afektif, maupun psikomotor.Siswa tidak hanya memahami materi lebih baik, tetapi juga menunjukkan antusiasme tinggi dalam pembelajaran, keaktifan dalam diskusi online, dan penerapan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.Blended learning mampu menanamkan nilai-nilai agama sekaligus mengembangkan karakter siswa yang mandiri, bertanggung jawab, dan memiliki moral yang tinggi.
Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan strategi peningkatan akses internet di daerah terpencil melalui kolaborasi antara pemerintah dan komunitas lokal. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang desain modul pelatihan digital khusus untuk orang tua agar mereka dapat lebih efektif mendampingi anak dalam pembelajaran online. Penelitian juga bisa mengeksplorasi penggunaan teknologi AI untuk memantau keterlibatan siswa dalam pembelajaran online dan memberikan umpan balik instan. Kombinasi ketiga saran ini dapat membantu mengatasi hambatan utama dalam implementasi blended learning, yaitu akses teknologi yang tidak merata, keterbatasan literasi digital orang tua, dan kesulitan dalam memantau aktivitas siswa secara efektif. Dengan pendekatan yang lebih holistik, model pembelajaran ini dapat diperluas ke sekolah-sekolah lain di wilayah dengan kondisi serupa, sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan agama di era digital.
| File size | 151.94 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
CAHAYA ICCAHAYA IC Results indicate significant improvement in structuring and elaborating procedure texts in the experimental group, with silent films enhancing comprehensionResults indicate significant improvement in structuring and elaborating procedure texts in the experimental group, with silent films enhancing comprehension
UmriUmri Kehadiran kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran warga sekolah mengenai cara mengelola sumber pangan dengan teknologi yang tepat, sehinggaKehadiran kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran warga sekolah mengenai cara mengelola sumber pangan dengan teknologi yang tepat, sehingga
CAHAYA ICCAHAYA IC Hasil penelitian menunjukkan bahwa masalah yang dihadapi peserta didik EFL dalam presentasi individu meliputi tiga faktor, yaitu: pengetahuan linguistikHasil penelitian menunjukkan bahwa masalah yang dihadapi peserta didik EFL dalam presentasi individu meliputi tiga faktor, yaitu: pengetahuan linguistik
CAHAYA ICCAHAYA IC Data were obtained from three selected short stories in the Trilogi Insiden by Seno Gumira Ajidarma. Data collection used documentation techniques, andData were obtained from three selected short stories in the Trilogi Insiden by Seno Gumira Ajidarma. Data collection used documentation techniques, and
CAHAYA ICCAHAYA IC Frozen and formal styles were used in official or robotic interactions, consultative styles in semi-formal settings, and intimate style minimally due toFrozen and formal styles were used in official or robotic interactions, consultative styles in semi-formal settings, and intimate style minimally due to
CAHAYA ICCAHAYA IC This study aims to describe the representation of feminism in the film 7 Hati 7 Cinta 7 Wanita directed by Robby Ertanto Soediskam through a literary feministThis study aims to describe the representation of feminism in the film 7 Hati 7 Cinta 7 Wanita directed by Robby Ertanto Soediskam through a literary feminist
CAHAYA ICCAHAYA IC Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi lokusi, ilokusi, dan perlokusi dalam ucapan Pooh dan memahami fungsi serta efek komunikasi yang dihasilkan.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi lokusi, ilokusi, dan perlokusi dalam ucapan Pooh dan memahami fungsi serta efek komunikasi yang dihasilkan.
CAHAYA ICCAHAYA IC instrumental) berkaitan dengan hasil akademik dalam konteks EFL tingkat pendidikan tinggi di Indonesia. Studi ini menemukan bahwa sebagian besar mahasiswainstrumental) berkaitan dengan hasil akademik dalam konteks EFL tingkat pendidikan tinggi di Indonesia. Studi ini menemukan bahwa sebagian besar mahasiswa
Useful /
UmriUmri Aisyiyah Kabupaten Pasaman merupakan organisasi perempuan yang selama ini memiliki kepedulian terhadap anak. Namun peran Aisyiyah Kabupaten Pasaman terhadapAisyiyah Kabupaten Pasaman merupakan organisasi perempuan yang selama ini memiliki kepedulian terhadap anak. Namun peran Aisyiyah Kabupaten Pasaman terhadap
UmriUmri Metode kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui workshop, simulasi, dan pendampingan langsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatanMetode kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui workshop, simulasi, dan pendampingan langsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan
UNMUNM Sumber data adalah anak penderita autis yang berjumlah tiga orang anak ditambah seorang pembimbing sebagai informan kunci. Durasi penelitian selama duaSumber data adalah anak penderita autis yang berjumlah tiga orang anak ditambah seorang pembimbing sebagai informan kunci. Durasi penelitian selama dua
UNMUNM Data penelitian ini berupa kata verbal dan nonverbal sebagai konteks yang melatarbelakangi munculnya ideologi dalam wacana iklan advertorial media massaData penelitian ini berupa kata verbal dan nonverbal sebagai konteks yang melatarbelakangi munculnya ideologi dalam wacana iklan advertorial media massa