UGMUGM

Jurnal KawistaraJurnal Kawistara

Diskriminasi seringkali menimpa penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa di Indonesia. Meski berbagai program pemerintah telah dilaksanakan untuk melindungi penghayat kepercayaan, celah diskriminasi masih terjadi. Hingga kini masih ditemukan pola intoleransi terhadap kelompok agama minoritas melalui mobilisasi kelompok intoleran. Penelitian ini mendeskripsikan secara rinci diskriminasi terhadap Penghayat Kepercayaan di Indonesia sebagai cerminan ketidaksinkronan nilai Pancasila dan Hak Asasi Manusia serta dampaknya terhadap kesehatan mental. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan. Sumber data penelitian ini yaitu sumber data sekunder seperti buku catatan, artikel jurnal, serta data dari internet seperti situs website resmi. Hasil penelitian ini menunjukkan diskriminasi yang dilakukan seperti pembakaran sarana ibadah penghayat kepercayaan Kejawen Urip Sejati dan pengucilan terhadap Penghayat kepercayaan Kaharingan di Kalimantan merupakan sesuatu yang tidak dibenarkan oleh Pancasila dan prinsip hak asasi manusia, hal itu juga dapat menganggu kesehatan mental para penghayat yang menjadi korban. Penelitian ini menyimpulkan diskriminasi yang terjadi mengingatkan kita kembali kepada Pancasila untuk diamalkan lebih kuat agar hal serupa tidak terjadi lagi sehingga hak asasi manusia bisa ditegakkan untuk kesehatan mental bangsa Indonesia.

Diskriminasi terhadap penghayat kepercayaan menimbulkan gangguan kesehatan mental serius, menegaskan perlunya penerapan nilai Pancasila dan hak asasi manusia secara konsisten.Penegakan kebebasan beragama harus dipertahankan agar tidak terjadi pelanggaran hak dasar masyarakat minoritas.Penguatan sistem perlindungan hukum dan sosialisasi nilai toleransi menjadi kunci untuk mencegah diskriminasi serupa di masa depan.

Untuk memperluas pemahaman mengenai dampak diskriminasi pada kesehatan mental penghayat kepercayaan, penelitian lanjutan dapat mengevaluasi efektivitas program pemerintah yang dirancang untuk melindungi minoritas beragama, apakah kebijakan tersebut cukup merataan secara geografis dan sektoral. Selain itu, studi longitudinal dapat memetakan dinamika psikologis korban diskriminasi, menanyakan persepsi mereka tentang dukungan sosial dari jaringan keluarga, teman, dan lembaga masyarakat, serta bagaimana faktor ekonomi mempengaruhi pemulihan mental mereka. Terakhir, peneliti dapat mengeksplorasi peran pendidikan Pancasila dalam membangun kesadaran toleransi di tingkat sekolah, dengan menanyakan apakah kurikulum yang menekankan nilai humanisme dapat mengurangi perilaku intoleran terhadap penghayat kepercayaan sepanjang lintasan pendidikannya.

  1. DOI Name 10.29062 Values. doi name values index type timestamp data hs serv 26z crossref email support... doi.org/10.29062DOI Name 10 29062 Values doi name values index type timestamp data hs serv 26z crossref email support doi 10 29062
  2. DOI Name 10.1080 Values. name values index type timestamp data serv crossref email doiadmin namespace... doi.org/10.1080DOI Name 10 1080 Values name values index type timestamp data serv crossref email doiadmin namespace doi 10 1080
Read online
File size278.29 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test