UNIVEDUNIVED

Just a moment...Just a moment...

Coping skill merupakan strategi dalam mengelola dan beradaptasi dalam situasi sulit serta kemampuan dalam mengatasi adanya kendala-kendala yang dihadapu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui coping skill yang digunakan mahasiswa informatika dalam bimbingan skripsi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara mendalam (deep interview), observasi dan dokumentasi. Adapun teori yang digunakan yaitu teori coping stress dari Lazarus & Folkman. Hasil penelitian ini, menunjukan bahwa mahasiswa Program Studi Informatika lebih cenderung fokus ke permasalahan (problem-focused coping) seperti strategi menyusun jadwal pengerjaan yang teratur, berdiskusi dengan kakak tingkat atau teman, melawan rasa malas, serta mencari referensi tambahan dari jurnal-jurnal penelitian terdahulu dan website dalam mengerjakan revisi skripsi, sebab tidak semua mahasiswa Program Studi Informatika memiliki kemampuan dalam mengelola emosi (emotion-focused coping) seperti terbawa emosi, tertekan, kesal ketika proses bimbingan dengan dosen sangat lama dan berulang kali melakukan revisi skrisi. Hasil temuan, beberapa dosen tidak membalas chat mahasiswa bimbingan skripsi, dosen belum ada waktu sehingga mahasiswa belum semua mampu mengelola emosinya dikarenakan masih kurangnya rasa sabar, masih mudah putus asa, mudah panik, belum bisa melawan rasa malas. Ditambah lagi kurangnya komunikasi antara mahasiswa dan dosen sehingga menyebabkan mahasiswa kurang termotivasi untuk menyelsaikan proses bimbingan skripsinya dengan dosen.

Penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa bimbingan skripsi menggunakan dua strategi coping utama, yaitu problem-focused coping dan emotion-focused coping.Mahasiswa Informatika cenderung lebih sering menggunakan problem-focused coping, seperti mengatur waktu dan mencari bantuan, karena tidak semua mahasiswa memiliki kemampuan mengelola emosi.Dukungan dari dosen pembimbing, berupa arahan yang jelas dan komunikasi yang baik, sangat penting dalam membantu mahasiswa mengembangkan coping skill yang lebih proaktif.

Berdasarkan hasil penelitian, perlu adanya peningkatan komunikasi antara mahasiswa dan dosen pembimbing skripsi, misalnya melalui forum diskusi rutin atau penggunaan platform komunikasi online yang lebih responsif. Penelitian selanjutnya dapat berfokus pada pengembangan program pelatihan coping skill yang spesifik untuk mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi, dengan mempertimbangkan perbedaan individu dan gaya belajar. Selain itu, penting untuk meneliti lebih lanjut mengenai peran dukungan sosial dari teman sebaya dan keluarga dalam membantu mahasiswa mengatasi stres akademik selama proses bimbingan skripsi, serta bagaimana universitas dapat menyediakan sumber daya yang lebih memadai untuk mendukung kesehatan mental mahasiswa. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang bagaimana mahasiswa dapat mengelola stres dan menyelesaikan skripsi dengan lebih baik, sehingga dapat meningkatkan kualitas pendidikan tinggi dan kesejahteraan mahasiswa.

Read online
File size233.85 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test