UBTUBT

Jurnal Pengabdian Masyarakat BorneoJurnal Pengabdian Masyarakat Borneo

Peran pendidikan khususnya perguruan tinggi sangat penting untuk menumbuhkan minat mahasiswa dalam berwirausaha sehingga setelah lulus mampu untuk menciptakan lapangan kerja dengan melakukan wirausaha yang sesuai dengan bidang ilmu yang ditekuni. Sebagai upaya untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan bagi mahasiswa, IST AKPRIND dalam proses belajar mengajar juga membekali mahasiswa dengan mata kuliah yang berhubungan dengan proses berwirausaha. Disamping materi di kurikulum, kegiatan ekstra kurikuler juga menjadi salah satu solusi untuk memberikan pengalaman dan ilmu dalam berwirausaha. Dengan adanya aktivitas ini, diharapkan mahasiswa dapat mengasah jiwa wirausaha, meningkatkan soft skill dengan terlibat langsung dalam dunia kerja, meningkatkan keberanian memulai usaha serta mendapatkan dukungan dalam pendampingan secara terpadu. Mulai tahun 2016, tim IST AKPRIND mendapatkan kepercayaan dari DIKTI untuk mengelola Iptek Bagi Kewirausahaan (IbK) selama 3 tahun dan salah satu aktivitasnya adalah membentuk unit kewirausahaan yang dikelola mahasiswa, yakni Software House, Short Course and Consultation (SSC) yang menawarkan jasa konsultasi dan pelatihan aplikasi komputer kepada masyarakat.

Kegiatan kewirausahaan bagi mahasiswa, seperti SSC, harus diprioritaskan baik dalam ekstrakurikuler maupun kurikuler untuk mengoptimalkan peran laboratorium dan meningkatkan kompetensi ICT mahasiswa.Dukungan kampus dan dosen menjadi faktor penentu keberhasilan usaha tersebut.Melalui SSC, mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan pembuatan aplikasi web serta memberikan layanan kepada masyarakat dan institusi.

Sebaiknya dilakukan studi longitudinal untuk mengevaluasi dampak jangka panjang program SSC terhadap peningkatan kompetensi kewirausahaan mahasiswa, dengan mengukur perubahan keterampilan teknis, motivasi, dan tingkat penempatan kerja selama tiga tahun setelah partisipasi. Penelitian selanjutnya dapat meneliti model bisnis yang paling efektif untuk keberlanjutan unit layanan konsultasi dan pelatihan berbasis laboratorium, dengan membandingkan strategi penetapan harga, diversifikasi layanan, dan kemitraan industri dalam konteks perguruan tinggi. Selanjutnya, diperlukan analisis faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi teknologi digital oleh UMKM lokal yang menjadi klien SSC, untuk mengidentifikasi hambatan dan peluang dalam transformasi digital serta memberi rekomendasi kebijakan pendukung. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan praktis bagi institusi pendidikan tinggi dalam merancang program kewirausahaan yang lebih terukur, berkelanjutan, dan berdampak luas. Selain itu, studi komparatif antara program SSC dengan inisiatif kewirausahaan serupa di institusi lain dapat mengidentifikasi praktik terbaik dan faktor keberhasilan yang dapat diadopsi secara nasional. Akhirnya, penelitian mengenai persepsi mahasiswa dan dosen terhadap integrasi kegiatan wirausaha dalam kurikulum dapat membantu merumuskan kebijakan akademik yang mendukung sinergi antara pembelajaran formal dan pengalaman praktis.

Read online
File size788.85 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test