STMIK AMIKBANDUNGSTMIK AMIKBANDUNG

Journal of Information TechnologyJournal of Information Technology

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan ekonomi produktif yang berdiri sendiri yang dilakukan oleh perorangan atau badan usaha. Permasalahan yang muncul adalah calon pelaku UMKM memiliki kriteria tersendiri mengenai lokasi ideal sesuai kriteria yang diinginkan sehingga penentuan lokasi akan bersifat subjektif dan menghasilkan berbagai kemungkinan. Untuk dapat menyelesaikan masalah tersebut pada penelitian ini diusulkan penggunaan metode AHP sebagai media hitung multikriteria agar dapat menghasilkan berbagai macam kemungkinan lokasi sesuai perspektif calon pelaku. Kriteria yang digunakan dalam penelitian ini meliputi lingkungan, aksesibilitas, dan fasilitas. Selain itu, teknologi Geographic Information System (GIS) juga digunakan dalam penelitian ini sebagai media visualisasi rekomendasi yang dihasilkan Analitycal Hierarchy Process (AHP) serta proses collecting data populasi di Kabupaten Bandung Barat. Berdasarkan hasil integrasi GIS dan AHP yang dilakukan dalam penelitian ini, didapatkan kesimpulan berupa hasil penghitungan dengan bobot tertinggi adalah lingkungan dengan nilai 0,633, selanjutnya adalah aksebilitas dengan nilai 0,26 dan yang terakhir adalah fasilitas dengan nilai 0,106. Sedangkan untuk lokasi, kelurahan Padalarang merupakan lokasi yang cocok untuk dijadikan lokasi UMKM karena memiliki nilai tertinggi yaitu 3,488. Hasil perhitungan tersebut didapatkan dari penginputan bobot kriteria yang menghasilkan normalisasi dan hasilnya akan dikalikan dengan nilai dari alternatif yang ada.

Kriteria yang digunakan untuk menentukan lokasi awal UMKM ada 8 yaitu ketersediaan lahan parkir, biaya sewa, mudah dijangkau, mudah dilihat, pesaing, pendapatan daerah, kepadatan, populasi.Berdasarkan dari hasil pembobotan kriteria yang memiliki bobot tertinggi yaitu lingkungan dengan nilai 0.633, selanjutnya adalah aksebilitas dengan nilai 0,260 dan yang terakhir adalah letak dengan nilai 0,106.Penilaian dengan menggunakan metode AHP memberikan hasil bahwa lokasi 1 merupakan letak yang cocok untuk dijadikan tempat UMKM karena mendapatkan bobot 3.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan memperluas cakupan wilayah studi, mencakup daerah lain di luar Kabupaten Bandung Barat untuk mengetahui variasi faktor-faktor yang memengaruhi pemilihan lokasi UMKM. Selain itu, penelitian dapat mengintegrasikan metode lain seperti TOPSIS atau Fuzzy AHP untuk membandingkan keefektifan metode yang berbeda dalam menentukan lokasi UMKM. Terakhir, perlu dilakukan penelitian tentang dampak sosial dan ekonomi dari pemilihan lokasi UMKM berdasarkan metode AHP dan GIS terhadap pertumbuhan ekonomi lokal dan tingkat kesejahteraan masyarakat sekitar.

  1. Sistem Informasi Geografis Penyebaran Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Majalengka | Jurnal... doi.org/10.25126/jtiik.2020752489Sistem Informasi Geografis Penyebaran Usaha Mikro Kecil Menengah UMKM di Kabupaten Majalengka Jurnal doi 10 25126 jtiik 2020752489
  2. PEMILIHAN LOKASI USAHA DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEBERHASILAN USAHA JASA BERSKALA MIKRO DAN KECIL | Managament... ejournal.unib.ac.id/index.php/Insight/article/view/7437PEMILIHAN LOKASI USAHA DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEBERHASILAN USAHA JASA BERSKALA MIKRO DAN KECIL Managament ejournal unib ac index php Insight article view 7437
  1. #pelaku umkm#pelaku umkm
  2. #qr code#qr code
Read online
File size640.61 KB
Pages4
Short Linkhttps://juris.id/p-2e1
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test