UNIVEDUNIVED

Just a moment...Just a moment...

Fenomena Flexing di seleb TikTok bukan sekedar tindakan fisik memamerkan kekayaan dan berdasarkan beberapa penelitian, flexing seleb TikTok merupakan sebuah bentuk komunikasi simbolik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui flexing yang dilakukan oleh seleb TikTok Adelina Margareta sebagai komunikasi simbolik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis semiotika model Roland Barthes yang fokus perhatiannya tertuju pada gagasan tentang signifikasi dua tahap (two order of significations), yaitu menganalisis penanda (signifier) dan petanda (signified). Berdasarkan hasil analisis terhadap 2 konten TikTok Adeline Margaret dengan pendekatan teori Roland Barthes, maka diketahui bahwa kedua konten yang dianalisis mengandung makna denotatif, konotatif dan mitos untuk menciptakan persepsi penonton pada simbol dari status sosial, keberhasilan finansial, atau citra diri yang ingin diproyeksikan oleh Adeline Margaret. Denotasi dari representasi langsung dari objek yang ditampilkan, yaitu kekayaan. Makna konotasi merujuk pada nilai-nilai sosial yang terkait dengan kemewahan dan ketenaran. Gaya hidup hedonis dan pamer barang mewah merupakan bentuk representasi dari kehidupan kaum kaya raya. Melalui representasi visual dan naratifnya, Adeline Margaret membangun citra diri yang ideal dan menginspirasi pengikutnya untuk mengejar gaya hidup serupa.

Berdasarkan apa yang telah dibahas dari hasil penelitian terhadap dua konten maka peneliti menyimpulkan konten TikTok bertema flexing yang diposting oleh seleb TikTok Adeline Margaret dapat diinterpretasikan sebagai bentuk komunikasi simbolik sesuai dengan teori Roland Barthes, khususnya dalam konsep denotatif, konotatif, dan mitos.Hal ini dapat dibuktika dengan hal-hal sebagai berikut.Dalam konteks denotatif, video-video Adeline Margaret yang menampilkan dirinya memamerkan kekayaan dan gaya hidup mewah secara langsung menggambarkan pesan yang jelas tentang kemewahan dan kesuksesan.Denotasi dari tindakan tersebut adalah representasi langsung dari objek yang ditampilkan, yaitu kekayaan material seperti perilaku hedonis dan pamer tas mewah.Dalam aspek konotatif, penampilan Adeline Margaret yang glamor dan penggunaan barang-barang mewah seperti tas desainer atau perilaku membuang baju yang kondisinya masih sangat baik, diinterpretasikan sebagai simbol status sosial dan popularitas.Konotasi dari tindakan tersebut melampaui makna literalnya dan merujuk pada nilai-nilai sosial yang terkait dengan kemewahan dan ketenaran.Dalam konteks mitos, konten TikTok Adeline Margaret menciptakan narasi atau cerita tentang kehidupan ideal yang diimpikan banyak orang.Melalui representasi visual dan naratifnya, Adeline Margaret membangun citra diri yang ideal dan menginspirasi para pengikutnya untuk mengejar gaya hidup serupa.Dengan demikian, konten flexing Adeline Margaret tidak hanya menyampaikan pesan secara nyata tetapi juga membawa makna-makna tambahan dalam bentuk simbol-simbol yang terkait dengan aspirasi dan impian.

Berdasarkan penelitian ini, disarankan untuk mengembangkan pendekatan analisis semiotika dalam ranah penelitian berbagai media komunikasi. Analisis semiotika dapat digunakan untuk mengungkap makna di balik cerita, baik di media sosial, media massa, film, atau bentuk komunikasi lainnya. Penelitian lanjutan dapat berfokus pada dampak fenomena flexing terhadap perilaku konsumtif dan aspirasi masyarakat, serta bagaimana hal ini mempengaruhi dinamika sosial dan ekonomi. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi strategi pemasaran yang digunakan oleh seleb TikTok dalam konten flexing mereka, dan bagaimana strategi ini mempengaruhi interaksi antara seleb dan pengikutnya.

Read online
File size394.35 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test