UNIVEDUNIVED

Just a moment...Just a moment...

Iklan adalah sumber pendapatan utama media massa, sekaligus salah satu bentuk promosi atau bujukan yang paling banyak digunakan. Setiap iklan menyampaikan makna tertentu, termasuk pesan moral. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis semiotika Charles Sanders Peirce. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi. Iklan Ajinomoto Health Provider menyampaikan pesan mendalam tentang kepedulian terhadap kesehatan pribadi dan keberlanjutan lingkungan. Bapak Aji, sebagai tokoh utama, mengajak penonton untuk melakukan langkah sederhana namun signifikan dalam menjaga kesehatan, seperti mengonsumsi garam secara bijak guna mengurangi risiko hipertensi. Iklan ini menekankan bahwa gaya hidup sehat dimulai dari keputusan pribadi dalam mengatur pola hidup sehari-hari. Tanggung jawab sosial perusahaan dalam mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan juga ditegaskan. Langkah konkret seperti pengurangan penggunaan plastik pada kemasan dan pendirian stasiun daur ulang menunjukkan komitmen Ajinomoto terhadap keberlanjutan. Stasiun daur ulang menjadi simbol nyata peran aktif perusahaan dalam menciptakan dunia yang lebih bersih dan sehat. Pesan moral dalam iklan ini mengajarkan kepedulian terhadap alam, pentingnya menjaga kesehatan pribadi, serta saling peduli antarindividu, yang saling terkait dan berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup. Untuk memperkuat pesan, perlu penjelasan rinci dengan data atau fakta mengenai hubungan konsumsi garam dan kesehatan. Disarankan pula penambahan elemen interaktif seperti berbagi pengalaman di media sosial untuk meningkatkan keterlibatan, serta penggunaan visual menarik seperti gambar atau animasi inspiratif untuk menggambarkan dampak positif pola hidup sehat.

Iklan Ajinomoto Health Provider secara efektif menyampaikan pesan moral yang relevan dengan kesehatan pribadi, tanggung jawab sosial, dan kepedulian terhadap lingkungan.Melalui tokoh Bapak Aji, iklan ini mengajak penonton melakukan perubahan sederhana namun berdampak besar, seperti mengelola konsumsi garam dan menggunakan produk ramah lingkungan.Iklan ini berfungsi sebagai media komunikasi massa yang memberikan informasi, interpretasi, dan nilai-nilai penting mengenai pola hidup sehat dan keberlanjutan.

Pertama, perlu dilakukan penelitian mengenai efektivitas penyampaian pesan kesehatan dalam iklan melalui pendekatan semiotika Peirce dibandingkan dengan pendekatan Barthes, untuk memahami mana yang lebih kuat dalam membangun pemahaman moral di kalangan masyarakat urban Indonesia. Kedua, perlu dikaji bagaimana partisipasi masyarakat melalui media sosial setelah terpapar iklan berbasis pesan moral lingkungan, termasuk sejauh mana ajakan daur ulang atau pengurangan garam benar-benar diadopsi dalam praktik sehari-hari, sehingga dapat dianalisis kesenjangan antara kesadaran dan tindakan. Ketiga, perlu dieksplorasi pengaruh penggunaan visual animasi inspiratif dibandingkan dengan narasi langsung tokoh dalam iklan terhadap keterlibatan emosional dan perubahan sikap audiens, khususnya pada kelompok usia 25–40 tahun yang menjadi target utama gaya hidup sehat. Penelitian-penelitian ini dapat melengkapi temuan dalam paper dengan menguji dimensi efektivitas pesan, keterlibatan audiens, dan strategi visual yang lebih dalam, sekaligus mengembangkan saran praktis menjadi arah studi yang sistematis dan terukur.

Read online
File size275.13 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test