AKSARAGLOBALAKSARAGLOBAL

Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan KebudayaanJurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pesan moral yang terdapat dalam film Dua Garis Biru menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Film ini mengisahkan tentang permasalahan yang dihadapi oleh sepasang remaja yang hamil di luar nikah, yang memunculkan konflik antara harapan, tanggung jawab, dan dampak sosial. Dengan menggunakan teori semiotika Barthes, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana tanda-tanda dalam film, baik verbal maupun visual, membentuk makna yang lebih dalam terkait dengan moralitas, norma sosial, dan tekanan budaya. Melalui dua tahap semiotika Barthes, yaitu denotasi dan konotasi, penelitian ini mengidentifikasi makna langsung dari elemen-elemen film serta interpretasi yang lebih kompleks yang mencerminkan nilai-nilai moral dalam masyarakat. Hasil analisis menunjukkan bahwa film ini menyampaikan pesan moral tentang pentingnya tanggung jawab pribadi dan sosial dalam menghadapi konsekuensi dari tindakan, serta bagaimana masyarakat memberikan penilaian terhadap pilihan hidup individu. Penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana media film dapat menjadi sarana penyampaian pesan moral yang kuat melalui penggunaan tanda-tanda yang sarat makna.

Film Dua Garis Biru menyampaikan pesan moral mendalam melalui makna denotatif, konotatif, dan mitos dalam narasi dan simbol-simbol visual, terutama terkait konsekuensi kehamilan di luar nikah.Film ini menekankan pentingnya tanggung jawab, pendidikan seks, komunikasi terbuka antara orang tua dan anak, serta peran dukungan keluarga dalam menghadapi krisis remaja.Selain itu, film ini mengkritik stigma sosial terhadap perempuan dan menawarkan harapan bahwa kesalahan dapat menjadi pelajaran untuk perbaikan diri dan masa depan yang lebih baik.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana pendidikan seks yang diberikan di sekolah berdampak langsung terhadap perilaku remaja dalam menjalin hubungan romantis, serta sejauh mana konten film seperti Dua Garis Biru memengaruhi pemahaman mereka tentang tanggung jawab dan konsekuensi. Selain itu, perlu dikaji bagaimana dinamika komunikasi antara orang tua dan anak berubah setelah menonton film ini, apakah film dapat menjadi mediator yang efektif dalam membuka dialog tentang isu sensitif seperti seksualitas dan kehamilan remaja. Terakhir, penelitian bisa menggali bagaimana stigma sosial terhadap remaja hamil diekspresikan di media sosial dan bagaimana narasi alternatif dari film dapat digunakan untuk membangun empati dan dukungan kolektif dalam komunitas daring.

Read online
File size1.1 MB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test