STIAPEMBANGUNANPALUSTIAPEMBANGUNANPALU

Jurnal ADMINISTRATORJurnal ADMINISTRATOR

Penelitian ini menganalisis peran Balai Pemasyarakatan Kolaka dalam penerapan diversi pada penanganan anak pelaku pidana di Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara. Diversi merupakan pendekatan restorative justice yang bertujuan untuk melindungi kepentingan terbaik anak, mencegah stigma pemenjaraan, dan memberikan ruang pemulihan bagi korban. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan dan analisis data dilakukan pada Juni sampai dengan Agustus 2025 di Kolaka melalui wawancara terhadap aparat kepolisian Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) pada Satuan Reskrim Polres Kolaka, Pembimbing Kemasyarakatan pada Pos Balai Pemasyarakatan Kolaka, observasi terbatas, serta studi dokumen. Analisis dilakukan dengan model Miles, Huberman, dan Saldana (2013), yaitu kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Secara teori, restorative justice menekankan bahwa penyelesaian kasus anak tidak semata-mata berorientasi pada hukuman, tetapi pada pemulihan kerugian korban dan tanggung jawab sosial pelaku (Braithwaite, 1998, 1999, 2004; Zehr, 2015). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme diversi yang berbasis restorative justice dalam kasus anak pelaku pidana, termasuk kekerasan seksual di Kabupaten Kolaka telah dilaksanakan sesuai prosedur hukum dengan melibatkan berbagai pihak, di antaranya Pos Balai Pemasyarakatan melalui Pembimbing Kemasyarakatan di Kolaka.

Mekanisme diversi dalam kasus anak pelaku kekerasan seksual di Kabupaten Kolaka telah dilaksanakan sesuai dengan prosedur hukum dengan melibatkan berbagai pihak, di antaranya Balai melalui Pembimbing Kemasyarakatan di Kolaka.Peran yang dilakukan antara lain melakukan pendampingan terhadap pelaku anak dan memaksimalkan koordinasi, di antaranya dengan Unit PPA Satreskrim Polres Kolaka.

Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa ide penelitian baru, seperti: . . 1. Menganalisis lebih dalam tentang peran Pembimbing Kemasyarakatan dalam proses diversi, terutama dalam hal pendampingan dan pembimbingan anak pelaku pidana. Bagaimana mereka dapat membantu anak-anak ini memahami tanggung jawab sosial dan memulihkan hubungan dengan korban serta masyarakat? . . 2. Meneliti efektivitas kolaborasi antara Balai Pemasyarakatan dengan berbagai pihak terkait, seperti Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Kejaksaan, Pengadilan Anak, dan Pembimbing Kemasyarakatan. Bagaimana koordinasi dan komunikasi antarpihak ini dapat ditingkatkan untuk memastikan proses diversi berjalan lancar dan adil? . . 3. Mengkaji tantangan dan hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan diversi, terutama dalam kasus kekerasan seksual yang melibatkan anak. Bagaimana stigma sosial dan resistensi dari pihak korban dan masyarakat dapat diatasi, sehingga proses diversi dapat berjalan lebih optimal dan tidak mengabaikan pemulihan korban?.

  1. DOI Name 10.52947 Values. doi name values index type timestamp data hs serv 09z crossref email support... doi.org/10.52947DOI Name 10 52947 Values doi name values index type timestamp data hs serv 09z crossref email support doi 10 52947
  2. THE URGENCE OF REGULATION OF THE CONCEPT OF RESTORATIVE JUSTICE AGAINST CHILDREN OF SEXUAL VIOLENCE REGULATION... ejurnal.iblam.ac.id/IRL/index.php/ILR/article/view/123THE URGENCE OF REGULATION OF THE CONCEPT OF RESTORATIVE JUSTICE AGAINST CHILDREN OF SEXUAL VIOLENCE REGULATION ejurnal iblam ac IRL index php ILR article view 123
  3. Pemangku Kepentingan Mengatasi Permasalahan Anak Berhadapan Dengan Hukum Melalui Diversi | Sosio Konsepsia:... doi.org/10.33007/ska.v13i2.3390Pemangku Kepentingan Mengatasi Permasalahan Anak Berhadapan Dengan Hukum Melalui Diversi Sosio Konsepsia doi 10 33007 ska v13i2 3390
Read online
File size501.59 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test