KHARISMAKHARISMA

KHARISMA TechKHARISMA Tech

Permasalahan kesehatan mental seperti stres, kecemasan, dan depresi semakin sering dialami mahasiswa, namun akses terhadap layanan konseling masih rendah akibat stigma sosial, rendahnya literasi kesehatan mental, dan keterbatasan konselor. Jam layanan terbatas serta kekhawatiran terkait kerahasiaan data pribadi semakin memperburuk rendahnya pemanfaatan layanan yang tersedia. Kondisi serupa terjadi di STMIK Kharisma Makassar, di mana unit konseling belum dimanfaatkan secara optimal sehingga perannya belum berjalan maksimal. Penelitian ini membangun Vikha (Virtual Konseling Kharisma), chatbot konseling berbasis WhatsApp untuk memberikan dukungan psikologis awal secara empatik. Vikha menggunakan OpenAI GPT-4 dan teknik prompt engineering dengan empat jenis prompting yaitu Behavior, Knowledge, Follow-up, dan Scheduling. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penggunaan behavior, knowledge, follow-up, dan scheduling prompting membuat chatbot konseling berfungsi optimal dengan tingkat keberhasilan masing-masing 95%, 90%, 85%, dan 100%. Evaluasi dilakukan dengan skenario yang merepresentasikan permasalahan umum mahasiswa untuk menilai ketepatan respons, relevansi saran, dan tindak lanjut percakapan. Hasil ini, yang telah divalidasi oleh psikolog kampus, mengonfirmasi bahwa Vikha layak, andal, dan siap digunakan sebagai pendukung layanan konseling awal di STMIK Kharisma Makassar, sehingga diharapkan dapat meningkatkan akses dan efektivitas layanan kesehatan mental di kampus.

Penelitian ini berhasil merancang dan membangun chatbot berbasis WhatsApp sebagai asisten virtual untuk konseling psikologis mahasiswa STMIK Kharisma Makassar.Chatbot ini memiliki rancangan arsitektur, basis pengetahuan, dan alur percakapan yang mendukung proses konseling awal secara empatik dan profesional.Chatbot yang dihasilkan mempermudah akses layanan konseling bagi mahasiswa karena dapat diakses melalui platform WhatsApp yang umum digunakan, sehingga meningkatkan keterjangkauan dan efektivitas layanan konseling di lingkungan kampus.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi efektivitas Vikha dalam jangka panjang dan dampaknya terhadap kesejahteraan psikologis mahasiswa secara keseluruhan. Kedua, pengembangan sistem dapat ditingkatkan dengan mengintegrasikan fitur personalisasi yang lebih canggih, seperti analisis sentimen dan adaptasi respons berdasarkan profil individu mahasiswa. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan protokol keamanan dan privasi data yang lebih ketat untuk memastikan kerahasiaan informasi pribadi mahasiswa yang berinteraksi dengan chatbot. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan layanan kesehatan mental berbasis teknologi yang lebih efektif dan terjangkau bagi mahasiswa, serta meningkatkan kesadaran dan akses terhadap dukungan psikologis di lingkungan kampus. Dengan demikian, diharapkan dapat tercipta lingkungan kampus yang lebih sehat dan suportif bagi seluruh mahasiswa.

  1. Leveraging Large Language Models to Power Chatbots for Collecting User Self-Reported Data | Proceedings... dl.acm.org/doi/10.1145/3637364Leveraging Large Language Models to Power Chatbots for Collecting User Self Reported Data Proceedings dl acm doi 10 1145 3637364
  2. Prompting and In-Context Learning: Optimizing Prompts for Mistral Large | Research Square. prompting... researchsquare.com/article/rs-4430993/v1Prompting and In Context Learning Optimizing Prompts for Mistral Large Research Square prompting researchsquare article rs 4430993 v1
  3. 0. loading academic.oup.com/bjsopen/article/doi/10.1093/bjsopen/zrab070/63304080 loading academic oup bjsopen article doi 10 1093 bjsopen zrab070 6330408
Read online
File size609.98 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test