ABHINAYAABHINAYA
Journal of Social Growth and Development StudiesJournal of Social Growth and Development StudiesDinamika perkembangan di salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Brebes, analog dengan mitos Yunani pandoras box sebagai metafora untuk banyak masalah dan kesulitan yang ada di dalamnya. Pandoras Box yang dimaksud dalam konteks perkembangan di Kabupaten Brebes adalah kualitas layanan kesehatan yang rendah yang ditandai dengan prevalensi stunting (anak stunted) yang tinggi. Pertanyaan penelitian yang dirumuskan adalah mengapa prevalensi stunting di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah terus terjadi dan apa faktor-faktor yang menjadi akar masalah dari perspektif konsep Segitiga Kekerasan Galtung. Temuan penelitian ini adalah prevalensi stunting yang tinggi disebabkan oleh perpotongan/interkoneksi antara tiga bentuk kekerasan Galtung. Kekerasan langsung terjadi secara lisan, yang memukul psikis keluarga dengan anak stunted dalam bentuk stigma sosial dan secara fisik dalam bentuk kekerasan dalam rumah tangga, keduanya yang diizinkan menjadi budaya diam dalam masyarakat. Kekerasan struktural terjadi dalam struktur dan sistem sosial yang tidak adil yang semakin memperburuk kemiskinan dan ketimpangan, akses yang tidak memadai terhadap fasilitas dan layanan kesehatan, tingkat literasi masyarakat yang rendah, terutama pengetahuan tentang ketentuan pra-pernikahan, dan akses yang tidak merata terhadap air bersih, sanitasi lingkungan, dan ketiadaan diversifikasi makanan lokal. Pada saat yang sama, kekerasan budaya juga bekerja untuk memperkuat dan melegitimasi kekerasan langsung dan struktural yang terjadi, seperti adanya stigma.
Stunting di Kabupaten Brebes dapat dipahami melalui lensa Segitiga Kekerasan Galtung, yang mencakup kekerasan langsung, struktural, dan budaya.Kekerasan langsung dialami oleh keluarga, terutama ibu dan anak stunted, baik dalam bentuk verbal seperti stigma sosial maupun kekerasan fisik di dalam rumah tangga.Kekerasan struktural terjadi akibat ketimpangan ekonomi, akses terbatas terhadap layanan kesehatan, tingkat literasi yang rendah, dan praktik pertanian yang mencemari lingkungan dan mempengaruhi kualitas makanan.Sementara itu, kekerasan budaya melegitimasi kondisi-kondisi tersebut melalui norma dan praktik yang mendukung stunting, seperti larangan imunisasi, pola asuh yang tidak tepat, dan diskriminasi gender dalam budaya patriarki yang membebani wanita dengan tanggung jawab ganda.Selain faktor-faktor kekerasan tersebut, kebijakan pemerintah daerah juga berkontribusi terhadap masalah ini, terutama terkait ketidakakuratan data jumlah kasus stunting antara penimbangan serentak oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes dan data nasional dari Kementerian Kesehatan Indonesia.Ketidakakuratan data ini berdampak pada efektivitas intervensi kebijakan.Oleh karena itu, pemahaman yang lebih holistik tentang faktor-faktor penyebab stunting di Kabupaten Brebes sangat penting untuk merumuskan solusi yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Untuk mengatasi stunting secara efektif di Kabupaten Brebes, diperlukan pendekatan komprehensif yang mempertimbangkan aspek kekerasan langsung, struktural, dan budaya. Pertama, perlu meningkatkan kesadaran masyarakat melalui pendidikan kesehatan yang menargetkan keluarga, terutama ibu, tentang pentingnya gizi seimbang, pola asuh yang tepat, dan pencegahan stunting. Program intervensi seperti kelas ayah harus diperkuat dengan strategi yang lebih inklusif untuk meningkatkan peran ayah dalam pengasuhan. Selain itu, perlindungan wanita dan anak dari kekerasan dalam rumah tangga harus diperkuat dengan mekanisme pengaduan dan bantuan yang lebih efektif. Dari sisi struktural, pemerintah daerah perlu memastikan akses yang lebih adil terhadap layanan kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur dasar seperti air bersih dan sanitasi yang memadai. Reformasi kebijakan diperlukan untuk memastikan data stunting yang lebih akurat dan transparan sehingga intervensi dapat ditargetkan dengan baik. Selain itu, program pemberdayaan ekonomi berbasis lokal harus diperkuat untuk mengatasi kemiskinan, yang merupakan akar penyebab stunting. Pendekatan berbasis masyarakat yang melibatkan pemimpin agama dan budaya juga diperlukan untuk mengubah norma dan kebiasaan yang menghambat upaya pencegahan stunting, sehingga menciptakan lingkungan yang lebih mendukung perkembangan anak yang optimal.
| File size | 328.32 KB |
| Pages | 17 |
| DMCA | Report |
Related /
YAYASANPENDIDIKANDZURRIYATULQURANYAYASANPENDIDIKANDZURRIYATULQURAN Temuan ini menegaskan bahwa keterlibatan ayah yang konsisten dan suportif memiliki kontribusi terhadap pembentukan secure attachment, kontrol diri, sertaTemuan ini menegaskan bahwa keterlibatan ayah yang konsisten dan suportif memiliki kontribusi terhadap pembentukan secure attachment, kontrol diri, serta
AMIKOM PURWOKERTOAMIKOM PURWOKERTO Dengan menciptakan lingkungan kerja yang mendukung ketiga aspek ini, perusahaan dapat mendorong peningkatan kinerja secara berkelanjutan dan holistik.Dengan menciptakan lingkungan kerja yang mendukung ketiga aspek ini, perusahaan dapat mendorong peningkatan kinerja secara berkelanjutan dan holistik.
POLTEKKESBENGKULUPOLTEKKESBENGKULU Penelitian dilakukan di sebuah Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Kudus pada tahun 2024. Sampel penelitian sebanyak 106 siswa melalui Teknik purposivePenelitian dilakukan di sebuah Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Kudus pada tahun 2024. Sampel penelitian sebanyak 106 siswa melalui Teknik purposive
STIK KENDALSTIK KENDAL 0, yang merupakan kelanjutan dari Revolusi Industri 4. 0, tantangan pendidikan semakin kompleks, khususnya dalam pembentukan akhlak generasi muda. Pendidikan0, yang merupakan kelanjutan dari Revolusi Industri 4. 0, tantangan pendidikan semakin kompleks, khususnya dalam pembentukan akhlak generasi muda. Pendidikan
JOURNALMPCIJOURNALMPCI Persepsi ibu dianggap sebagai salah satu faktor yang dapat memengaruhi kelengkapan imunisasi pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubunganPersepsi ibu dianggap sebagai salah satu faktor yang dapat memengaruhi kelengkapan imunisasi pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan
UNDIPUNDIP Pengumpulan data meliputi faktor sosiodemografi, dukungan ayah, dan waktu penyapihan ASI. Dukungan ayah dinilai menggunakan kuesioner Dukungan Ayah SelamaPengumpulan data meliputi faktor sosiodemografi, dukungan ayah, dan waktu penyapihan ASI. Dukungan ayah dinilai menggunakan kuesioner Dukungan Ayah Selama
UAIUAI Paparan terhadap dunia digital juga dirasakan oleh orang tua di Desa Pasirtanjung, yang mengungkapkan kesulitan mengasuh anak di era digital. Banyak orangPaparan terhadap dunia digital juga dirasakan oleh orang tua di Desa Pasirtanjung, yang mengungkapkan kesulitan mengasuh anak di era digital. Banyak orang
ST3BST3B Berdasarkan hasil penelitian dan analisa data yang dilakukan, diperoleh kesimpulan strategi orang tua dalam mendidik anak usia dini memiliki pengaruh terhadapBerdasarkan hasil penelitian dan analisa data yang dilakukan, diperoleh kesimpulan strategi orang tua dalam mendidik anak usia dini memiliki pengaruh terhadap
Useful /
UNDIPUNDIP Penelitian ini merekomendasikan agar praktik klinis memprioritaskan intervensi kesehatan mental yang sensitif secara budaya yang disesuaikan dengan pengalamanPenelitian ini merekomendasikan agar praktik klinis memprioritaskan intervensi kesehatan mental yang sensitif secara budaya yang disesuaikan dengan pengalaman
UNDIPUNDIP Di semua provinsi, tindakan pencegahan seperti obat nyamuk bakar atau tikar elektrik mengurangi kasus malaria yang dilaporkan sendiri. Penggunaan kasaDi semua provinsi, tindakan pencegahan seperti obat nyamuk bakar atau tikar elektrik mengurangi kasus malaria yang dilaporkan sendiri. Penggunaan kasa
UNDIPUNDIP Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memperkirakan prevalensi dan faktor risiko yang berpengaruh terhadap prediabetes di kalangan orang dewasa muda diTujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memperkirakan prevalensi dan faktor risiko yang berpengaruh terhadap prediabetes di kalangan orang dewasa muda di
UNDIPUNDIP Intervensi FCEM dapat mengurangi ketakutan akan hipoglikemia pada orang dengan T2DM dengan meningkatkan kemampuan dan dukungan pengasuh keluarga dalamIntervensi FCEM dapat mengurangi ketakutan akan hipoglikemia pada orang dengan T2DM dengan meningkatkan kemampuan dan dukungan pengasuh keluarga dalam