STIEPARISTIEPARI

JUMBIWIRA : Jurnal Manajemen Bisnis KewirausahaanJUMBIWIRA : Jurnal Manajemen Bisnis Kewirausahaan

Industri kecantikan merupakan salah satu sektor dengan pertumbuhan tercepat dan paling kompetitif di dunia. Dalam upaya meraih keunggulan kompetitif, banyak perusahaan mengadopsi strategi pemasaran buzz untuk menciptakan viralitas produk dan mempercepat pertumbuhan penjualan. Pemasaran buzz memanfaatkan platform media sosial, memanfaatkan influencer, buzzer, dan afiliator untuk menyebarkan pesan yang menarik minat dan membentuk persepsi publik yang positif. Meskipun efektif secara komersial, teknik pemasaran ini menimbulkan kekhawatiran etika yang signifikan, terutama terkait tekanan psikologis dan sosial yang diberikan kepada perempuan—basis konsumen utama industri ini. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi kontribusi pemasaran buzz terhadap industri kecantikan sekaligus mengkaji secara kritis implikasi etikanya. Dengan menggunakan pendekatan BP3 normatif—Maksud, Sarana, dan Tujuan—penelitian ini menganalisis bagaimana strategi tersebut selaras atau melanggar prinsip-prinsip pemasaran etis. Metode kualitatif digunakan melalui tinjauan pustaka dan analisis kasus untuk mendukung penilaian normatif. Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa meskipun pemasaran buzz melayani tujuan bisnis yang sah, cara kerjanya seringkali melanggengkan ideal kecantikan yang tidak realistis dan memperkuat ekspektasi masyarakat seputar penampilan fisik. Hal ini memiliki konsekuensi yang tidak diinginkan, yaitu berkontribusi pada ketidakpuasan terhadap citra tubuh, masalah kesehatan mental, dan normalisasi standar kecantikan yang eksklusif. Dampak-dampak ini menimbulkan kekhawatiran tentang integritas etika praktik-praktik tersebut. Studi ini menyimpulkan bahwa agar industri kecantikan dapat berkembang secara etis, industri tersebut harus mengadopsi praktik pemasaran yang lebih inklusif dan bertanggung jawab secara sosial. Perusahaan didorong untuk beralih ke pesan yang merayakan keberagaman penampilan, mempromosikan penerimaan diri, dan memprioritaskan kesejahteraan konsumen. Pemasaran yang etis dalam konteks ini bukan hanya keharusan moral, tetapi juga strategi berkelanjutan untuk kepercayaan dan loyalitas merek jangka panjang.

Berdasarkan penelitian ini menunjukkan bahwa strategi buzz marketing memiliki kontribusi signifikan dalam meningkatkan visibilitas merek dan penjualan dalam industri kecantikan.Namun, melalui pendekatan etika normatif BP3 (Intents, Means, Ends), ditemukan bahwa metode yang digunakan—seperti penggunaan narasi yang memperkuat standar kecantikan sempit—menimbulkan tekanan sosial yang tidak proporsional terhadap perempuan.Akibatnya, muncul dampak negatif berupa ketidakpuasan terhadap tubuh dan ketimpangan persepsi kecantikan yang merugikan perempuan sebagai target utama pemasaran.

Penelitian lanjutan dapat memfokuskan pada analisis dampak kampanye neofeminisme dalam mendorong inklusivitas pada iklan kecantikan digital. Selain itu, perlu dielaborasi bagaimana pendekatan interseksional dapat mengungkap dinamika kemarginalan yang lebih luas terkait gender, kelas sosial, dan ras dalam strategi pemasaran kecantikan. Studi juga dapat mengeksplorasi keefektifan regulasi pemerintah dalam membatasi promosi yang memperkuat standar kecantikan diskriminatif, terutama di platform media sosial yang dipengaruhi oleh pengaruh selebriti.

  1. Comparison of Convenience Sampling and Purposive Sampling, American Journal of Theoretical and Applied... doi.org/10.11648/j.ajtas.20160501.11Comparison of Convenience Sampling and Purposive Sampling American Journal of Theoretical and Applied doi 10 11648 j ajtas 20160501 11
  2. The gender conformity conundrum: The effects of irrelevant gender norms on public conformity: The Journal... tandfonline.com/doi/full/10.1080/00224545.2019.1586636The gender conformity conundrum The effects of irrelevant gender norms on public conformity The Journal tandfonline doi full 10 1080 00224545 2019 1586636
  3. Visualização de Influence Marketing in the Fashion and Beauty Industry. visualiza de influence... ojs.labcom-ifp.ubi.pt/index.php/ec/article/view/283/150Visualizayyo de Influence Marketing in the Fashion and Beauty Industry visualiza de influence ojs labcom ifp ubi pt index php ec article view 283 150
  4. Visualização de Influence Marketing in the Fashion and Beauty Industry. visualiza de influence... doi.org/10.20287/ec.n25.v1.a07Visualizayyo de Influence Marketing in the Fashion and Beauty Industry visualiza de influence doi 10 20287 ec n25 v1 a07
Read online
File size932.56 KB
Pages11
Short Linkhttps://juris.id/p-3j5
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test