HELVETIAHELVETIA

Jurnal Dunia GiziJurnal Dunia Gizi

Vitamin C dapat membantu tubuh menyerap zat besi yang Anda makan untuk menghindari anemia. Pendidikan gizi anemia dapat digunakan untuk meningkatkan kesadaran dan mengubah kebiasaan makan untuk meningkatkan konsumsi zat besi dan vitamin C. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan perubahan konsumsi zat besi dan vitamin C di kalangan remaja putri setelah menerima konseling gizi tentang anemia. Penelitian ini menggunakan CRT (cluster randomized trial) dengan pengacakan untuk menetapkan kelompok perlakuan dan kontrol. Sebanyak 99 peserta ditugaskan ke kelompok perlakuan, sedangkan 101 ditugaskan ke kelompok kontrol. Edukasi gizi online terdiri dari 6 sesi, masing-masing berlangsung selama 2 minggu, dilanjutkan dengan refleksi selama sebulan. Teknik SQ-FFQ digunakan untuk mengumpulkan informasi konsumsi zat besi dan vitamin C. Data konsumsi zat besi dianalisis menggunakan Independent T-test, sedangkan data asupan vitamin C dianalisis menggunakan uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi kenaikan asupan besi pada kelompok perlakuan dan penurunan asupan pada kelompok kontrol (3,10 mg/hari vs -0,71 mg/hari; p=0,001), sedangkan asupan vitamin C (7,22 mg/hari vs 3,02 mg/hari; p=0,014). Kesimpulan penelitian ini adalah setelah menerima konseling gizi, konsumsi zat besi dan vitamin C pada kelompok perlakuan meningkat secara signifikan dibandingkan dengan kelompok kontrol. Kebiasaan makan remaja muda dapat diubah dengan bantuan pendidikan gizi online untuk menghindari anemia.

Konsumsi zat besi dan vitamin C dapat dipengaruhi oleh pemberian edukasi gizi melalui media video naratif.Adanya perbedaan asupan besi vitamin C antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol.Asupan besi dan vitamin C yang paling sering dikonsumsi adalah tempe dan jeruk manis.Remaja putri diharapkan dapat meningkatkan asupan besi dan vitamin C setelah mendapatkan pendidikan gizi dan konsisten dalam menerapkan perilaku makan yang baik dan seimbang.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan beberapa saran berikut: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi efektivitas pendidikan gizi anemia daring dalam meningkatkan asupan zat besi dan vitamin C pada remaja putri di berbagai wilayah dan dengan metode yang berbeda. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengukur dampak jangka panjang dari pendidikan gizi anemia daring terhadap kebiasaan makan dan kesehatan remaja putri. Ketiga, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan efektivitas pendidikan gizi anemia daring dengan metode pendidikan gizi lainnya, seperti ceramah atau brosur, untuk menentukan metode yang paling efektif dalam meningkatkan asupan zat besi dan vitamin C pada remaja putri.

  1. #indeks massa tubuh#indeks massa tubuh
  2. #vitamin c#vitamin c
Read online
File size265.71 KB
Pages10
Short Linkhttps://juris.id/p-3gB
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test