AKSARAGLOBALAKSARAGLOBAL

Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan KebudayaanJurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan

Buku Hilyatul Auliya karya Abu Nuaim al Asfahani adalah buku tentang nilai kemuliaan para pelaku syariat yang sholih mereka sudah populer didalam buku-buku sejarah islam fikih dan hadist, sudah melekat pada ditengah-tengah umat islam terutama para ulama tasawuf para sufi. Karena tasawuf sendiri sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam kajian keislaman dari dulu sampaikan saat ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang kemuliaan-kemulian ilmu mereka, serta cara yang seharusnya untuk menghasilkan ilmu itu. Di dalam buku Hilyat al-Auliya memuat biografi para tokoh Islam dari masa awal (para sahabat). setidaknya dijelaskan biografi delapam ratus ulama tersohor, diawali mulai dari para Khulafa al-Rasyidiin sampai dengan para ulama yang sezaman dengan Abu Nu`aim al-Ashfahani. Buku ini terdiri dari delapan jilid yang tebal dan cetakan terbaru sepuluh jilid. Secara umum kitab ini memuat beberapa bab. bab pertama membahas tentang kemuliaan dan kewaliyan para sahabat, lalu bab kedua riwayat hidup ahli shuffah tingkatan Tabiin, bab ketiga tingkatan ulama Madinah, bab keempat generasi tabiin penduduk Syam, bab keempat Tabiut Tabiin kufah generasi tabiin penduduk Syam, bab kelima generasi Tabiut Tabiin, bab keenam generasi Tabiin yang terkenal tekun beribadah, bab ke tujuh tingkatan penduduk Masyrik, bab delapan, kelompok Wali dan Imam pilihan, orang-orang arif dari penduduk Irak, lalu bab sembilan membahas orang-orang arif dari kalangan ulama Baghdad, bab sepuluh para ulama yang semasa dengan penulis (Abu Nuaim), para pakar hadits dari Ashfahan (419-421 H).

Abu nuaim Al asfahani dalam Hilyatul Auliya telah menjelaskan tentang kemuliaan dan kelebihan para wali Allah.keindahan tentang jejak dan pembelajaran hidup waliyullah.juga kerugian terhadap orang yang membenci dan memusuhi para wali Allah.Tanpa mengesampingkan aspek syariah, Pembukuan al-Sunnah serta nilai-nilai otentifikasi sumber-sumber syariat islam.Tradisi akhlak mulia serta ilmu pengetahuan dan karya ilmiah menjadi corak kehidupan mereka.Perdebatan kualitas hilyatul Auliya terjadi antara Ibnu Mundah dan Abu Nuaim melahirkan bantahan buku ar-Radd alal Hurufiyah wal Hululiyah.Serta bantahan tersebut dengan menulis buku ar-Radd alal Lafzhiyah.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang baru adalah: 1) Melakukan studi komparatif antara Hilyatul Auliya dengan karya-karya serupa dalam tradisi Islam, seperti kitab-kitab tentang kehidupan para wali dan tokoh-tokoh agama lainnya, untuk memahami perbedaan dan kesamaan dalam menggambarkan nilai-nilai mulia dan cara memperoleh ilmu pengetahuan. 2) Meneliti lebih mendalam tentang metode yang digunakan oleh Abu Nuaim al Asfahani dalam mengumpulkan dan mengklasifikasikan informasi tentang para wali Allah, termasuk sumber-sumber yang digunakan dan kriteria yang diterapkan, untuk memahami proses dan keabsahan informasi yang disajikan dalam Hilyatul Auliya. 3) Menganalisis dampak dan pengaruh Hilyatul Auliya terhadap pemahaman dan praktik tasawuf di kalangan umat Islam, terutama di kalangan para sufi dan ulama tasawuf, serta bagaimana karya ini mempengaruhi perkembangan dan penyebaran tasawuf sebagai bagian integral dari kajian keislaman. Dengan menggabungkan saran-saran ini, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang lebih luas dan mendalam terhadap pemahaman kita tentang nilai-nilai mulia, metode memperoleh ilmu, dan peran tasawuf dalam tradisi Islam.

Read online
File size1.03 MB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test