SARI MUTIARASARI MUTIARA

Jurnal Abdimas MutiaraJurnal Abdimas Mutiara

Bencana banjir sering terjadi saat musim hujan. Banjir disebabkan oleh berbagai faktor, seperti hujan, kerusakan retensi Daerah Aliran Sungai (DAS), kesalahan perencanaan pembangunan alur sungai, pendangkalan sungai, dan kesalahan tata wilayah serta pembangunan sarana dan prasarana. Tujuan pemberdayaan masyarakat adalah meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan keterlibatan warga dalam mengenali risiko banjir, mengadopsi praktik ramah lingkungan, serta berpartisipasi dalam pengelolaan drainase dan pengendalian banjir. Kegiatan ini dilaksanakan di Kecamatan Medan Maimun, Kelurahan Aur, Kota Medan, dengan sasaran masyarakat setempat. Setelah pemberdayaan dan sosialisasi, masyarakat terlibat aktif dalam berbagai kegiatan, mulai dari memahami materi hingga mempraktekkannya. Harapan kami, masyarakat dapat mengaplikasikan pengetahuan dan pemahaman mereka untuk mencegah dan mengatasi banjir.

Pemberdayaan masyarakat telah meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang pencegahan dan penanggulangan risiko banjir di Kecamatan Medan Maimun, Kelurahan Aur.Masyarakat membentuk kelompok siaga bencana banjir sebagai relawan.Mereka berkomitmen aktif dalam program pencegahan banjir yang digulirkan pemerintah, seperti kampanye pembersihan drainase dan penanaman pohon.Saran yang diberikan adalah meningkatkan partisipasi masyarakat, terutama kelompok rentan, dalam pengelolaan sumber daya untuk mengurangi risiko bencana.Pihak kelurahan juga disarankan untuk konsisten memberikan sosialisasi terkait penanggulangan bencana dan mengajak masyarakat untuk gotong royong.Pemerintah kota disarankan untuk fokus pada upaya pemberdayaan masyarakat yang telah dikaji dan menangani masalah banjir dengan membedakannya dari masalah infrastruktur lainnya.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada pengembangan strategi komunikasi yang efektif dalam pemberdayaan masyarakat. Bagaimana cara mengkomunikasikan informasi tentang pencegahan dan penanggulangan banjir kepada masyarakat secara luas? Apakah ada metode komunikasi yang lebih inovatif dan interaktif yang dapat digunakan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat? Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi peran teknologi dalam pemberdayaan masyarakat, seperti penggunaan aplikasi atau platform digital untuk meningkatkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan banjir. Terakhir, studi komparatif dapat dilakukan untuk menganalisis keberhasilan dan tantangan dalam pemberdayaan masyarakat di berbagai wilayah yang rentan terhadap banjir, sehingga dapat memberikan rekomendasi yang lebih spesifik dan efektif.

  1. Login. ciptaan lisensi creative commons atribusi doi.org/10.24198/jppm.v4i1.14210Login ciptaan lisensi creative commons atribusi doi 10 24198 jppm v4i1 14210
  2. PEMBERDAYAAN PRANATA SOSIAL MELALUI KOMUNIKASI LINGKUNGAN: MENAKAR PELIBATAN PERAN PEREMPUAN DALAM MITIGASI... journal.ugm.ac.id/kawistara/article/view/24313PEMBERDAYAAN PRANATA SOSIAL MELALUI KOMUNIKASI LINGKUNGAN MENAKAR PELIBATAN PERAN PEREMPUAN DALAM MITIGASI journal ugm ac kawistara article view 24313
  3. IMPLEMENTASI KEBIJAKAN DALAM MITIGASI BENCANA BANJIR DI DESA DAYEUHKOLOT | Kebijakan : Jurnal Ilmu Administrasi.... doi.org/10.23969/kebijakan.v11i1.2235IMPLEMENTASI KEBIJAKAN DALAM MITIGASI BENCANA BANJIR DI DESA DAYEUHKOLOT Kebijakan Jurnal Ilmu Administrasi doi 10 23969 kebijakan v11i1 2235
  4. PERAN PEMERINTAH DALAM MENANGGULANGI RESIKO BENCANA BANJIR DI KABUPATEN KOLAKA UTARA | Otoritas : Jurnal... doi.org/10.26618/ojip.v5i2.124PERAN PEMERINTAH DALAM MENANGGULANGI RESIKO BENCANA BANJIR DI KABUPATEN KOLAKA UTARA Otoritas Jurnal doi 10 26618 ojip v5i2 124
Read online
File size599.67 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test