UNUKALTIMUNUKALTIM

Journal of Sustainable TransformationJournal of Sustainable Transformation

Upacara Erau tradisi warisan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura yang hingga kini tetap dilestarikan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dan ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tradisi ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga mengandung makna komunikasi yang mendalam antara manusia, alam, dan kekuatan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana ritual komunikasi dalam upacara adat Erau berperan sebagai modal sosial masyarakat tradisional Kutai Kartanegara. Metode yang digunakan adalah metode kepustakaan (library research), dengan menelaah berbagai literatur, jurnal ilmiah, buku, dan sumber elektronik yang relevan dengan topik komunikasi budaya, ritual adat, dan modal sosial. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk mengungkap nilai-nilai simbolik, sosial, dan spiritual dalam pelaksanaan upacara Erau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upacara adat Erau mengandung empat bentuk utama ritual komunikasi, yaitu: (1) komunikasi simbolik, yang tercermin dalam penggunaan lambang seperti air dan naga sebagai simbol penyucian dan keseimbangan; (2) komunikasi spiritual, berupa doa dan persembahan kepada Tuhan serta penghormatan terhadap leluhur; (3) komunikasi sosial, yang tampak melalui kerja sama, gotong royong, dan solidaritas antarwarga; dan (4) komunikasi budaya, melalui pewarisan nilai dan norma kepada generasi muda. Ritual Erau berfungsi sebagai modal sosial yang memperkuat jaringan sosial, norma kolektif, dan kepercayaan bersama di tengah masyarakat Kutai Kartanegara, serta berperan penting dalam menjaga kohesi sosial, memperkuat identitas budaya lokal, dan mempertahankan nilai-nilai tradisional di tengah arus modernisasi dan globalisasi.

Upacara Erau mengandung beberapa bentuk komunikasi yaitu komunikasi spiritual dan persembahan memperlihatkan keimanan masyarakat terhadap kekuatan ilahi dan leluhur.Komunikasi sosial yang muncul melalui gotong royong dan partisipasi bersama menumbuhkan solidaritas dan kebersamaan, sedangkan budaya berfungsi sebagai sarana pewarisan nilai, norma, dan tradisi kepada generasi muda.Dengan demikian, upacara adat Erau tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan budaya dan pariwisata, tetapi juga sebagai instrumen memperkokoh kohesi sosial, identitas budaya, dan keberlanjutan nilai-nilai tradisional masyarakat Kutai Kartanegara di tengah arus modernisasi dan globalisasi.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana partisipasi generasi muda dalam ritual Erau memengaruhi transmisi nilai budaya di era digital, misalnya dengan mengkaji penggunaan media sosial dalam pembelajaran simbolik dan sosial ritual. Selain itu, studi perbandingan antara ritual komunikasi Erau dengan upacara adat lain di Indonesia dapat mengungkap pola umum pembentukan modal sosial serta perbedaan konteks lokal yang memengaruhi efektivitasnya. Selanjutnya, penelitian evaluatif tentang dampak komersialisasi pariwisata terhadap fungsi simbolik, spiritual, sosial, dan budaya Erau penting untuk menilai apakah peningkatan kunjungan wisatawan memperlemah atau justru memperkuat peran ritual sebagai instrumen kohesi sosial dan identitas budaya dalam masyarakat Kutai Kartanegara.

Read online
File size339.21 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test