SARI MUTIARASARI MUTIARA

Jurnal Abdimas MutiaraJurnal Abdimas Mutiara

Tingkat pendidikan mayoritas penduduk Siatas Barita hanya mampu menyelesaikan sekolah di jenjang pendidikan wajib belajar sembilan tahun (SD dan SMP). Rendahnya kualitas pendidikan di Siatas Barita tidak terlepas dari terbatasnya sarana dan prasarana pendidikan yang ada, di samping tentu masalah ekonomi dan pandangan hidup masyarakat. Sarana pendidikan di Siatas Barita baru tersedia di level pendidikan dasar 9 tahun (SD dan SMP), sementara akses ke pendidikan menengah ke atas berada di tempat lain yang relatif jauh. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat mengenai pendidikan kesehatan (penyuluhan) tentang manajemen pembuangan sampah yang baik di SMPN 1 Siatas Barita terlaksana dengan baik. Penyuluhan mencakup pengertian sampah, karakteristik sampah di sekolah, pengelolaan sampah, serta perencanaan pengelolaan sampah yang baik dan benar di sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Maret-Mei tahun 2023 di Kecamatan Siatas Barita Kabupaten Samosir.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat mengenai pendidikan kesehatan tentang manajemen pembuangan sampah yang baik di SMPN 1 Siatas Barita terlaksana dengan baik dan mendapat respons antusias dari siswa.Peserta penyuluhan mengajukan tiga pertanyaan terkait materi, menunjukkan minat terhadap pengelolaan sampah.Siswa juga berharap kegiatan serupa dapat dilanjutkan dengan materi lanjutan, khususnya tentang daur ulang sampah.

Pertama, perlu dilakukan penelitian mengenai efektivitas penyuluhan berkelanjutan tentang pengelolaan sampah terhadap peningkatan pengetahuan dan perubahan perilaku siswa dalam membuang sampah secara teratur selama periode waktu tertentu. Kedua, sebaiknya dikembangkan studi tentang penerapan program daur ulang sampah di sekolah dengan melibatkan partisipasi aktif siswa, untuk mengevaluasi potensi sekolah sebagai pusat edukasi lingkungan. Ketiga, perlu dilakukan penelitian tentang kolaborasi antara sekolah dengan lembaga atau instansi yang memiliki kompetensi dalam daur ulang sampah, untuk menilai dampak kemitraan tersebut terhadap keberlanjutan program edukasi dan pengelolaan sampah di lingkungan sekolah. Penelitian-penelitian ini dapat memperkuat fondasi pendidikan lingkungan dan membentuk kebiasaan hidup bersih sejak dini. Program serupa juga perlu diuji di lokasi lain dengan karakteristik masyarakat berbeda untuk melihat adaptabilitas model ini. Dengan pendekatan penelitian yang sistematis, sekolah dapat menjadi agen perubahan dalam masyarakat. Penelitian lanjutan juga dapat mengukur dampak jangka panjang dari intervensi edukatif terhadap kesadaran lingkungan. Keterlibatan komunitas lokal dalam rancangan penelitian dapat meningkatkan relevansi dan penerimaan program. Penting pula mempertimbangkan integrasi materi lingkungan ke dalam kurikulum formal. Hasilnya dapat menjadi acuan bagi institusi pendidikan dan pengabdian masyarakat lainnya.

Read online
File size251.83 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test