STP IPISTP IPI

Sapa: Jurnal Kateketik dan PastoralSapa: Jurnal Kateketik dan Pastoral

Penelitian ini menelaah pergumulan iman para leluhur Israel: Abraham, Sarah, Ishak, Ribka, Yakub, Lea, Rahel, dan Yusuf, sebagai cerminan kasih Allah yang aktif, setia, dan transformatif. Dengan pendekatan kualitatif-teologis berbasis studi kepustakaan, kajian ini menyoroti pola kasih Allah melalui panggilan, janji, pengujian, pemeliharaan, dan penggenapan yang tercermin dalam kehidupan para patriark dan matriark. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Abraham dan Sarah menjadi teladan keberanian dan kepercayaan dalam menghadapi ketidakpastian; Ishak memelihara janji lintas generasi; Ribka, Lea, dan Rahel menegaskan peran aktif perempuan dalam penggenapan rencana ilahi; Yakub mengalami transformasi iman melalui pergumulan pribadi dan keluarga; serta Yusuf menampilkan penyertaan Allah dalam penderitaan yang menghasilkan berkat. Temuan ini menegaskan bahwa kasih Allah hadir di tengah kerapuhan dan konflik manusia, mendorong partisipasi aktif umat dalam rencana ilahi. Penelitian ini memberikan kontribusi pada kajian teologi Perjanjian Lama sekaligus memperkaya refleksi spiritual kontemporer mengenai iman yang dinamis dan transformatif.

Penelitian ini menegaskan bahwa kisah para leluhur Israel—Abraham, Sarah, Ishak, Ribka, Yakub, Lea, Rahel, dan Yusuf—menggambarkan pola kasih Allah yang aktif, setia, dan transformatif dalam perjalanan iman manusia.Melalui panggilan, janji, pengujian, pemeliharaan, dan penggenapan, Allah bekerja secara konsisten, meskipun melalui keterbatasan, konflik, maupun penderitaan manusia.Abraham dan Sarah menjadi teladan keberanian dan kepercayaan dalam menghadapi ketidakpastian, sementara Ishak menunjukkan kesetiaan dan peran dalam memelihara janji lintas generasi.Figur matriark Ribka, Lea, dan Rahel menegaskan peran aktif perempuan dalam penggenapan rencana Allah, sedangkan Yakub menampilkan transformasi iman melalui pergumulan personal dan keluarga.Yusuf menegaskan penyertaan Allah dalam penderitaan serta kemampuan untuk mengubah kesulitan menjadi sarana berkat.Secara keseluruhan, narasi ini relevan bagi konteks kontemporer, mengajarkan bahwa iman sejati melibatkan keberanian, kesetiaan, pengampunan, dan partisipasi aktif dalam rencana Allah yang transformatif serta penuh kasih.

Berdasarkan temuan penelitian ini, saran-saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: Pertama, meneliti lebih lanjut tentang peran dan kontribusi matriark dalam sejarah keselamatan, khususnya dalam konteks sosial dan budaya patriarkal. Kedua, mengeksplorasi bagaimana kisah-kisah leluhur Israel dapat diinterpretasikan dan diterapkan dalam konteks kontemporer, khususnya dalam menghadapi tantangan-tantangan sosial, politik, dan spiritual saat ini. Ketiga, meneliti lebih dalam tentang dinamika kasih Allah dalam narasi leluhur Israel, khususnya dalam konteks pergumulan iman, pengujian, dan pemeliharaan, serta bagaimana hal ini dapat menjadi inspirasi dan panduan bagi umat beriman masa kini.

  1. Analisis Iman Abraham Sebagai Model Iman Masa Kini Berdasarkan Surat Galatia 3:6-9 | REI MAI: Jurnal... ejurnal.stakpnsentani.ac.id/index.php/jrm/article/view/169Analisis Iman Abraham Sebagai Model Iman Masa Kini Berdasarkan Surat Galatia 3 6 9 REI MAI Jurnal ejurnal stakpnsentani ac index php jrm article view 169
  2. Rediscovering the ancient hermeneutic of Rebekah’s character | Tsymbalyuk | HTS Teologiese Studies... hts.org.za/index.php/HTS/article/view/5526Rediscovering the ancient hermeneutic of RebekahAos character Tsymbalyuk HTS Teologiese Studies hts za index php HTS article view 5526
Read online
File size509.24 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test