KOMPETIFKOMPETIF

Jurnal Daya SaingJurnal Daya Saing

Organisasi kepolisian beroperasi dalam lingkungan berisiko tinggi, tertekan waktu, yang menuntut kewaspadaan konstan, profesionalisme, dan respons cepat terhadap situasi yang tidak terduga. Kondisi seperti ini membuat keseimbangan kehidupan kerja menjadi tantangan, terutama karena jam kerja yang panjang, sistem shift, dan paparan terhadap insiden kritis, yang dapat menyebabkan stres dan kelelahan. Studi ini menguji pengaruh budaya kolaboratif terhadap keseimbangan kehidupan kerja, dengan kemampuan manajemen pengetahuan sebagai variabel mediasi di antara petugas polisi. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan PLS-SEM, data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis untuk menilai hubungan langsung dan tidak langsung. Temuan mengungkapkan bahwa budaya kolaboratif secara positif memengaruhi baik kemampuan manajemen pengetahuan maupun keseimbangan kehidupan kerja. Kemampuan manajemen pengetahuan juga secara signifikan memengaruhi keseimbangan kehidupan kerja dan sebagian memediasi hubungan tersebut. Hasil ini menyoroti pentingnya membina kolaborasi dan berbagi pengetahuan sistematis untuk meningkatkan kesejahteraan petugas dan efektivitas organisasi.

Studi ini menyimpulkan bahwa budaya kolaboratif secara signifikan memengaruhi keseimbangan kehidupan kerja baik secara langsung maupun tidak langsung melalui kemampuan manajemen pengetahuan di antara petugas polisi.Budaya kerja kolaboratif memupuk kepercayaan, kerja sama, dan tanggung jawab bersama, yang sangat penting untuk manajemen pengetahuan yang efektif dan pengurangan stres.Kemampuan manajemen pengetahuan berfungsi sebagai mekanisme penting di mana budaya kolaboratif meningkatkan kemampuan petugas untuk mengelola tuntutan pekerjaan dan menjaga keseimbangan antara kehidupan profesional dan pribadi.Memperkuat budaya kolaboratif dan mengembangkan sistem manajemen pengetahuan yang kuat adalah strategi penting untuk meningkatkan kualitas kehidupan kerja, meningkatkan kinerja, dan mendukung keberlanjutan jangka panjang organisasi kepolisian.

Berdasarkan temuan ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk menguji hubungan kausal antara budaya kolaboratif, kemampuan manajemen pengetahuan, dan keseimbangan kehidupan kerja dari waktu ke waktu. Hal ini akan membantu memahami bagaimana perubahan dalam praktik organisasi memengaruhi keseimbangan kehidupan kerja petugas polisi. Kedua, penelitian dapat mengeksplorasi peran variabel moderasi seperti gaya kepemimpinan dan dukungan organisasi dalam hubungan ini. Memahami bagaimana faktor-faktor ini memengaruhi hubungan antara budaya kolaboratif dan keseimbangan kehidupan kerja dapat memberikan wawasan berharga bagi para pemimpin kepolisian. Ketiga, penelitian dapat menyelidiki dampak intervensi berbasis budaya kolaboratif dan program manajemen pengetahuan terhadap keseimbangan kehidupan kerja petugas polisi. Evaluasi program-program ini dapat membantu mengidentifikasi praktik terbaik untuk meningkatkan kesejahteraan petugas dan efektivitas organisasi.

Read online
File size234.08 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test