JRTTJRTT

Journal of Railway Transportation and TechnologyJournal of Railway Transportation and Technology

Light Rail Transit (LRT Jabodebek) adalah kereta api ringan yang melayani dua lintas operasional, yaitu Lintas Cibubur dan Lintas Bekasi. Masalah yang terjadi pada LRT Jabodebek adalah keausan flange roda yang tidak normal. Masalah ini akan berdampak pada umur roda yang lebih pendek. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk menganalisis lintas yang paling berpengaruh terhadap tingkat keausan flange roda LRT Jabodebek dan mengetahui kapan waktu perbaikan dilakukan. Data pengukuran flange yang diperoleh dari data perawatan harian dan bulanan akan dianalisis menggunakan metode regresi linier sederhana. Nilai keausan flange yang disebabkan oleh Lintas Harjamukti-Dukuh Atas sebesar 0,00285 mm dalam satu perjalanan lebih besar dari Lintas Jatimulya-Dukuh Atas sebesar 0,001295 mm. Sementara itu, kereta 1 akan diperbaiki setelah menempuh 117.962 km atau 3944 perjalanan, kereta 2 setelah 74.061 km atau 2424 perjalanan, kereta 13 setelah 237.295 km atau 7908 perjalanan, dan kereta 18 setelah 85.911 km atau 2707 perjalanan. Oleh karena itu, bagian Harjamukti-Dukuh Atas memiliki pengaruh lebih besar terhadap keausan yang terjadi dibandingkan bagian Jatimulya-Dukuh Atas.

Berdasarkan hasil analisis data, terdapat hubungan signifikan antara lalu lintas dan keausan flange roda.Lintas B (Harjamukti-Dukuh Atas) memiliki pengaruh lebih besar dibandingkan lintas A (Jatimulya-Dukuh Atas) terhadap keausan flange.Kereta 1 akan diperbaiki setelah menempuh 118.484 km atau 3809 perjalanan, kereta 2 setelah 74.061 km atau 2424 perjalanan, kereta 13 setelah 237.295 km atau 7908 perjalanan, dan kereta 18 setelah 85.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengaruh faktor-faktor lain seperti praktek perawatan rutin terhadap keausan flange roda. Selain itu, penggunaan bahan material yang lebih tahan aus untuk roda kereta bisa dieksplorasi untuk mengurangi keausan. Studi tentang desain rel yang berbeda, terutama di lintas dengan kelengkungan tinggi, juga relevan. Pengembangan model prediktif menggunakan teknologi machine learning untuk memperkirakan keausan berdasarkan data operasional bisa menjadi arah penelitian. Selain itu, analisis dampak variasi kecepatan dan beban operasional terhadap tingkat keausan perlu dilakukan. Penelitian juga bisa meliputi evaluasi efektivitas pelumasan roda dalam mengurangi gesekan. Studi tentang pengaruh lingkungan seperti suhu dan kelembapan terhadap keausan juga penting. Selain itu, membandingkan metode perawatan yang berbeda antar lintas untuk menemukan yang paling efektif. Penelitian tentang optimasi jadwal perawatan berdasarkan pola operasi kereta juga relevan. Terakhir, eksplorasi teknologi sensor canggih untuk pemantauan real-time keausan flange roda bisa menjadi fokus penelitian lanjutan.

Read online
File size284.49 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test