JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD

JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online)JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran direct instruction berbantuan virtual laboratory terhadap hasil belajar peserta didik dan retensinya pada materi gerak parabola di SMA Negeri 1 Paloh. Bentuk penelitian yang digunakan adalah pre-experimental design dengan rancangan One Group Pretest Posttest yang sudah dimodifikasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh dengan menjadikan semua peserta didik kelas XI IPA sebagai sampel. Tes dalam penelitian ini berjumlah 15 butir yang terdiri dari 12 butir soal pilihan ganda dan 3 butir soal uraian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar peserta didik sebelum dan sesudah menerapkan model pembelajaran direct instruction berbantuan virtual laboratory. Selain itu, tingkat retensi peserta didik secara individual memperoleh nilai persentase retensi yang paling rendah yaitu 73% dengan kategori retensi tinggi, kemudian untuk persentase retensi yang paling tinggi yaitu 122% dengan kategori retensi sangat tinggi. Sedangkan persentase retensi peserta didik secara klasikal sebesar 96% dengan kategori sangat tinggi. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran direct instruction berbantuan virtual laboratory berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik dan retensinya pada materi gerak parabola di SMA Negeri 1 Paloh.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran direct instruction berbantuan virtual laboratory berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik dan retensinya pada materi gerak parabola di SMA Negeri 1 Paloh.Terdapat perbedaan hasil belajar peserta didik sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran tersebut.Tingkat retensi peserta didik secara klasikal menunjukkan hasil yang sangat tinggi, yaitu sebesar 96%.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat membandingkan efektivitas model direct instruction berbantuan virtual laboratory dengan model pembelajaran lain, seperti problem-based learning atau discovery learning, untuk mengetahui model mana yang paling efektif dalam meningkatkan hasil belajar dan retensi siswa pada materi gerak parabola. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan melibatkan lebih banyak peserta didik dari berbagai sekolah untuk memperluas generalisasi hasil penelitian. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan virtual laboratory yang lebih interaktif dan menarik, serta mengintegrasikannya dengan teknologi augmented reality (AR) atau virtual reality (VR) untuk meningkatkan pengalaman belajar siswa dan memfasilitasi pemahaman konsep fisika yang abstrak. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan model pembelajaran fisika yang inovatif dan efektif, serta meningkatkan kualitas pendidikan fisika di Indonesia.

Read online
File size924.18 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test