USNSJUSNSJ

Journal of Biological Science and EducationJournal of Biological Science and Education

Hasil belajar kognitif merupakan aspek yang berkaitan dengan proses penalaran atau berpikir, yaitu kemampuan dan aktivitas otak untuk mengembangkan kemampuan rasional. Berdasarkan observasi di sekolah-sekolah di Balikpapan, hasil belajar kognitif siswa masih belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Siswa mengalami kesulitan dalam mempelajari archaebacteria dan eubacteria karena konsepnya yang abstrak. Kurangnya variasi media pembelajaran menjadikan topik ini semakin sulit diajarkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran berbasis web Archaebacteria dan Eubacteria terhadap hasil belajar kognitif siswa di Balikpapan. Jenis penelitian ini adalah kuasi-eksperimen dengan desain pretest-posttest kelompok kontrol. Populasi penelitian adalah seluruh sekolah menengah atas di Balikpapan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel penelitian ini adalah tiga sekolah menengah atas di Balikpapan. Subjek penelitian ini adalah siswa SMAN 1 Balikpapan, SMAN 2 Balikpapan, dan SMA Patra Dharma Balikpapan. Teknik analisis data menggunakan ANCOVA (SPSS Statistics 23). Berdasarkan temuan penelitian, skor rata-rata hasil belajar kognitif pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol, yaitu 72,98 > 67,84. Uji prasyarat menunjukkan bahwa data terdistribusi normal dan kelompok kelas berasal dari populasi yang homogen. Uji hipotesis menggunakan ANCOVA pada tingkat signifikansi 0,05 menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penerapan media pembelajaran berbasis web terhadap hasil belajar kognitif siswa dalam mempelajari archaebacteria dan eubacteria.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran berbasis web untuk materi Archaebacteria dan Eubacteria secara signifikan memengaruhi hasil belajar kognitif siswa di Balikpapan, dengan kelas eksperimen menunjukkan capaian yang lebih baik dibandingkan kelas kontrol.Rata-rata skor kognitif kelas eksperimen (72,979) lebih tinggi daripada kelas kontrol (67,844), yang terkonfirmasi melalui uji hipotesis ANCOVA.Oleh karena itu, penggunaan media berbasis web interaktif sangat direkomendasikan untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap topik abstrak ini, didukung dengan infrastruktur yang memadai dan pelatihan guru.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana karakteristik individu siswa, seperti gaya belajar yang berbeda, tingkat literasi digital, atau tingkat motivasi intrinsik awal mereka, memengaruhi efektivitas penggunaan media pembelajaran berbasis web terhadap hasil belajar kognitif pada topik Archaebacteria dan Eubacteria. Pertanyaan penelitian dapat diajukan mengenai apakah media ini memberikan dampak yang seragam bagi semua jenis pembelajar, atau apakah adaptasi desain media diperlukan untuk mengakomodasi keberagaman siswa. Selain itu, studi di masa depan perlu meneliti dampak jangka panjang dari penggunaan media pembelajaran berbasis web ini. Apakah peningkatan hasil belajar kognitif yang diamati dapat bertahan dalam kurun waktu yang lebih panjang, misalnya setelah beberapa bulan, dan bagaimana media ini memengaruhi retensi informasi terkait konsep abstrak? Penelitian juga dapat memperluas fokus untuk menginvestigasi potensi pengaruh media berbasis web ini terhadap aspek lain dari pembelajaran, seperti pengembangan keterampilan berpikir kritis, kemampuan pemecahan masalah, atau bahkan dampaknya pada domain afektif, termasuk minat dan sikap positif siswa terhadap biologi. Penting pula untuk membandingkan efektivitas berbagai jenis fitur interaktif yang dapat diintegrasikan dalam media pembelajaran berbasis web. Misalnya, bagaimana efektivitas modul yang menggunakan simulasi virtual dibandingkan dengan modul yang lebih menekankan pada forum diskusi interaktif atau kuis adaptif dalam meningkatkan pemahaman konsep Archaebacteria dan Eubacteria? Studi komparatif ini dapat membantu mengidentifikasi elemen-elemen desain media berbasis web yang paling optimal dalam mendukung pencapaian hasil belajar kognitif dan pengembangan keterampilan abad ke-21. Ini akan memberikan wawasan lebih lanjut bagi para pengembang media dan pendidik dalam merancang pengalaman belajar yang lebih personal dan mendalam.

  1. Penggunaan Website dan Internet dalam Pembelajaran | Journal of Instructional and Development Researches.... doi.org/10.53621/jider.v1i3.70Penggunaan Website dan Internet dalam Pembelajaran Journal of Instructional and Development Researches doi 10 53621 jider v1i3 70
  2. Media Pembelajaran E-Learning Berbasis WEB di Tingkat Sekolah Menengah Kejuruan | Sutama | Jurnal VARIDIKA.... journals.ums.ac.id/index.php/varidika/article/view/15330Media Pembelajaran E Learning Berbasis WEB di Tingkat Sekolah Menengah Kejuruan Sutama Jurnal VARIDIKA journals ums ac index php varidika article view 15330
  3. Prokaryotes: The unseen majority | PNAS. prokaryotes unseen majority pnas contents abstract aquatic environments... doi.org/10.1073/pnas.95.12.6578Prokaryotes The unseen majority PNAS prokaryotes unseen majority pnas contents abstract aquatic environments doi 10 1073 pnas 95 12 6578
  4. Sosialisasi Penggunaan Aplikasi E-Learning Berbasis Website di Masa Pandemi Covid-19 | BEMAS: Jurnal... jurnal.sttmcileungsi.ac.id/index.php/bemas/article/view/184Sosialisasi Penggunaan Aplikasi E Learning Berbasis Website di Masa Pandemi Covid 19 BEMAS Jurnal jurnal sttmcileungsi ac index php bemas article view 184
Read online
File size726.8 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test