UNIBAUNIBA

Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas BatamZona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam

Ergonomi yang tidak optimal dapat memicu berbagai penyakit, salah satunya keluhan pada bagian muskuloskeletal. Keluhan muskuloskeletal, yaitu rasa sakit pada otot, sendi, tendon, dan rangka dapat dialami siapa saja di berbagai sektor pekerjaan, termasuk perkantoran seperti di PT. Bank Negara Indonesia Kantor cabang Singkawang. Pegawai bank rentan terhadap keluhan muskuloskeletal yang diakibatkan oleh ergonomi kerja yang kurang baik. Kebiasaan duduk terlalu lama atau berdiri dengan postur yang buruk memicu berbagai masalah seperti rasa sakit, nyeri, dan pegal-pegal pada bagian tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan ergonomi kerja dengan keluhan muskuloskeletal pada pegawai PT.Bank Negara Indonesia kantor cabang Singkawang. Metode penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan di PT. Bank Negara Indonesia Kantor Cabang Singkawang. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai yang bekerja pada kantor Branch Kota Singkawang dan Sub Branch Diponegoro. Pengujian data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai p 0.012 (p<0.05) sehingga menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara ergonomi kerja dengan keluhan muskuloskeletal. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat hubungan Hubungan Ergonomi Kerja dengan Keluhan Muskuloskeletal Pada Pegawai PT.Bank Negara Indonesia (Persero). Tbk Kantor Cabang Singkawang.

Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia di bawah 35 tahun dan berjenis kelamin perempuan.Sebagian besar responden mengalami postur kerja dengan risiko sedang, yang berkorelasi dengan keluhan muskuloskeletal.Uji chi-square menunjukkan hubungan signifikan antara ergonomi kerja dan keluhan muskuloskeletal dengan nilai p 0,012 (p < 0,05).

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik ergonomi kerja, seperti desain kursi, tata letak meja, dan pencahayaan, yang paling berkontribusi terhadap keluhan muskuloskeletal pada pegawai bank. Kedua, studi intervensi dapat dirancang untuk menguji efektivitas program ergonomi yang bertujuan untuk meningkatkan postur kerja, mengurangi beban fisik, dan memberikan pelatihan tentang praktik kerja yang aman. Program ini dapat mencakup penyediaan peralatan ergonomis, modifikasi lingkungan kerja, dan edukasi tentang pentingnya peregangan dan istirahat teratur. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali pengalaman dan persepsi pegawai bank tentang ergonomi kerja dan dampaknya terhadap kesehatan mereka. Pendekatan ini dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang tantangan dan kebutuhan mereka, serta membantu dalam merancang solusi yang lebih efektif dan berkelanjutan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan pegawai bank, serta mengurangi risiko terjadinya keluhan muskuloskeletal di lingkungan kerja.

Read online
File size261.42 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test