UNTARUNTAR

Jurnal Mitra Teknik Industri (JMTI)Jurnal Mitra Teknik Industri (JMTI)

Produk Domestik Regional Bruto adalah salah satu indikator yang baik untuk mengukur perekonomian suatu daerah. Dalam penelitian ini dilakukan pemodelan PDRB dengan variabel bebas angkatan kerja yang bekerja (X1) dan jumlah lembaga pelatihan kerja (X2) dengan menggunakan regresi spasial dan Ordinary Least Square (OLS). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui model regresi spasial dari PDRB dengan kedua prediktor atau variabel bebas tersebut, untuk mengetahui interaksi kedekatan kabupaten/kota dengan kabupaten/kota tetangga, dan untuk mengetahui pengaruh angkatan kerja yang bekerja (X1) dan jumlah lembaga pelatihan kerja (X2) terhadap nilai PDRB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan uji Robust Lagrange Multiplier, regresi spasial yang sesuai adalah model SAR. Koefisien determinasi dan MAPE pada model OLS adalah 57,8% dan 1,888, sedangkan pada model regresi spasial adalah 68,72% dan 0,4139. Hasil tersebut menunjukkan bahwa regresi spasial lebih baik dari OLS dalam memodelkan PDRB di Jawa Timur, karena nilai koefisien determinasi model regresi spasial lebih besar dan MAPE yang lebih kecil dari model OLS. Interaksi kedekatan kabupaten/kota dengan kabupaten/kota tetangga yang berdekatan yang menunjukkan bahwa perekonomian kabupaten/kota dipengaruhi oleh perekonomian kabupaten/ kota tetangga yang berdekatan. Kedua variabel bebas, yaitu angkatan kerja yang bekerja (X1) dan jumlah lembaga pelatihan kerja (X2) memiliki pengaruh positif terhadap nilai PDRB.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa model regresi spasial lebih baik daripada OLS dalam memodelkan PDRB di Jawa Timur, dengan model SAR yang paling sesuai.Analisis spasial menunjukkan adanya interaksi signifikan antara kabupaten/kota yang berdekatan, yang mengindikasikan bahwa perekonomian suatu daerah dipengaruhi oleh wilayah tetangganya.Selain itu, angkatan kerja yang bekerja dan jumlah lembaga pelatihan kerja terbukti berpengaruh positif terhadap nilai PDRB.

Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada pemodelan PDRB dengan menambahkan variabel lain seperti penanaman modal dan hasil bumi untuk meningkatkan akurasi model. Selain itu, eksplorasi metode pembobotan spasial alternatif, seperti berdasarkan jaringan transportasi atau hubungan ekonomi lainnya, dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang interaksi antarwilayah. Terakhir, studi komparatif antara Jawa Timur dengan provinsi lain di Indonesia dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi regional dan efektivitas kebijakan pembangunan. Penelitian ini penting untuk dilakukan karena pertumbuhan ekonomi suatu daerah tidak hanya dipengaruhi oleh faktor internal, tetapi juga oleh kondisi ekonomi wilayah sekitarnya. Dengan memahami interaksi spasial ini, pemerintah daerah dapat merumuskan kebijakan yang lebih efektif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan merata di seluruh wilayah Jawa Timur. Penelitian ini juga dapat memberikan kontribusi pada pengembangan model spasial yang lebih akurat dan relevan untuk memprediksi dan menganalisis PDRB di Indonesia.

Read online
File size693.23 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test