UMSUMS

Warta LPMWarta LPM

Air limbah domestik di lingkungan pesantren umumnya dikelola melalui kolam penampungan sederhana tanpa proses pengolahan yang terstandar. Kondisi ini menyebabkan tingginya kekeruhan, meningkatnya padatan tersuspensi, akumulasi amonia, serta rendahnya kadar oksigen terlarut, yang berdampak negatif terhadap kualitas lingkungan, sanitasi, dan kesehatan warga pesantren. Pesantren Zaadul Maad menghadapi permasalahan serupa, dengan karakteristik awal air limbah berupa dissolved oxygen (DO) 3,85 mg/L, turbidity 49,3 NTU, total suspended solids (TSS) sekitar 50 mg/L, dan kadar amonia ±30 mg/L. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan teknologi Jet Bubble Column (JBC) sebagai solusi pengolahan air limbah domestik yang efektif serta meningkatkan kapasitas santri dan guru dalam pengelolaan sistem pengolahan sederhana.

Penerapan teknologi Jet Bubble Column (JBC) pada pengolahan air limbah domestik di Pesantren Zaadul Maad terbukti mampu meningkatkan kualitas air secara signifikan.Hasil pengukuran menunjukkan adanya peningkatan dissolved oxygen (DO) dari 3,85 mg/L menjadi lebih dari 5,0 mg/L, penurunan kadar amonia hingga 80–90%, penurunan total suspended solids (TSS) lebih dari 50%, serta penurunan turbidity dari 49,3 NTU menjadi kurang dari 1 NTU.Perbaikan ini mengindikasikan terjadinya peralihan kondisi air limbah dari lingkungan anaerob menuju kondisi aerob yang lebih stabil, sekaligus menunjukkan efektivitas kombinasi proses aerasi intensif berbasis mikrogelembung dan filtrasi berlapis dalam menurunkan beban pencemar utama limbah domestik.Keberhasilan sistem JBC dalam meningkatkan kualitas air tidak hanya ditentukan oleh kinerja teknis reaktor, tetapi juga oleh keterlibatan aktif komunitas pesantren melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR).Pelibatan santri dalam proses sosialisasi, pelatihan operasional, instalasi sistem, serta monitoring kualitas air telah membentuk kapasitas pengelolaan internal yang berkelanjutan.Pembentukan tim operator internal dan penyusunan prosedur operasional standar (SOP) menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan operasional sistem setelah kegiatan pengabdian selesai dilaksanakan.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan optimasi desain reaktor JBC untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengolahan air limbah. Selain itu, perluasan pemanfaatan air hasil olahan untuk mendukung konsep circular water management secara lebih luas juga dapat menjadi fokus penelitian. Terakhir, integrasi dengan proses biologis lanjutan dapat dieksplorasi untuk meningkatkan kinerja sistem secara keseluruhan.

Read online
File size1.9 MB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test