UIGMUIGM

Besaung : Jurnal Seni Desain dan BudayaBesaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya

Wujud karya seni merupakan pengejawantahan terhadap suatu realitas atau peristiwa yang dialami seniman, kemudian diungkapkan melalui wujud visual karya seni yang di dalamnya mengandung pesan, tanda dan makna yang hendak disampaikan kepada masyarakat sebagai penikmat seni. Penciptaan sebuah karya seni khususnya seni patung dapat dikatakan sebagai proses ilmiah, apabila penciptaannya didasari atau berlandaskan kepada teori-teori para ahli yang telah teruji keabsahannya. Di samping itu dalam berolah seni, seniman juga dituntut untuk lebih kreatif. Dalam penelitian ini penulis mencoba meninjau wujud ekspresi dalam karya seni patung Giuseppe Pongolini. Karya seni fine art, khususnya karya seni patung selalu mengedepankan nilai ekspresi pribadi daripada nilai fungsi karya seni itu sendiri. Dalam wujud karya seni yang dihadirkan seniman juga terkandung pesan simbolik yang ingin disampaikan seniman ke dalam karya seninya. Ekspresi simbolik yang ingin disampaikan Giuseppe Pongolini ingin menyampaikan realitas melalui media besi yang merupakan ikon dari kekerasan dan ketidakadilan yang terjadi di lingkungannya. Melalui penelitian ini diharapkan mampu memberikan wawasan dan pengatahuan dalam proses terwujudnya suatu karya seni patung. Di samping itu, tinjauan yang dilakukan dalam penelitian ini diharapkan bisa menjadi acuan dalam menganalisis suatu karya seni dan mengetahui wujud ekspresi estetis dalam karya seni patung.

Seni sebagai ekspresi melekat dalam penciptaan seni patung karena ekspresi merupakan ungkapan perasaan seniman terhadap fenomena yang terjadi, yang kemudian diolah melalui kontemplasi dan diekspresikan melalui media seni dengan cara yang tertata dan membutuhkan waktu yang panjang agar memiliki nilai estetik.Dalam proses berkarya, seniman dituntut untuk kreatif dan mempertimbangkan aspek estetika agar karya yang dihasilkan mampu berkomunikasi dengan masyarakat.Kajian terhadap ekspresi dalam karya seni patung Giuseppe Pongolini memerlukan pendekatan komprehensif untuk memahami wujud ekspresi dan dapat menambah wawasan serta pengetahuan tentang karya seni.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji bagaimana simbol kekerasan dalam karya seni patung modern diterima oleh masyarakat lintas budaya, mengingat makna simbol bisa berbeda menurut konteks sosial dan geografis. Selain itu, perlu dikembangkan studi tentang perbandingan teknik ekspresi antara seniman patung yang menggunakan bahan keras seperti besi dengan seniman yang memilih material organik atau lunak untuk menyampaikan tema ketidakadilan. Penelitian juga dapat mengeksplorasi pengaruh durasi proses kreatif terhadap intensitas ekspresi dalam karya patung, apakah karya yang dibuat secara lama dan sistematis benar-benar menghasilkan pesan yang lebih kuat dibanding karya ekspresif cepat, serta bagaimana hal ini memengaruhi respons penikmat seni. Ketiga arah penelitian ini dapat memperdalam pemahaman tentang hubungan antara bentuk, makna, dan proses dalam seni patung ekspresif. Dengan pendekatan kualitatif dan observasi partisipatif, peneliti bisa merekam proses kognitif dan emosional seniman selama berkarya. Studi juga bisa melibatkan audiens dari berbagai latar belakang untuk menguji persepsi terhadap simbol-simbol kekerasan. Temuan dari penelitian semacam ini dapat memberikan kontribusi penting bagi dunia seni rupa, terutama dalam konteks pendidikan seni dan kurasi pameran. Fokus pada material, durasi, dan persepsi publik akan melengkapi kajian yang sudah ada tentang ekspresi estetis. Penelitian lanjutan sebaiknya tidak hanya mengamati karya jadi, tetapi juga proses kreasi secara menyeluruh. Ini akan membuka wawasan baru tentang bagaimana konteks sosial memengaruhi bentuk ekspresi seni. Hasilnya dapat digunakan untuk mengembangkan metode analisis karya seni yang lebih holistik dan responsif terhadap realitas kontemporer.

Read online
File size483.17 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test