IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO

MA'ALIM: Jurnal Pendidikan IslamMA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam

Islam dan Barat sama-sama menempatkan ilmu sebagai sesuatu yang amat penting. Dalam islam terdapat banyak sekali ayat al-Quran dan hadits nabi yang berbicara tentang pentingnya ilmu. Begitu pula dalam peradaban barat yang tidak dapat terlepas dari pengembangan ilmu pengetahuan. Penelitian ini merupakan penelitian library research atau kepustakaan. Data diambil dari berbagai referensi literatur. Yang kemudian hasil data tersebut diolah dan dianalisis secara kritis dan mendalam. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam memandang hakikat ilmu islam dan barat memiliki pandangan yang berbeda. Islam memiliki pandangan bahwa ilmu adalah milik Allah Swt. dan bersumber Allah Swt. Sekuat apapun manusia berusaha untuk menggapai ilmu, jika tanpa adanya kuasa dari Allah Swt. Maka manusia tidak akan mampu untuk menggapainya. Sedangkan barat memandang bahwa ilmu itu bersumber dari akal dan panca indra manusia, selagi manusia mau berusaha menggunakan akal dan panca indranya maka mereka akan mendapatkan ilmu.

Konsep ilmu dalam Islam berbeda dengan konsep ilmu dalam peradaban Barat.Dalam Islam, proses keilmuan melibatkan Allah sebagai sumber ilmu, sedangkan dalam Barat proses keilmuan dianggap sebagai upaya murni manusia melalui akal dan panca indra.Perbedaan ini berimplikasi pada sistem pendidikan, kurikulum, dan proses pembelajaran yang integral dalam Islam versus dikotomis dalam Barat.

Pertama, perlu diteliti bagaimana integrasi antara ilmu naqli dan ilmu aqli dalam kurikulum pendidikan Islam modern di tingkat sekolah menengah, agar dapat dipahami bagaimana konsep holistik ilmu diwujudkan dalam praktik pengajaran sehari-hari. Kedua, perlu dikaji perbandingan pemahaman epistemologi ilmu antara siswa yang belajar di lembaga pendidikan Islam dengan siswa di sekolah umum, untuk mengetahui pengaruh pandangan keilmuan terhadap cara berpikir dan pengambilan keputusan. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi model pembelajaran yang mampu menggabungkan metode empiris Barat dengan pendekatan wahyu dan refleksi spiritual Islam, guna menciptakan pendekatan pendidikan yang seimbang antara rasionalitas dan nilai keimanan. Penelitian-penelitian ini dapat membuka jalan bagi sistem pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan akal tetapi juga membina jiwa. Dengan demikian, pendidikan dapat menjadi wahana pembentukan manusia utuh, baik dari sisi intelektual maupun spiritual. Temuan dari studi semacam ini juga dapat menjadi dasar pengembangan kebijakan pendidikan yang lebih inklusif dan berwawasan nilai. Selain itu, penelitian lanjutan bisa melihat bagaimana generasi muda memaknai sumber ilmu di era digital, di mana informasi begitu mudah diakses tanpa batas. Hal ini penting untuk memahami tantangan kontemporer dalam mempertahankan otoritas wahyu di tengah arus informasi yang dominan rasional-empiris. Dengan memahami dinamika ini, pendidikan Islam dapat merancang strategi yang relevan dan efektif. Penelitian lanjutan juga dapat mengungkap potensi kolaborasi antar-disiplin yang didasarkan pada filosofi ilmu Islam yang holistik.

  1. Ilmu dan Islam: Mengurai Konsep dan Sumber Ilmu dalam Al-Qur | NALAR: Jurnal Peradaban dan Pemikiran... doi.org/10.23971/njppi.v5i2.3821Ilmu dan Islam Mengurai Konsep dan Sumber Ilmu dalam Al Qur NALAR Jurnal Peradaban dan Pemikiran doi 10 23971 njppi v5i2 3821
  2. Hakikat Ilmu Pengetahuan dalam Perspektif Modern dan Islam | AL-MURABBI: Jurnal Studi Kependidikan dan... ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/murabbi/article/view/3173Hakikat Ilmu Pengetahuan dalam Perspektif Modern dan Islam AL MURABBI Jurnal Studi Kependidikan dan ejournal kopertais4 mataraman index php murabbi article view 3173
Read online
File size314.09 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test