KAMPUNGJURNALKAMPUNGJURNAL

Jurnal Pengabdian NusantaraJurnal Pengabdian Nusantara

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji implementasi kebijakan Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo dalam pengembangan kurikulum madrasah, dengan fokus pada pendekatan yang diterapkan untuk menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan lokal, nasional, dan global. Studi ini juga mengeksplorasi kebijakan utama seperti integrasi pendidikan agama dan umum, penerapan Kurikulum Merdeka, serta penguatan pendidikan karakter yang menjadi inti dari kebijakan tersebut. Selain itu, penelitian ini menganalisis bagaimana kebijakan-kebijakan ini berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan di madrasah-madrasah di Sidoarjo, termasuk dalam hal penyusunan materi ajar, pemanfaatan teknologi, dan pengembangan profesionalisme guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Sidoarjo berhasil menciptakan kerangka kurikulum yang lebih fleksibel dan kontekstual, dengan memprioritaskan pengembangan kompetensi siswa secara holistik berdasarkan nilai-nilai keagamaan yang kuat. Namun, tantangan dalam pelaksanaan kebijakan masih ada, seperti kebutuhan pelatihan berkelanjutan bagi pendidik dan peningkatan fasilitas pendukung pembelajaran yang memadai. Secara keseluruhan, kebijakan Seksi Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Agama Sidoarjo dalam pengembangan kurikulum madrasah menunjukkan komitmen kuat untuk meningkatkan kualitas pendidikan berbasis agama, relevansi lokal, dan kesiapan menghadapi tantangan global.

Kebijakan Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Sidoarjo dalam pengembangan kurikulum bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan dengan menyesuaikan kurikulum madrasah agar selaras dengan Standar Nasional Pendidikan (SNP), termasuk integrasi visi dan misi pendidikan madrasah dengan kompetensi lulusan, standar isi, proses, serta penilaian.Pengembangan kurikulum berbasis kompetensi (KBK) menjadi salah satu kebijakan utama yang menekankan penguasaan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang relevan dengan kebutuhan zaman.Namun, pengembangan kurikulum di madrasah Sidoarjo masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan sumber daya manusia, infrastruktur yang kurang memadai, serta ketidaksesuaian kurikulum nasional dengan kebutuhan lokal, sehingga diperlukan kolaborasi lebih erat antara pemerintah, madrasah, dan masyarakat.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang efektivitas Kurikulum Merdeka di madrasah berdasarkan konteks lokal Sidoarjo, khususnya dalam mengintegrasikan nilai-nilai lokal seperti budaya, bahasa, dan kearifan lokal ke dalam desain pembelajaran. Kedua, sebaiknya dikembangkan model pelatihan berkelanjutan bagi guru madrasah yang tidak hanya fokus pada penguasaan teknologi, tetapi juga pada strategi pembelajaran yang mampu menyelaraskan pendidikan agama dan umum secara lebih terpadu. Ketiga, perlunya studi komparatif antara madrasah dan sekolah umum di Sidoarjo untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi persepsi masyarakat terhadap kualitas pendidikan, sehingga dapat dirancang kebijakan yang lebih efektif dalam meningkatkan daya saing madrasah. Penelitian-penelitian ini dapat memberikan dasar empiris bagi pengambil kebijakan untuk menyempurnakan strategi pengembangan kurikulum, memastikan bahwa pendidikan di madrasah tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga relevan secara sosial dan budaya. Model pelatihan guru yang dikembangkan harus mempertimbangkan keterbatasan infrastruktur di madrasah, sehingga pelatihan dapat dilakukan secara hybrid atau berbasis komunitas belajar lokal. Studi komparatif juga dapat mengungkap praktik baik dari sekolah umum yang dapat diadaptasi oleh madrasah, tanpa mengurangi identitas keagamaannya. Dengan demikian, kebijakan ke depan dapat lebih responsif terhadap kebutuhan nyata guru, siswa, dan masyarakat. Penelitian tentang integrasi lokal juga penting untuk menjamin bahwa kurikulum tidak hanya mengikuti arahan nasional, tetapi juga memberdayakan komunitas setempat. Ketiga arah penelitian tersebut saling melengkapi dan dapat menjadi fondasi kuat bagi transformasi pendidikan madrasah yang berkelanjutan. Pendekatan ini akan mendukung terwujudnya lulusan yang berkompetensi global namun tetap berakar pada nilai-nilai lokal dan keagamaan.

  1. Tantangan Pengembangan Kurikulum Pendidikan Islam dan Strategi Pengembangannya dalam Menghadapi Tuntutan... ejournal.uin-malang.ac.id/index.php/jpai/article/view/15222Tantangan Pengembangan Kurikulum Pendidikan Islam dan Strategi Pengembangannya dalam Menghadapi Tuntutan ejournal uin malang ac index php jpai article view 15222
  2. Pengembangan Kurikulum Sekolah Dasar | Mubarak | Madrasah: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar.... ejournal.uin-malang.ac.id/index.php/madrasah/article/view/3295Pengembangan Kurikulum Sekolah Dasar Mubarak Madrasah Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar ejournal uin malang ac index php madrasah article view 3295
  3. Penerapan Metode Kualitatif Deskriptif Untuk Aplikasi Pengolahan Data Pelanggan Pada Car Wash | Hanyfah... doi.org/10.30998/semnasristek.v6i1.5697Penerapan Metode Kualitatif Deskriptif Untuk Aplikasi Pengolahan Data Pelanggan Pada Car Wash Hanyfah doi 10 30998 semnasristek v6i1 5697
Read online
File size185.33 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test