LP3MKILLP3MKIL

Linggau Jurnal Language Education and LiteratureLinggau Jurnal Language Education and Literature

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar Bahasa Indonesia siswa Kelas III SD Negeri Sukakarya setelah diterapkan Media Cerita Bergambar secara signifikan tuntas. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen dengan desain eksperimen Pre-test dan Pos-test. Pengambilan sampel diambil dari jumlah populasi mengingat populasi hanya ada satu kelas maka populasi merupakan sampel dalam penelitian, sampel yang digunakan adalah sampling jenuh adapun sampel dalam penelitian adalah siswa kelas III yang berjumlah 20 siswa. Instrumen yang digunakan peneliti berbentuk soal essay yang berjumlah 8 soal. Pengumpulan data diambil dengan teknik tes. Data dianalisis dengan menggunakan rumus uji Z. Berdasarkan hasil uji hipotesis kemudian dikonsultasikan dengan daftar distribusi Z dengan taraf signifikan α = 0,05 sehingga diperoleh nilai Z_hitung = 8,64 dan nilai Z_tabel = 1,64 maka Z_hitung > Z_tabel, dengan hal ini maka H_0 ditolak dan H_a diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa media cerita bergambar dapat menuntaskan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas III SD Negeri Sukakarya.

Hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas III SD Negeri Sukakarya Kabupaten Musi Rawas setelah diterapkan media cerita bergambar secara signifikan tuntas.Berdasarkan hasil uji hipotesis, diperoleh nilai Z_hitung = 8,64 dan Z_tabel = 1,64, sehingga Z_hitung > Z_tabel, maka hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima.Dengan demikian, media cerita bergambar efektif dalam menuntaskan hasil belajar Bahasa Indonesia secara signifikan pada siswa kelas III.

Pertama, perlu diteliti efektivitas media cerita bergambar dibandingkan dengan media digital interaktif pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar, untuk mengetahui apakah media konvensional masih relevan di era digital atau perlu dikembangkan ke bentuk multimedia. Kedua, penelitian lanjutan dapat menguji dampak penggunaan cerita bergambar yang dikembangkan berdasarkan konteks lokal terhadap pemahaman bacaan dan keterlibatan siswa, agar pembelajaran lebih kontekstual dan bermakna. Ketiga, perlu dikaji pula bagaimana variasi jenis cerita bergambar (fabel, dongeng, atau cerita sejarah anak) memengaruhi minat baca dan hasil belajar jangka panjang siswa, sehingga dapat dirancang media yang tidak hanya meningkatkan hasil tes, tetapi juga membangun kebiasaan membaca yang berkelanjutan.

Read online
File size589.92 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test