UNMUNM
JURNAL NALAR PENDIDIKANJURNAL NALAR PENDIDIKANPenelitian eksperimen ini bertujuan membandingkan efektifitas pembelajaran berbasis Creative Problem Solving (CPS) dengan pembelajaran berbasis Realistic Mathematics Education (RME) dalam setting kooperatif dan indikator efektifitas pembelajarannya diukur dari hasil belajar matematika siswa. Rancangan penelitian ini yaitu Randomized Pre test-post test Control Group Design dengan dua kelas eksperimen yang dipilih secara acak. Populasi adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Pitumpanua tahun pelajaran 2013/2014. Kelas perlakuan adalah kelas XA diajar dengan Pendekatan CPS dan kelas X.B diajar dengan pendekatan RME, masing-masing kelas terdiri atas 32 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes hasil belajar materi Sistem Persamaan Linear. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat peningkatan hasil belajar siswa yang diajar dengan pendekatan CPS dan RME, (2) terdapat perbedaan signifikan antara siswa yang diajar dengan pendekatan CPS dengan siswa yang diajar dengan pendekatan RME dan (3) hasil belajar siswa yang diajar dengan pendekatan RME lebih baik dibandingkan dengan siswa yang diajar dengan pendekatan CPS.
Berdasarkan dan hasil pembahasan, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut.terdapat peningkatan hasil belajar pada siswa yang diajar dengan pendekatan CPS dengan rata‑rata gain ternormalisasi 0,78, artinya pendekatan CPS mampu meningkatkan hasil belajar siswa, dan terdapat peningkatan hasil belajar pada siswa yang diajar dengan pendekatan RME dengan rata‑rata gain ternormalisasi 0,86, artinya pendekatan RME mampu meningkatkan hasil belajar siswa.
Dalam konteks pembelajaran matematika berbasis kooperatif, disarankan agar penelitian lanjutan mengeksplorasi perbandingan antara CPS dan RME pada materi matematika tingkat menengah atas, dengan memperluas sampel ke beberapa sekolah di daerah berbeda untuk meningkatkan validitas eksternal. Penelitian berikutnya juga dapat memanfaatkan desain quasi‑eksperimental dengan kontrol terhadap variabel konten, seperti penggunaan teknologi pembelajaran interaktif, guna menilai apakah kombinasi CPS‑RME yang terintegrasi memberikan dampak tambahan pada motivasi dan kemampuan problem‑solving siswa. Akhirnya, studi longitudinal yang memantau perkembangan akhir semester dapat menilai keberlanjutan efektivitas pendekatan CPS dan RME serta mengidentifikasi faktor-faktor penyumbang keberhasilan jangka panjang, sehingga hasil penelitian dapat langsung diterapkan ke kebijakan kurikulum nasional.
| File size | 283.27 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
USNSJUSNSJ Dapat disimpulkan bahwa penerapan model role playing pada materi sistem pencernaan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas VIII di SMP Negeri 2Dapat disimpulkan bahwa penerapan model role playing pada materi sistem pencernaan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas VIII di SMP Negeri 2
UNESAUNESA Selain itu, hasil N-Gain menunjukkan peningkatan capaian pengetahuan siswa kelas eksperimen sebesar 0,67 dan termasuk dalam kategori sedang ke tinggi.Selain itu, hasil N-Gain menunjukkan peningkatan capaian pengetahuan siswa kelas eksperimen sebesar 0,67 dan termasuk dalam kategori sedang ke tinggi.
UNESAUNESA Peningkatan hasil belajar IPS dengan menggunakan model pembelajaran Problem based learning (PBL) berbasis media film pendek pada materi masa koloniaslimePeningkatan hasil belajar IPS dengan menggunakan model pembelajaran Problem based learning (PBL) berbasis media film pendek pada materi masa koloniaslime
UNESAUNESA Hasil penelitian menunjukkan penerapan zero waste melalui PjBL berpengaruh signifikan terhadap peningkatan sikap peduli lingkungan. Rata-rata N-Gain ScoreHasil penelitian menunjukkan penerapan zero waste melalui PjBL berpengaruh signifikan terhadap peningkatan sikap peduli lingkungan. Rata-rata N-Gain Score
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Hasil dari penelitian ini dengan menerapkan media pembelajaran berbasis teknologi animaker yang bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruhnya terhadapHasil dari penelitian ini dengan menerapkan media pembelajaran berbasis teknologi animaker yang bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruhnya terhadap
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Untuk mencapai tujuan tersebut, ada empat tahap utama yang membentuk siklus PTK, mencakup atas pembuatan rencana, implementasi, pengamatan, dan refleksi.Untuk mencapai tujuan tersebut, ada empat tahap utama yang membentuk siklus PTK, mencakup atas pembuatan rencana, implementasi, pengamatan, dan refleksi.
ICJAMBIICJAMBI 379%, emosional 49. 3%. Oleh sebab itu, model Jigsaw Learning digunakan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa di MTsN Sumber Bungur Pamekasan. Metode379%, emosional 49. 3%. Oleh sebab itu, model Jigsaw Learning digunakan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa di MTsN Sumber Bungur Pamekasan. Metode
STKIP JBSTKIP JB Instrumen yang digunakan adalah angket motivasi belajar berupa 19 item soal. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis statistik uji-t menggunakanInstrumen yang digunakan adalah angket motivasi belajar berupa 19 item soal. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis statistik uji-t menggunakan
Useful /
UMPPUMPP Pemeriksaan gula darah dan asam urat masih menunjukkan adanya peserta dengan nilai di atas batas normal. Hasil skrining kesehatan jiwa menunjukkan sebagianPemeriksaan gula darah dan asam urat masih menunjukkan adanya peserta dengan nilai di atas batas normal. Hasil skrining kesehatan jiwa menunjukkan sebagian
BIMABERILMUBIMABERILMU Adanya pelatihan ini diharapkan para peternak dapat lebih mandiri dalam mengelola keuangan, sehingga usaha ternak ayam di Desa Gandaria memiliki daya saingAdanya pelatihan ini diharapkan para peternak dapat lebih mandiri dalam mengelola keuangan, sehingga usaha ternak ayam di Desa Gandaria memiliki daya saing
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Hasil dari proses ini menunjukkan bahwa media yang dikembangkan dapat dioperasikan dengan mudah oleh guru dan digunakan secara efektif oleh siswa tunarungu,Hasil dari proses ini menunjukkan bahwa media yang dikembangkan dapat dioperasikan dengan mudah oleh guru dan digunakan secara efektif oleh siswa tunarungu,
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Faktor eksternal meliputi metode pembelajaran guru, keterbatasan bahan bacaan, serta dukungan dari lingkungan keluarga. Upaya peningkatan memerlukan strategiFaktor eksternal meliputi metode pembelajaran guru, keterbatasan bahan bacaan, serta dukungan dari lingkungan keluarga. Upaya peningkatan memerlukan strategi