UNUHAUNUHA

Jurnal Abdi DharmaJurnal Abdi Dharma

Penyuluhan zakat bagi Jamaah Yasin Masjid Miftahul Huda bertujuan meningkatkan kesadaran berzakat sekaligus melatih kompetensi dakwah calon guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Latar belakang kegiatan ini adalah rendahnya pemahaman jamaah tentang zakat mal, profesi, dan pertanian yang umumnya hanya terbatas pada zakat fitrah. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi, simulasi perhitungan, dan refleksi dakwah mahasiswa. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman jamaah tentang jenis serta tata cara perhitungan zakat, diikuti partisipasi aktif dalam praktik. Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi pengalaman nyata berdakwah, melatih komunikasi, dan menghadapi pertanyaan jamaah secara aplikatif. Evaluasi membuktikan efektivitas kegiatan, sementara refleksi mahasiswa memperlihatkan peningkatan kompetensi dakwah. Kegiatan ini berhasil menjalin sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat serta layak dikembangkan lebih luas.

Kegiatan penyuluhan berhasil meningkatkan pemahaman jamaah tentang zakat mal dan zakat profesi, sebagaimana terlihat dari peningkatan hasil kuesioner sebelum dan sesudah kegiatan.Mahasiswa calon guru PAI memperoleh pengalaman langsung dalam berdakwah, termasuk keterampilan komunikasi dan kemampuan merespons pertanyaan secara spontan.Kegiatan ini juga menunjukkan sinergi positif antara perguruan tinggi dan masyarakat, serta relevan dengan kebutuhan nyata jamaah, sehingga layak dikembangkan lebih lanjut.

Pertama, perlu penelitian lanjutan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari penyuluhan zakat terhadap tingkat kepatuhan pembayaran zakat oleh jamaah, apakah peningkatan pemahaman berubah menjadi aksi rutin atau hanya bersifat sementara. Kedua, penting untuk mengkaji efektivitas berbagai metode dakwah seperti simulasi perhitungan dan diskusi kelompok terhadap peningkatan kompetensi komunikasi calon guru PAI dalam konteks berbeda, seperti di sekolah atau komunitas non-religius. Ketiga, perlu dikembangkan model penyuluhan berbasis digital yang dapat diakses jamaah secara mandiri, terutama menjelang bulan Ramadan, untuk mengukur sejauh mana media digital dapat memperluas jangkauan dan memperkuat hasil dari penyuluhan langsung. Ketiga ide tersebut dapat menjadi dasar untuk mengembangkan program yang lebih berkelanjutan, efisien, dan inklusif. Model gabungan antara kegiatan tatap muka dan pendekatan digital patut dieksplorasi lebih lanjut. Penelitian dapat melihat bagaimana integrasi dua pendekatan ini memengaruhi motivasi jamaah dan efisiensi pelatihan calon guru. Selain itu, perlu dievaluasi apakah penggunaan teknologi mampu mengatasi keterbatasan waktu dan jarak. Studi lanjutan juga dapat meneliti peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ) masjid dalam mempertahankan kesadaran berzakat setelah kegiatan penyuluhan selesai. Dengan demikian, penelitian tidak hanya fokus pada aspek edukatif, tetapi juga pada ekosistem pendukung yang berkelanjutan.

Read online
File size299.28 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test