UNISMUHUNISMUH
Equilibrium: Jurnal PendidikanEquilibrium: Jurnal PendidikanTerdapat kasus-kasus intoleransi dan tingkat moderasi beragama yang rendah dikalangan peserta didik. Hal tersebut merupakan implikasi dari keberagaman masyarakat Indonesia yang majemuk dan plural. Kasus-kasus tersebut perlu dihindari dengan menguatkan peran Pendidikan Agama Islam untuk meningkatkan indikator pemahaman moderasi beragama. Metode penelitian yang dilakukan adalah penelitian pustaka. Dari hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk i) Bagaimana Pendidikan Agama Islam dapat menjadi fondasi utama untuk pengembangan empat pilar moderasi beragama? (ii) Sejauh mana kurikulum Pendidikan Agama Islam dapat diimplementasikan sebagai sarana untuk mendorong peningkatan indikator moderasi beragama? (iii) Bagaimana peran guru PAI dalam mengajarkan pemahaman moderasi beragama kepada peserta didik?. Hasil penelitian menunjukkan PAI dapat meningkatkan indikator pemahaman moderasi beragama dengan (i) internalisasi nilai-nilai PAI, (ii) partisipasi aktif guru PAI, dan (iii) kurikulum berbasis moderasi beragama.
Kesimpulan yang dapat ditarik adalah bahwa Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan moderasi beragama adalah dengan (i) internalisasi nilai-nilai PAI, (ii) partisipasi aktif guru PAI, dan (iii) kurikulum berbasis moderasi beragama.Dari ketiga hal tersebut, PAI dapat menjadi pilar utama dalam meningkatkan indikator moderasi beragama.Batasan penelitian ini adalah masih menggunakan penelitian pustaka sebagai sumber utama.Para peneliti selanjutnya dapat lebih jauh mengkaji Pendidikan Agama Islam dan implikasinya terhadap moderasi beragama secara holistik.
Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi empiris yang lebih mendalam tentang peran Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan moderasi beragama. Penelitian ini dapat fokus pada implementasi praktis nilai-nilai moderasi beragama dalam kurikulum PAI dan bagaimana hal ini dapat mempengaruhi pemahaman dan perilaku siswa. Selain itu, penelitian juga dapat mengeksplorasi strategi-strategi yang dapat digunakan oleh guru PAI dalam mengajarkan pemahaman moderasi beragama kepada peserta didik, serta bagaimana peran mereka dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan toleran. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang lebih konkret dalam upaya meningkatkan indikator moderasi beragama di kalangan peserta didik.
| File size | 342.94 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
SERAMBISERAMBI Penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai moderasi beragama dapat dicapai melalui proses transformasi nilai yang melibatkan pengetahuan moral, perasaanPenelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai moderasi beragama dapat dicapai melalui proses transformasi nilai yang melibatkan pengetahuan moral, perasaan
PUBLINEPUBLINE Artikel ini membahas konsep moderasi beragama dalam Al-Quran dan Hadis melalui pendekatan Ulum al-Quran dan Ulum al-Hadis, serta implikasinya terhadapArtikel ini membahas konsep moderasi beragama dalam Al-Quran dan Hadis melalui pendekatan Ulum al-Quran dan Ulum al-Hadis, serta implikasinya terhadap
AFEKSIAFEKSI Hasil penelitian menunjukkan bahwa moderasi beragama yang berlandaskan prinsip wasathiyah, tawazun, dan itidal menjadi langkah strategis dalam membentukHasil penelitian menunjukkan bahwa moderasi beragama yang berlandaskan prinsip wasathiyah, tawazun, dan itidal menjadi langkah strategis dalam membentuk
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Penelitian ini menggunakan pendekatan ex-post facto, yang berarti pengumpulan data dilakukan setelah seluruh kejadian atau fakta yang diteliti telah terjadiPenelitian ini menggunakan pendekatan ex-post facto, yang berarti pengumpulan data dilakukan setelah seluruh kejadian atau fakta yang diteliti telah terjadi
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Artikel ini mengkaji desain pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis nilai-nilai demokrasi dan multikultural yang dapat menjadi jawaban atasArtikel ini mengkaji desain pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis nilai-nilai demokrasi dan multikultural yang dapat menjadi jawaban atas
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui analisa data deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui cara library research (Penulisan kepustakaan)Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui analisa data deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui cara library research (Penulisan kepustakaan)
STAISAMSTAISAM Penerapan dialog kolaboratif dan pengalaman belajar berbasis pengalaman meningkatkan pemahaman siswa tentang pentingnya menghargai keberagaman.meskipunPenerapan dialog kolaboratif dan pengalaman belajar berbasis pengalaman meningkatkan pemahaman siswa tentang pentingnya menghargai keberagaman.meskipun
UNISMUHUNISMUH Dalam kegiatan penelitian pada pertemuan terakhir yaitu pada pertemuan III, didapatkan hasil bahwa keterampilan membaca intensif peserta didik kelas VIIIDalam kegiatan penelitian pada pertemuan terakhir yaitu pada pertemuan III, didapatkan hasil bahwa keterampilan membaca intensif peserta didik kelas VIII
Useful /
SEANINSTITUTESEANINSTITUTE Salah satu komponen utama RTG adalah spreader, yang berfungsi untuk mengangkat dan menurunkan kontainer melalui sistem twistlock di keempat sudutnya. Namun,Salah satu komponen utama RTG adalah spreader, yang berfungsi untuk mengangkat dan menurunkan kontainer melalui sistem twistlock di keempat sudutnya. Namun,
SEANINSTITUTESEANINSTITUTE Sebelum penyeimbangan beban, total kerugian daya akibat arus netral mencapai 10.190,37 kWh selama LWBP dan 3. 733,41 kWh selama WBP setiap bulan. SetelahSebelum penyeimbangan beban, total kerugian daya akibat arus netral mencapai 10.190,37 kWh selama LWBP dan 3. 733,41 kWh selama WBP setiap bulan. Setelah
AFEKSIAFEKSI Penelitian menunjukkan bahwa kesantunan berbahasa mahasiswi IAI Imsya Indonesia dipengaruhi oleh tiga aspek utama—bahasa, sikap, dan nilai‑nilai syari—denganPenelitian menunjukkan bahwa kesantunan berbahasa mahasiswi IAI Imsya Indonesia dipengaruhi oleh tiga aspek utama—bahasa, sikap, dan nilai‑nilai syari—dengan
STAISAMSTAISAM Kesimpulannya, pendidikan karakter peduli sosial dapat berfokus pada kebiasaan rutin seperti infak, 7S, dan Jumat berkah, serta peran guru sebagai contoh.Kesimpulannya, pendidikan karakter peduli sosial dapat berfokus pada kebiasaan rutin seperti infak, 7S, dan Jumat berkah, serta peran guru sebagai contoh.