IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO

Al-Tahrir: Jurnal Pemikiran IslamAl-Tahrir: Jurnal Pemikiran Islam

Studi ini mengeksplorasi moderasi beragama dalam komunitas diaspora Indonesia di Australia, dengan fokus pada navigasi identitas dan praktik mereka dalam konteks masyarakat sekuler Barat. Berdasar pada pilar moderasi beragama Kementerian Agama; Komitmen Nasional, Toleransi, Antikekerasan, dan Akomodasi Nilai-Nilai Budaya Lokal, studi ini menggunakan metode hibrida, termasuk wawancara daring dan tatap muka serta observasi langsung yang diinformasikan oleh pengalaman penulis di Sydney. Studi ini menemukan tiga aspek utama. Pertama, praktik moderasi beragama dalam komunitas diaspora Indonesia sangat dipengaruhi oleh organisasi diaspora seperti PCI Nahdlatul Ulama Australia-Selandia Baru, PCI Muhammadiyyah Australia, Iqro Foundation, dan Indonesian Diaspora Network (IDN), yang mendorong praktik keagamaan inklusif dan memperkuat hubungan sosial dalam masyarakat Australia. Kedua, lembaga publik Australia memainkan peran penting dalam mempromosikan nilai-nilai inti seperti toleransi dan kebebasan, dengan demikian menciptakan ruang bagi diaspora Indonesia untuk mengekspresikan identitas budaya dan agama mereka. Ketiga, diaspora Indonesia telah berhasil berakulturasi dengan melestarikan tradisi dan nilai-nilai moderasi beragama sambil beradaptasi dengan lingkungan multikultural Australia, meskipun menghadapi tantangan terkait identitas dalam masyarakat yang pluralistik. Studi ini menyimpulkan bahwa diaspora Indonesia di Sydney menunjukkan ketahanan dalam mempertahankan moderasi beragama melalui praktik-praktik inklusif dan adaptasi budaya.

Pertama, promosi moderasi beragama di antara diaspora Indonesia di Australia didukung oleh organisasi kunci seperti PCI Nahdlatul Ulama (PCI NU), PCI Muhammadiyah (PCIM), Iqro Foundation, dan Indonesian Diaspora Network (IDN).Institusi-institusi ini memainkan peran vital dalam membudayakan praktik keagamaan inklusif, memupuk kohesi internal, dan memfasilitasi interaksi damai antarbudaya.Moderasi beragama berfungsi tidak hanya sebagai sikap teologis tetapi juga sebagai kerangka kerja praktis untuk mempertahankan harmoni di dalam dan di luar komunitas diaspora.Kedua, institusi publik Australia, dengan menegakkan prinsip-prinsip pluralisme, kebebasan beragama, dan inklusi multikultural, menyediakan lingkungan yang memungkinkan di mana komunitas diaspora dapat secara bebas mengekspresikan dan melestarikan identitas keagamaan dan budaya mereka.Dukungan institusional ini secara signifikan memperkuat kelayakan moderasi sebagai praktik hidup dalam masyarakat sekuler dan beragam.Ketiga, meskipun diaspora Indonesia menghadapi tantangan terkait negosiasi identitas dan adaptasi budaya, mereka telah menunjukkan kemampuan luar biasa untuk menginternalisasi dan menerapkan nilai-nilai Islam moderat dalam pengaturan multikultural.Sukses ini mencerminkan rekonseptualisasi dinamis dari religiositas yang berakar dalam tradisi dan responsif terhadap realitas global kontemporer.

Berdasarkan temuan dan kesimpulan penelitian ini, kami merekomendasikan dua langkah strategis. Pertama, Kementerian Agama Indonesia harus memulai dan mendanai penelitian lebih lanjut yang bertujuan mengembangkan kurikulum khusus diaspora tentang moderasi beragama. Ini termasuk penyediaan bahan pengajaran yang relevan dengan konteks, inisiatif keterlibatan lintas budaya, dan program pengembangan kepemimpinan. Kedua, kerangka kerja strategis harus didirikan untuk mendukung organisasi diaspora, seperti melalui penciptaan Jaringan Diaspora Moderasi Beragama dan integrasi teknologi digital untuk meningkatkan jangkauan dan pendidikan. Secara keseluruhan, studi ini menegaskan bahwa moderasi beragama esensial untuk melestarikan identitas, menumbuhkan harmoni, dan mempromosikan pemahaman antarbudaya di dalam diaspora Indonesia. Selain itu, pengalaman Indonesia di Australia menawarkan model yang dapat ditiru tentang religiositas inklusif dan toleran yang berkontribusi secara bermakna pada diskursus global tentang agama, migrasi, dan pluralisme.

  1. Kementerian Agama Republik Indonesia. kementerian agama republik maaf situsweb perbaikan prepair.kemenag.go.idKementerian Agama Republik Indonesia kementerian agama republik maaf situsweb perbaikan prepair kemenag go
  2. Reaktualisasi mahasiswa diaspora Indonesia dalam menjaga identitas budaya bangsa di Benua Australia |... jurnal.unpad.ac.id/jkk/article/view/25219Reaktualisasi mahasiswa diaspora Indonesia dalam menjaga identitas budaya bangsa di Benua Australia jurnal unpad ac jkk article view 25219
  3. Media, Racism and Islamophobia: The Representation of Islam and Muslims in the Media - Saeed - 2007 -... compass.onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/j.1751-9020.2007.00039.xMedia Racism and Islamophobia The Representation of Islam and Muslims in the Media Saeed 2007 compass onlinelibrary wiley doi 10 1111 j 1751 9020 2007 00039 x
  4. The Islamic Discourses of Indonesian Islamist Organizations | Chaqoqo | el Harakah: Jurnal Budaya Islam.... doi.org/10.18860/eh.v24i1.16616The Islamic Discourses of Indonesian Islamist Organizations Chaqoqo el Harakah Jurnal Budaya Islam doi 10 18860 eh v24i1 16616
Read online
File size496.19 KB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test