PENERBITPENERBIT
Jurnal Penelitian Agama HinduJurnal Penelitian Agama HinduKuburan (sĕma/setra) merupakan salah satu lokasi yang dianggap sakral oleh umat Hindu Bali, menjadi pusat berbagai ritual keagamaan, mulai dari Pitra Yadnya sampai ritual lain yang tidak begitu lumrah seperti Ngĕreh. Kesakralan ini ditunjukkan oleh Pertunjukan Calon Arang yang menjadikan kuburan sebagai salah satu ruang penting dalam pementasannya, selain juga menjadi salah satu bagian signifikan dalam teks Calon Arang. Di sisi lain, berbagai media, mulai dari tayangan film sampai berbagai informasi di internet sering kali menggambarkan kuburan dalam konteks negatif. Melihat dua ketimpangan tersebut maka penelitian ini disusun dengan tujuan untuk menyelidiki perbedaan persepsi terhadap makna kuburan dari dua sudut pandang yang telah dikemukakan, dengan berfokus pada wacana-wacana terkait kuburan dalam Calon Arang (baik dalam teks maupun konteks pertunjukan) dan perbandingannya dengan narasi yang tersebar dalam media populer, serta analisisnya melalui lensa teologi Hindu Bali yang berakar dalam ajaran tantra. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan semiotika dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Hindu di Bali saat ini cenderung memiliki citra negatif terhadap kuburan, yang mana pencitraan ini tidak sejalan dengan ajaran teologi Hindu. Pergeseran persepsi ini, sebagian besar dipengaruhi oleh informasi yang tersebar luas dari berbagai media populer seperti media sosial dan internet, yang cenderung menampilkan kuburan secara negatif. Akibatnya, terjadi ketidakselarasan antara nilai-nilai yang diajarkan dalam Śāstra dengan pandangan umum yang tersebar. Pemahaman atas pergeseran ini menjadi penting dalam menjaga nilai-nilai teologi Hindu di tengah arus informasi yang beredar secara digital. Dengan demikian, penelitian ini menyoroti urgensi kesadaran akan perubahan persepsi ini dan kebutuhan akan tindakan nyata dalam mempertahankan integritas agama dan budaya di Bali.
Penelitian ini menegaskan perbedaan persepsi terhadap kuburan antara tradisi Bali dan pandangan populer.Kuburan dalam tradisi Bali memiliki nilai sakral yang mendalam sebagai tempat ritual dan pusat spiritual dalam kerangka tantra.Namun, pandangan populer sering mengasosiasikannya dengan citra negatif.Pemahaman mendalam tentang makna kuburan ini krusial untuk menjaga nilai-nilai spiritual dan budaya Bali di era digital.Penting bagi masyarakat Bali untuk terus mengembangkan pemahaman yang mendalam tentang kuburan, sehingga dapat menghormati dan mempertahankan warisan budaya dan spiritual yang berharga ini dalam menghadapi tantangan zaman modern.
Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi secara mendalam bagaimana media sosial dan platform digital lainnya membentuk persepsi masyarakat Bali terhadap konsep-konsep keagamaan tradisional, termasuk kuburan. Penelitian ini dapat menggunakan metode analisis wacana kritis untuk mengidentifikasi bias dan framing yang mungkin ada dalam konten media sosial. Kedua, penelitian kualitatif yang lebih mendalam dapat dilakukan dengan melibatkan berbagai kelompok usia dan latar belakang sosial untuk memahami bagaimana pengalaman pribadi dan interaksi sosial memengaruhi persepsi mereka terhadap kuburan. Penelitian ini dapat menggunakan metode etnografi untuk mengamati dan berpartisipasi dalam ritual dan praktik keagamaan yang terkait dengan kuburan. Ketiga, penelitian interdisipliner yang menggabungkan perspektif dari agama, antropologi, komunikasi, dan psikologi dapat dilakukan untuk mengembangkan strategi komunikasi yang efektif untuk mempromosikan pemahaman yang lebih akurat dan positif tentang kuburan dalam konteks budaya dan agama Hindu Bali. Strategi ini dapat mencakup pengembangan materi edukasi, kampanye media sosial, dan program pelatihan bagi tokoh agama dan masyarakat.
| File size | 245.06 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
LITERASIKITAINDONESIALITERASIKITAINDONESIA Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis. Gaya mengajar guru merupakan salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi kualitas pembelajaran dan pencapaianPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis. Gaya mengajar guru merupakan salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi kualitas pembelajaran dan pencapaian
LAKASPIALAKASPIA Internalisasi nilai‑nilai tauhid dalam kurikulum pendidikan Islam menegaskan keterpaduan antara ilmu dan iman, antara dunia dan akhirat, serta antaraInternalisasi nilai‑nilai tauhid dalam kurikulum pendidikan Islam menegaskan keterpaduan antara ilmu dan iman, antara dunia dan akhirat, serta antara
LAKASPIALAKASPIA Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan menelaah karya-karya primer tokoh sufi seperti al-Ghazali, al-Qusyairi,Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan menelaah karya-karya primer tokoh sufi seperti al-Ghazali, al-Qusyairi,
STAI TBHSTAI TBH Karakter religius dimaknai mahasiswa tidak hanya sebagai manifestasi ibadah ritual, tetapi juga sebagai landasan moral dalam bersikap, berpikir, dan berperilakuKarakter religius dimaknai mahasiswa tidak hanya sebagai manifestasi ibadah ritual, tetapi juga sebagai landasan moral dalam bersikap, berpikir, dan berperilaku
STAI TBHSTAI TBH Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang mencakup analisis, desain, pengembangan, implementasi,Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang mencakup analisis, desain, pengembangan, implementasi,
STAI TBHSTAI TBH Nilai-nilai keislaman ditanamkan melalui kajian kitab kuning secara halaqah, pembiasaan ibadah seperti salat Dzuhur dan dzikir berjamaah di masjid sekolah,Nilai-nilai keislaman ditanamkan melalui kajian kitab kuning secara halaqah, pembiasaan ibadah seperti salat Dzuhur dan dzikir berjamaah di masjid sekolah,
STAI TBHSTAI TBH Pada penelitian ini sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, interview, dokumentasiPada penelitian ini sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, interview, dokumentasi
WONOGIRIKABWONOGIRIKAB Hal ini membuktikan bahwa penggunaan media “Puzzle Rabu pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila materi keragaman budaya dapat meningkatkan motivasiHal ini membuktikan bahwa penggunaan media “Puzzle Rabu pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila materi keragaman budaya dapat meningkatkan motivasi
Useful /
STAI TBHSTAI TBH Adapun faktor penghambatnya adalah (1) kurangnya kesadaran siswa terhadap pentingnya jurusan yang diambil, (2) ketidakmampuan siswa dalam mengatur waktu,Adapun faktor penghambatnya adalah (1) kurangnya kesadaran siswa terhadap pentingnya jurusan yang diambil, (2) ketidakmampuan siswa dalam mengatur waktu,
UGJUGJ Penelitian ini menunjukkan bahwa hegemoni patriarki dalam cerpen Maryam beroperasi melalui mekanisme kontrol ekonomi, kontrol sosial, dan pelekatan peranPenelitian ini menunjukkan bahwa hegemoni patriarki dalam cerpen Maryam beroperasi melalui mekanisme kontrol ekonomi, kontrol sosial, dan pelekatan peran
PENERBITPENERBIT Kesadaran akan pentingnya lingkungan hidup menjadi tantangan bagi banyak komunitas di Indonesia, termasuk masyarakat Hindu di Desa Krisik, Kecamatan Gandusari,Kesadaran akan pentingnya lingkungan hidup menjadi tantangan bagi banyak komunitas di Indonesia, termasuk masyarakat Hindu di Desa Krisik, Kecamatan Gandusari,
STAI TBHSTAI TBH Perencanaan fasilitas arsip ruangan, lemari, alat penerima surat, alat penyimpanan surat dan alat korespondensi. Perencanaan petugas arsip dengan kompetensiPerencanaan fasilitas arsip ruangan, lemari, alat penerima surat, alat penyimpanan surat dan alat korespondensi. Perencanaan petugas arsip dengan kompetensi