PENERBITPENERBIT

Jurnal Penelitian Agama HinduJurnal Penelitian Agama Hindu

Kesadaran akan pentingnya lingkungan hidup menjadi tantangan bagi banyak komunitas di Indonesia, termasuk masyarakat Hindu di Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar. Konsep Tri Hita Karana, yang menekankan harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan, menawarkan pendekatan holistik dalam pendidikan lingkungan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi Tri Hita Karana dalam pendidikan lingkungan hidup dan bagaimana kolaborasi masyarakat dapat memperkuat harmoni tersebut. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat, guru, dan anggota komunitas, serta observasi partisipatif dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Tri Hita Karana dalam pendidikan lingkungan hidup di Desa Krisik telah secara signifikan meningkatkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam pelestarian lingkungan. Praktik-praktik seperti pengelolaan sampah, penghijauan, dan upacara keagamaan yang menghormati alam menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Kolaborasi antara sekolah, pemerintah desa, dan masyarakat lokal terbukti efektif dalam mendukung inisiatif lingkungan yang berkelanjutan. Selain itu, nilai-nilai Tri Hita Karana membantu masyarakat mengembangkan pendekatan yang lebih berkelanjutan terhadap lingkungan, memperkuat ikatan sosial dan spiritual dalam komunitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan berbasis kearifan lokal seperti Tri Hita Karana dapat menjadi model efektif dalam pendidikan lingkungan hidup, memberikan kontribusi penting bagi pengembangan kebijakan pendidikan lingkungan yang berkelanjutan dan berbasis budaya lokal.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik Tri Hita Karana dalam pendidikan lingkungan hidup di Desa Krisik berhasil menciptakan harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan.Penerapan nilai-nilai Tri Hita Karana meningkatkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam pelestarian lingkungan, serta memperkuat ikatan sosial dan spiritual.Dengan demikian, Tri Hita Karana dapat menjadi model implementasi yang relevan bagi komunitas lain dalam upaya pelestarian lingkungan.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengkaji dampak jangka panjang dari implementasi Tri Hita Karana terhadap perubahan perilaku lingkungan masyarakat, khususnya pada generasi muda. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan dengan desa-desa lain yang juga menerapkan kearifan lokal dalam pendidikan lingkungan hidup untuk mengidentifikasi praktik-praktik terbaik dan tantangan yang serupa. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pendidikan lingkungan berbasis Tri Hita Karana yang dapat direplikasi di berbagai konteks geografis dan budaya. Penelitian ini perlu mempertimbangkan aspek-aspek seperti kurikulum, metode pembelajaran, dan peran serta masyarakat dalam mendukung keberlanjutan program. Dengan demikian, penelitian lanjutan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan kebijakan pendidikan lingkungan yang lebih efektif dan berkelanjutan, serta memperkuat peran kearifan lokal dalam menjaga kelestarian alam dan budaya.

Read online
File size200.14 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test